koranindopos.com – Jakarta. Ritual mandi suci Kumbh Mela yang diadakan setiap 12 tahun sekali di India kembali menjadi perhatian dunia. Festival agama terbesar di India ini tidak hanya menyuguhkan sisi spiritual yang dalam, tetapi juga mencatatkan sejumlah kontroversi dan tragedi. Dilaporkan pada Jumat (31/1/2025) oleh reporter media Inggris Independent UK, Namita Singh, situasi di Kumbh Mela semakin memanas, dengan kerumunan besar umat Hindu yang terus membanjiri Sungai Gangga untuk memurnikan jiwa mereka.
Kumbh Mela adalah festival yang sangat dinantikan oleh umat Hindu, yang mempercayai bahwa mandi di sungai suci Gangga akan membersihkan dosa-dosa mereka dan memberi kedamaian bagi jiwa. Namun, antusiasme yang luar biasa ini juga membawa risiko besar. Setiap tahunnya, Kumbh Mela menarik jutaan pengunjung, dan pada tahun ini, jumlah pengunjung yang datang sangat besar, memicu kerumunan yang berdesakan.
Hari demi hari, jumlah orang yang datang semakin banyak, memperburuk situasi dan menyebabkan kepadatan yang sangat tinggi. Hal ini menciptakan kondisi yang rawan kecelakaan dan masalah keamanan. Dalam kerumunan yang begitu padat, sangat mudah terjadi saling dorong yang bisa berujung pada tragedi.
Selain masalah kepadatan, sungai yang digunakan untuk mandi ini juga menjadi sorotan. Sungai Gangga, yang diyakini oleh umat Hindu sebagai sungai yang sangat suci, ternyata dipenuhi dengan sampah dan polusi. Kondisi air yang sangat kotor ini bertentangan dengan keyakinan umat Hindu yang menganggap airnya suci.
Tidak hanya masalah kebersihan sungai, tetapi tragedi kematian massal juga terjadi akibat kerumunan yang tidak terkontrol. Dalam beberapa insiden yang terjadi selama perayaan Kumbh Mela, banyak orang yang kehilangan nyawa akibat terinjak-injak atau sesak napas di tengah kerumunan yang begitu padat.
Kumbh Mela memang sarat dengan makna spiritual, namun tak dapat dipungkiri bahwa festival ini juga menghadirkan sejumlah permasalahan sosial dan kesehatan. Selain dampak buruk terhadap kebersihan lingkungan, Kumbh Mela juga menimbulkan masalah kemanusiaan, mengingat banyaknya korban jiwa akibat kepadatan yang sangat tinggi.(dhil)








