Kamis, 5 November 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Opini

Saatnya Menggunakan Satu Basis Data untuk Program Bantuan Sosial

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
8 April 2024
in Opini
A A
0
Bantuan Sosial
Share on FacebookShare on Twitter

Artikel Terkait

Memahami Makna Perubahan Skor TKA SMA/SMK 2026

Inflasi Nilai, Kenaikan Kelas Otomatis, dan Koreksi Deep Learning

Skor Baru TKA untuk Membaca Kemampuan Murid Lebih Baik

Oleh : Lili Retnosari, Nuri Taufiq, dan I Made Giri Suyasa*

koranindopos.com – Di tengah ramainya Tunjangan Hari Raya (THR) yang telah diberikan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan para pekerja/karyawan, berita bantuan sosial yang kabarnya akan dicairkan di bulan April sebelum lebaran tiba pun menjadi perbincangan. Bagaimana tidak, para keluarga penerima manfaat (KPM) tentu tidak sabar untuk menerima bansos tersebut. Pencairan bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BLT mitigasi risiko pangan, dan bantuan beras 10 kg yang kabarnya akan cair dalam waktu dekat, tentu menjadi angin segar bagi para keluarga penerima manfaat yang sangat membutuhkan. Ya, sesuai janji pemerintah, memang keempat jenis bansos tersebut lah yang akan cair di tahun 2024 ini.

PKH merupakan bantuan tahunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada KPM yang terdaftar di Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Penyaluran tahap pertama untuk  triwulan I telah dilakukan di bulan Februari lalu. Begitu juga dengan BPNT/Kartu Sembako dan BLT Mitigasi Risiko Pangan. Penyaluran tahap pertama kedua bansos ini juga telah disalurkan kepada KPM pada Februari lalu. Para penerima BLT Mitigasi Risiko Pangan sama dengan penerima BPNT/Kartu Sembako yang juga berdasarkan DTKS Kemensos. BLT Mitigasi risiko pangan atau dikenal juga sebagai BLT Lanjutan penebalan Kartu Sembako, dilakukan untuk memitigasi risiko kenaikan harga pangan sebagai dampak ketidakpastian global setelah BLT Elnino selesai di tahun 2023 lalu.

Berbeda dengan tiga bansos tersebut, program bantuan beras 10 kg per KPM, tidak dikelola oleh Kemensos dan tidak pula berdasarkan DTKS. Penerima manfaat Bantuan Pangan Beras diambil menggunakan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Program Bantuan Pangan Beras bertujuan untuk menjaga stabilitas pangan dan menekan inflasi. Bantuan ini merupakan arahan Presiden Jokowi yang kemudian diimplementasikan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan kepada masyarakat.

Dari empat jenis bantuan sosial yang akan disalurkan pada tahun 2024 tersebut, terlihat bahwa data dasar yang digunakan untuk menentukan penerima manfaat masih berbeda-beda, dan belum menggunakan basis data terupdate. Padahal, hal paling penting adalah basis data yang digunakan sebagai dasar pemberian program. Data yang digunakan seharusnya bersumber dari satu basis data yang dapat diutilisasi baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Penggunaan basis data yang berbeda tentu dapat menimbulkan berbagai masalah seperti distribusi program yang tumpang tindih, ketidaktepatan sasaran, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, sinergi antar Kementerian/Lembaga dan pembaruan sistem pengelolaan data menjadi hal krusial yang perlu dilakukan, sehingga bantuan sosial dapat tersalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya.

Selain DTKS dan P3KE, Data Regsosek yang pendataan awalnya telah dilakukan pada tahun 2022 lalu, dapat menjadi solusi sebagai basis data tunggal untuk dijadikan acuan kementerian/lembaga dan/atau Pemerintah daerah dalam menentukan target penerima bantuan sosial. Sampai saat ini, data Regsosek belum dimanfaatkan secara optimal, padahal hampir semua variabel yang terdapat dalam DTKS dan P3KE tercantum juga dalam Regsosek. Oleh karena itu, penggunaan data Regsosek sebagai basis data perlu untuk segera diupayakan. Harapannya, dengan data yang lebih up-to-date dan akurat, dapat mempermudah pemerintah dalam penentuan sasaran program dan mengurangi ketidaktepatan sasaran.

