Koranindopos.com – JAKARTA – Sebuah rumah mewah tiga lantai di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, mengalami ledakan dahsyat pada Senin (20/7/2026). Ledakan tersebut menghancurkan bangunan hingga roboh dan menyebabkan sedikitnya tujuh rumah di sekitarnya mengalami kerusakan akibat material yang beterbangan.
Hingga Senin malam, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, pemadam kebakaran, BPBD, serta tim penyelamat. Sejumlah alat berat dan crane dikerahkan untuk menyingkirkan puing-puing bangunan yang menumpuk demi mencari korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.
Kekuatan ledakan tidak hanya menghancurkan rumah utama, tetapi juga merusak bangunan di sekitarnya. Sedikitnya tujuh rumah mengalami dampak berupa dinding retak, kaca pecah, hingga kanopi yang roboh akibat hantaman material bangunan.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana kompleks masih dipenuhi petugas penyelamat dan warga yang menyaksikan proses evakuasi. Reruntuhan balkon lantai tiga yang ambruk serta tembok bagian depan yang roboh menjadi kendala utama dalam pencarian korban.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara terdapat enam orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Dua di antaranya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, yakni seorang lansia yang merupakan ayah pemilik rumah dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, serta seorang balita.
Sementara itu, empat orang lainnya hingga Senin malam masih diduga tertimbun material bangunan dan belum berhasil dievakuasi.
Tim SAR bersama petugas gabungan terus bekerja menggunakan alat berat secara hati-hati agar tidak membahayakan kemungkinan korban yang masih berada di bawah puing.
Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ledakan. Namun berdasarkan hasil investigasi awal, ledakan diduga dipicu oleh kebocoran pipa gas bawah tanah.
“Dari hasil investigasi awal dan sekarang ini masih berlangsung hasil investigasinya, yaitu adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah. Tadi kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, memang terdeteksi di situ. Namun, ini dugaan baru investigasi awal,” ujar Kombes Jean Calvijn Simanjuntak.
Meski demikian, polisi menegaskan bahwa dugaan tersebut masih akan didalami bersama tim laboratorium forensik dan instansi terkait sebelum menyimpulkan penyebab resmi insiden tersebut.
Hingga menjelang tengah malam, proses pencarian korban masih berlangsung. Petugas terus berupaya mengangkat puing-puing bangunan secara bertahap menggunakan crane dan alat berat karena kondisi struktur rumah yang runtuh dinilai sangat berisiko.
Warga sekitar juga masih memadati lokasi untuk menunggu kabar mengenai empat korban yang belum ditemukan.
Aparat kepolisian telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian guna mengamankan area sekaligus mempermudah proses evakuasi dan penyelidikan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi ledakan demi menjaga keselamatan, mengingat masih terdapat potensi runtuhan bangunan maupun kebocoran gas yang sedang ditangani oleh tim teknis.(dhil/kmps)










