Koranindopos.com, Tangerang – Awal pertama kali meluncur di jalanan Indonesia pada 2024, JETOUR datang dengan percaya diri yang tinggi. Tidak membawa “nama besar” seperti kompetitornya, tidak pula mengusung sejarah panjang. Namun justru di situlah menariknya: JETOUR hadir sebagai lembaran baru, membawa rasa penasaran—sebuah tantangan yang kemudian berubah menjadi peluang.
Dalam satu tahun perjalanannya, merek SUV asal Tiongkok ini perlahan tetapi pasti menapaki jalur yang tak mudah: meraih kepercayaan masyarakat Indonesia, pasar otomotif yang terkenal kritis dan sangat kompetitif. Namun JETOUR punya sesuatu yang berbeda—daya tawar yang menggabungkan keberanian desain, kelengkapan fitur, serta harga yang terasa “ramah” bagi mereka yang menginginkan SUV premium tanpa kehilangan rasionalitas finansial.
Awal Sebuah Perjalanan: Dari Keraguan Menjadi Keyakinan
Di awal kemunculannya, banyak yang bertanya: “Siapa JETOUR?” Brand ini memang tergolong muda, tetapi di baliknya ada fondasi kuat dari ekosistem industri otomotif besar yang sudah teruji.
Kehadiran JETOUR di Indonesia dimulai dengan dua model yang langsung mencuri perhatian—JETOUR Dashing dan X70. Keduanya tampil seperti paket lengkap: desain futuristik, kabin lapang, dan fitur yang biasanya hanya ditemui di SUV kelas lebih mahal. Desain grille yang tegas, garis bodi yang modern, hingga interior digital menjadi kesan pertama yang membuat banyak orang berhenti sejenak… lalu mulai melirik.
“Awalnya saya cuma lihat-lihat,” kata Tika saat ditemui di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, “Tapi setelah test drive, rasanya beda. Nyaman, halus, dan fitur-fitur digitalnya lengkap banget,” ungkap Tika
Menghadirkan Teknologi Tanpa Basa-Basi
Salah satu daya tarik terbesar JETOUR adalah keberaniannya masuk dengan paket fitur serius. Bukan sekadar head unit besar atau panoramic sunroof yang menjadi hiasan, tetapi integrasi teknologi seperti ADAS, kamera 360°, mode berkendara pintar, hingga ruang kabin yang benar-benar dirancang untuk keluarga urban.
SUV ini terasa lahir untuk menjawab gaya hidup masa kini—perjalanan harian di kota besar, liburan akhir pekan ke luar kota, hingga kebutuhan keluarga muda yang butuh mobil nyaman dan aman.
Dengan mesin turbo responsif dan karakter berkendara yang lembut, JETOUR ingin berbicara bukan hanya melalui spesifikasi, tetapi lewat pengalaman.
Pelan Tapi Pasti: Membangun Rumah Bernama ‘Kepercayaan’
Perjalanan tahun pertama JETOUR tidak cuma soal menjual mobil. Mereka juga membangun sesuatu yang lebih penting: rasa aman.
Dalam 12 bulan ini, JETOUR memperkuat jaringan pelayanan di berbagai kota, membuka dealer baru, memastikan suku cadang mudah didapat, dan meningkatkan layanan purna jual.
Upaya ini membuahkan hasil. Komunitas pengguna JETOUR mulai terbentuk, lengkap dengan kegiatan touring dan diskusi antar-pemilik. Ada kebanggaan baru yang perlahan tumbuh: menjadi bagian dari merek yang sedang “naik daun”.
Jejak Pencapaian Tahun Pertama
JETOUR mungkin belum menjadi merek terbesar. Tapi langkah-langkah kecilnya justru memperlihatkan masa depan yang besar.
Beberapa pencapaian penting selama setahun:
Respons positif dari media otomotif nasional, Pertumbuhan penjualan stabil di segmen SUV , Dealer dan layanan purna jual yang terus bertambah
Komunitas pengguna yang mulai aktif dan solid
Semuanya menjadi pondasi yang jauh lebih berharga daripada sekadar angka penjualan. Ini adalah modal kepercayaan—bahan bakar bagi perjalanan panjang sebuah brand otomotif.
Menatap Tahun Kedua: Ambisi yang Mulai Terlihat
Masuk ke tahun keduanya, JETOUR sudah menyiapkan ambisi lebih besar. Pembaruan model, perluasan jaringan, dan bahkan kemungkinan kendaraan elektrifikasi mulai dibicarakan. Pasar SUV di Indonesia semakin bergeser ke arah teknologi tinggi dan efisiensi energi—dan JETOUR terlihat ingin ikut berlari, bukan hanya berjalan.
Merek ini telah membuktikan bahwa pendatang baru pun bisa menjadi penantang serius, asalkan berani tampil beda dan konsisten menghadirkan kualitas.
Satu tahun perjalanan JETOUR di Indonesia bukan hanya cerita otomotif. Ini adalah kisah tentang bagaimana sebuah merek muda mencoba menaklukkan negeri dengan pasar otomotif besar, penuh dinamika, sekaligus penuh peluang. Ini adalah kisah tentang keberanian, ketekunan, dan perjalanan panjang yang baru saja dimulai.
Dan seperti namanya—JETOUR, perjalanan selalu menjadi inti dari cerita. Tahun pertama sudah dilalui. Tahun-tahun berikutnya, jalan masih terbentang luas. (doe)