Apalagi, menurut Kementerian Keuangan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2023, masalah akurasi basis data merupakan tantangan utama pada program bantuan sosial dan program perlindungan sosial lainnya. Kurang akuratnya basis data ini lah yang menyebabkan masih terjadinya ketidaktepatan sasaran (targeting error) penerima bantuan sosial, baik inclusion maupun exclusion error. Inclusion error adalah ketika suatu rumah tangga seharusnya tidak berhak menerima program, namun justru menerima program. Sementara itu, exclusion error adalah kesalahan sasaran program karena rumah tangga yang seharusnya menerima program, namun justru tidak menerima program. Tindakan konkret untuk mengatasi masalah ini menjadi sangat penting, agar program yang dijalankan lebih optimal untuk mencapai tujuan peningkatan akses ke layanan dasar, peningkatan kesejahteraan serta memutus mata rantai kemiskinan.

Selanjutnya, dengan adanya peningkatan alokasi anggaran bantuan sosial di tahun ini, pemerintah diharapkan dapat lebih maksimal lagi dalam mengentaskan kemiskinan dan juga mengurangi ketimpangan. Apalagi, persentase penduduk miskin dan tingkat ketimpangan saat ini masih cukup jauh dari target yang telah ditetapkan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Dalam RPJMN 2020-2024, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan berada di level 6,0-7,0 persen dan tingkat ketimpangan menurun menjadi sebesar 0,360-0,374 di tahun 2024. Namun, berdasarkan data BPS, hingga Maret 2023, persentase penduduk miskin Indonesia masih sebesar 9,36 persen atau sebanyak 25,90 juta orang. Sementara itu, tingkat ketimpangan yang diukur menggunakan gini ratio masih sebesar 0,388. Untuk mencapai atau paling tidak mendekati target yang telah ditetapkan, tentu perlu kerja keras dan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk dalam koordinasi pengelolaan anggaran.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah terkait bagaimana alokasi anggaran yang ada akan disalurkan secara merata dan adil ke seluruh lapisan masyarakat yang berhak mendapatkan program. Transparansi dalam penggunaan dana publik sangat penting untuk mencegah potensi penyalahgunaan atau pemborosan anggaran, apalagi kasus korupsi dana bansos beberapa kali terjadi. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme pengawasan yang ketat dan akuntabilitas yang jelas dari pemerintah terkait dengan penggunaan anggaran tersebut.

*Semua penulis merupakan Statistisi di Badan Pusat Statistik

Topik: Bansos

TerkaitBerita

Memahami Makna Perubahan Skor TKA SMA/SMK 2026
Opini

Memahami Makna Perubahan Skor TKA SMA/SMK 2026

oleh Editor : Anggoro
21 Oktober 2026
Inflasi Nilai, Kenaikan Kelas Otomatis, dan Koreksi Deep Learning
Opini

Inflasi Nilai, Kenaikan Kelas Otomatis, dan Koreksi Deep Learning

oleh Editor : Anggoro
18 Oktober 2026
Skor Baru TKA untuk Membaca Kemampuan Murid Lebih Baik
Opini

Skor Baru TKA untuk Membaca Kemampuan Murid Lebih Baik

oleh Editor : Anggoro
10 Oktober 2026
Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan
Opini

Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

oleh Editor : Anggoro
28 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Dari Limbah Menjadi Energi, Jalan Desa Menuju Kemandirian Masa Depan

Dari Limbah Menjadi Energi, Jalan Desa Menuju Kemandirian Masa Depan

5 November 2026
Menara BTS 4G Daerah 3T Beroperasi, Kontraktor Tagih Hak Pembayaran yang Belum Tuntas

Menara BTS 4G Daerah 3T Beroperasi, Kontraktor Tagih Hak Pembayaran yang Belum Tuntas

5 November 2026
Menang AMI Awards 2026, Cakra Khan Akui Sempat Gugup Rekaman Ulang Lagu Chrisye

Menang AMI Awards 2026, Cakra Khan Akui Sempat Gugup Rekaman Ulang Lagu Chrisye

5 November 2026
PERKARA IJAZAH: Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo berpose setelah wawancara dengan Bloomberg TV di Solo, Jawa Tengah pada Oktober 2019. (Getty Images)

Jokowi Dipastikan Hadir di Sidang Perkara Fitnah Ijazah Hari Ini

5 November 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5234 shares
    Share 2094 Tweet 1309
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1149 shares
    Share 460 Tweet 287
  • Marc Marquez Berpeluang Kunci Gelar Juara Dunia MotoGP 2026

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Saham RANS Entertainmen Anjlok ke Rp 96 per Saham, Melorot Jauh dari Harga IPO

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Gandeng 3 Kementerian, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Buka Jaringan B2B Global

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya