Koranindopos.com, Jakarta — Restoran SEMAJA menghadirkan konsep bersantap berbeda menjelang akhir tahun melalui kolaborasi dengan rumah mode Purana. Kerja sama ini tidak hanya menampilkan sajian kuliner khas Indonesia, tetapi juga menggabungkan unsur desain dan budaya Nusantara ke dalam pengalaman makan yang dirancang lebih imersif dan personal bagi pengunjung.
Kolaborasi bertajuk Rasa Vakansi tersebut digelar sepanjang Desember dan mengambil inspirasi dari budaya pangan Indonesia Timur, terutama Manado dan Minahasa, wilayah yang lekat dengan tradisi perayaan Natal serta kebersamaan keluarga. Menurut Group Relationship Manager Ismaya, Eko Harry Saputra, ide menu ini lahir dari kekayaan budaya daerah yang selama ini identik dengan suasana liburan akhir tahun. “Menu ini lahir dari kekayaan budaya pangan Nusantara, khususnya dari daerah-daerah yang identik dengan tradisi perayaan Natal, mulai dari Manado hingga Minahasa,” ujar Eko Harry Saputra saat ditemui di Restoran SEMAJA, Menteng, Jakarta Pusat.
Tak berhenti pada sajian di atas piring, pengalaman bersantap kali ini juga diperluas melalui sentuhan visual dari Purana. Melalui lini Purana Home, unsur estetika dihadirkan langsung ke meja makan, menjadikan hidangan sebagai bagian dari narasi budaya yang lebih luas. Motif Birds of Paradise mendominasi tableware yang digunakan selama periode kolaborasi, menghadirkan simbol keindahan dan kebebasan yang terinspirasi dari alam Papua.
Lead Designer Purana, Maritza Putri, menjelaskan bahwa kolaborasi ini berangkat dari gagasan tentang bagaimana budaya dapat hadir dalam keseharian secara lebih dekat. Ia menilai meja makan sebagai medium yang relevan untuk menghadirkan dialog antara seni, tradisi, dan gaya hidup modern. “Dengan membawa sentuhan desain Purana ke meja makan SEMAJA, kami menawarkan momen gaya hidup yang menyatukan seni dan gastronomi. Budaya bukan hanya untuk dikenakan sebagai busana, tetapi juga untuk dialami secara langsung, termasuk saat bersantap,” kata Maritza Putri.

Dari sisi dapur, Executive Chef SEMAJA Glenn Erari menerjemahkan konsep visual tersebut ke dalam rangkaian menu edisi terbatas. Empat hidangan utama disusun sebagai perjalanan rasa yang merepresentasikan kekayaan kuliner Manado dan Minahasa, dimulai dari Panada Roa sebagai pembuka, disusul Sup Brenebon, Daging Asap Minahasa, hingga penutup Klapertart in Cloud. Seluruh menu disajikan menggunakan peralatan makan dari koleksi Purana Home, sehingga aspek visual dan rasa berjalan beriringan.
Kolaborasi yang berlangsung mulai 1 hingga 31 Desember 2025 ini juga menghadirkan konsep Shop the Table. Melalui konsep tersebut, pengunjung dapat membeli langsung peralatan makan dan dekorasi meja yang digunakan selama bersantap, sehingga pengalaman di restoran dapat dilanjutkan ke ruang pribadi masing-masing.
Sebagai tambahan, tamu yang memesan Menu Set Purana akan mendapatkan hadiah khusus dari Purana. Inisiatif ini dihadirkan sebagai bagian dari perayaan akhir tahun yang menekankan kedekatan emosional, bukan sekadar konsumsi.
Melalui kolaborasi ini, SEMAJA dan Purana mencoba menawarkan pengalaman bersantap yang melampaui fungsi dasar makanan, dengan menggabungkan rasa, visual, dan narasi budaya Nusantara dalam satu kesatuan yang dirancang khusus untuk momentum liburan akhir tahun. (Brg/Kul)










