Koranindopos.com – Jakarta. Pernah merengkuh gelar Abang None Jakarta Timur di 2011 dan masuk ke tingkat DKI Jakarta menjadi modal penting bagi pengusaha muda Rionaldo Putra bisa mencapai kesuksesan saat ini. Di ajang ini, ia bisa belajar banyak terkait upgrade dirinya.
“Saya belajar public speaking, disiplin dan berbagai ilmu lainnya di ajang itu. Dari situ saya bisa menjadi MC dan moderator, punya networking. Ilmu-ilmu itu yang sekarang menjadi dasar dan membentuk saya menjadi pengusaha sukses saat ini,” ujar pria yang akrab disapa Rio ini di Jakarta, baru-baru ini.
Saat sekolah di SMAN 61 Jakarta Timur, Rio juga pernah menjadi anggota Paskibraka 2006. Dua modal ini semakin memperlengkap upaya peningkatan potensi dirinya dalam aplikasi bisnis yang digelutinya hingga saat ini yakni Hanglekiu Group yang didirikan 2019 lalu dan kini digeluti bersama partnernya, Reza Darmawan.
“Hanglekiu Group ini sebuah holding company yang berfokus pada commodity trading trading solar dan batubara juga pengadaan barang dan jasa. Saat ini, Hanglekiu Group semakin berkembang sebagai holding perusahaan dengan total anak perusahaan mencapai 10 yakni PT Rakta Prana Atharrian, PT Ghossan Pratama, PT Linan International Indonesia, PT Samudera Petro Nusantara, PT Hanglekiu Pangan Perkasa, PT Hanglekiu Plastik Abadi, PT Hanglekiu Nireta Teknik, PT Jaya Hanglekiu Group dan PT Yaruda Heli Bisnis,” beber ayah dua anak yang juga berasal dari keluarga sederhana ini.

Walau kini sukses, jalan lulusan S1 dan S2 Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan peringkat cumlaude ini juga tidak mudah. Pernah berjualan nasi goreng saat kuliah dan sebelum berbisnis lewat Hanglekiu Group, Rio sempat menjadi pegawai selama delapan tahun.
“Bos saya itu sekaligus juga mentor saya. Saya pelan-pelan belajar dilepas. Lalu suruh running dan akhirnya bener-bener bisnis sendiri pada 2019. Saat itu saya harus keluar dari zona nyaman,” papar penggemar moge dan mobil sport ini.
Pria yang kini berusia 34 tahun dan sempat menjadi tulang punggung keluarga saat masih kuliah ini melihat ada masanya seseorang dalam membangun bisnis.
“Saya pernah baca bukunya Jack Ma, di saat kuliah kita belajar yang betul. Lalu diumur 20-30 tahun cari mentor. Lalu di usia 30-40 usaha sendiri, kemampuan sendiri. Usia 40-50 tahun cari orang baru lagi dan di usia 60an sudah bisa menikmati hasil usaha,” bebernya.
Pengusaha yang juga Ketua Komite di KADIN Jaksel dan aktif di HIPMI ini punya kiat bagi para pebisnis yang ingin memulai bisnisnya.
“Selalu menerapkan attitude dan komunikasi yang baik dalam bisnis,” pesan Rio yang punya cita-cita menjadi inspirasi bagi anak muda ini.










