Koranindopos.com, Jakarta — Rumah produksi Manara Animation secara resmi memperkenalkan first look perdana dari proyek layar lebar terbarunya bertajuk Ibra The Movie: Menembus Langit. Peluncuran visual perdana ini menjadi sinyal awal penggarapan adaptasi layar lebar dari Intellectual Property (IP) animasi populer, Ibra Berkisah.
Langkah ini membawa angin segar bagi penikmat animasi Tanah Air. Pasalnya, cerita yang diusung dalam versi layar lebar ini akan berfokus pada linimasa yang sepenuhnya baru bagi para penonton setia serialnya.
Berbeda jauh dari penggambaran sosok santri yang selama ini melekat padanya, film ini memutar balik waktu ke masa ketika Ibra masih menjadi remaja biasa. Kehidupannya dikisahkan jauh sebelum ia melangkahkan kaki untuk menempuh pendidikan di lembaga pesantren.
Sebelum dikenal lewat kisah-kisah penuh hikmah di serialnya, Menembus Langit mengajak penonton berkenalan dengan sisi personal Ibra muda. Ia digambarkan sebagai sosok yang gemar bermain bersama rekan-rekannya serta menjalani rutinitas harian layaknya remaja pada umumnya.
Sebagai informasi, serial animasi Ibra Berkisah sendiri pertama kali mengudara pada tahun 2022. Sejak tayangan perdananya, serial ini sukses mencuri perhatian publik hingga menjadi salah satu tontonan favorit keluarga Indonesia. Karakter Ibra dalam serialnya dikenal sangat dekat dengan lingkungan pertemanannya, di mana setiap dinamika masalah harian diselaraskan dengan hikmah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.
Namun, dalam versi film layar lebar ini, perjalanan hidup Ibra tidak selalu berjalan mulus sesuai harapan. Karakter utama tersebut dihadapkan pada sebuah peristiwa besar yang seketika mengguncang tatanan kehidupannya secara mendalam.
Momen krusial tersebut memicu kepedihan emosional yang sangat berat bagi Ibra. Rasa amarah, kekecewaan mendalam, dan luka batin membuat remaja tersebut sempat mempertanyakan keadilan di dunia hingga takdir yang dijalaninya.
Terkait pergolakan emosi sang karakter utama, produser film memberikan penjelasan mendalam. Sang produser, Ricky Manopo, mengungkapkan sudut pandangnya mengenai konflik emosional tersebut:
”Konflik yang terjadi di film ini terhadap karakter Ibra itu sendiri, saya rasa mungkin hampir semua orang pernah mengalami hal itu. Di mana dia marah, di mana dia kecewa, di mana dia sakit hati, sehingga akhirnya dia merasa dunia ini tidak adil. Sampai akhirnya dia menemukan jalannya kembali. Karena saya sendiri pernah mengalami hal seperti itu.” ujar sang produser, Ricky Manopo.
Dari titik terendah dan masa paling sulit dalam hidupnya itulah, petualangan baru Ibra menuju dunia pesantren akhirnya dimulai. Keputusan memasuki pesantren merupakan sebuah jalan hidup yang berhasil ditemukan Ibra setelah melintasi fase-fase terberat dalam hidupnya.
Dari segi visual, cuplikan first look berdurasi singkat ini sengaja dikemas dengan pendekatan estetika yang terbilang cukup unik, menghadirkan kesan sinematik sekaligus futuristik sejak detik-detik awal penayangan. Alih-alih menyajikan potongan adegan cerita secara gamblang, video perdana ini lebih mengedepankan eksplorasi atmosfer yang selaras dengan filosofi judul film, di mana langit dimaknai sebagai simbol perjalanan batin Ibra. (BRG/Hend)










