koranindopos.com – Jakarta. Samsung resmi menghadirkan inovasi terbarunya ke pasar Indonesia melalui Galaxy Z Fold7, ponsel lipat generasi terbaru yang tampil dengan profil paling tipis di kelasnya. Meski mengedepankan desain yang lebih ringkas, Samsung justru memberikan peningkatan signifikan pada sektor kamera, terutama dengan menyematkan sensor utama beresolusi hingga 200 megapiksel (MP).
Galaxy Z Fold7 menjadi perangkat foldable pertama Samsung yang mengadopsi sensor kamera kelas flagship Galaxy S series. Sensor 200MP tersebut diturunkan langsung dari Galaxy S25 Ultra, menjadikan Z Fold7 tidak hanya ideal untuk produktivitas harian, tetapi juga mendukung kebutuhan fotografi dan pembuatan konten bagi para kreator.
Samsung membekali Galaxy Z Fold7 dengan tiga kamera belakang, masing-masing terdiri dari kamera utama 200MP, kamera ultra-wide 12MP, serta kamera telefoto 10MP dengan kemampuan 3x optical zoom dan hingga 30x digital zoom. Berdasarkan informasi resmi Samsung, sensor utama 200MP ini mampu menghasilkan foto hingga 44 persen lebih cerah dan empat kali lebih detail dibandingkan sensor 50MP pada generasi sebelumnya.
Peningkatan resolusi tersebut juga memungkinkan kamera utama mendukung 2x optical-quality zoom tanpa penurunan kualitas gambar, berkat teknologi penggabungan piksel. Selain itu, ukuran sensor yang lebih besar membuat Galaxy Z Fold7 mampu menangkap gambar dengan kecepatan rana hingga tujuh kali lebih cepat, sehingga lebih andal dalam memotret objek bergerak dan meminimalkan risiko blur.
Kemampuan fotografi Galaxy Z Fold7 juga diperkuat oleh sensor ultra-wide yang kini telah dilengkapi autofokus. Fitur ini memungkinkan kamera berfungsi sebagai kamera makro untuk menangkap detail kecil secara lebih tajam. Sementara itu, kamera telefoto tetap memberikan fleksibilitas pengambilan gambar jarak jauh dengan kualitas yang stabil.
Pada layar utama, Samsung menyematkan kamera selfie 10MP generasi terbaru dengan sudut pandang 25 persen lebih lebar. Kamera ini dirancang untuk memudahkan pengambilan group selfie maupun kebutuhan panggilan video. Samsung mengklaim tingkat kejernihan kamera selfie meningkat hingga 2,5 kali, dengan dukungan optimalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk tekstur kulit yang lebih natural serta fitur Wide Distortion Correction guna mengurangi distorsi gambar.
Untuk kebutuhan fotografi dan videografi dalam kondisi minim cahaya, Galaxy Z Fold7 didukung algoritma ProVisual Engine terbaru. Teknologi Spasio-Temporal Filter memungkinkan analisis data piksel dari beberapa frame sekaligus, sehingga mampu menekan noise dan menghasilkan kualitas video yang lebih jernih, termasuk saat pengambilan gambar malam hari.
Hasil foto dari Galaxy Z Fold7 juga dapat disempurnakan melalui dukungan Galaxy AI. Fitur Generative Edit memungkinkan pengguna menghapus atau memindahkan objek dalam foto dengan hasil yang lebih alami, sekaligus memperluas kreativitas dalam proses pengeditan.
Dengan peningkatan kamera yang signifikan serta dukungan AI yang semakin cerdas, Samsung Galaxy Z Fold7 menegaskan posisinya sebagai ponsel lipat premium yang menawarkan pengalaman fotografi setara flagship, dalam desain yang tetap ringkas dan futuristik. (dni)










