Koranindopos.com, JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwahandhi merespons desakan publik agar Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut (Hubla) Muhammad Masyhud mundur. Tuntutan tersebut adalah efek dari rentetan kecelakaan kapal laut dalam beberapa waktu terakhir. Dudy buka suara saat rapat dengan Komisi V DPR. “Nah, evaluasi itu tentunya banyak item yang kita pertimbangkan dan performance tentunya dari setiap individu akan menjadi perhatian kami gitu. Jadi, pasti setiap individu yang bekerja itu akan kita evaluasi” kata Dudy usai rapat di kompleks parlemen Senayan, Jakarta Selatan pada Rabu (19/8/2026).
Dalam waktu dekat, lanjut Dudy, Kemenhub bakal melakukan audit terhadap empat perusahaan kapal yang mengalami insiden dalam beberapa waktu terakhir, salah satunya KMP Mutiara Sentosa 2. Menurut Dudy, pihaknya ingin mengetahui apakah para perusahaan itu mematuhi ketentuan keselamatan pelayaran. “Dari situ kemudian kita akan temukan, apakah ada kesalahan-kesalahan yang sifatnya ringan ataupun yang berat,” ujarnya.
Dalam rapat, anggota Komisi V, Yasti Soepredjo Mokoagow mendesak agar Dirjen Hubla Muhammad Masyhud mundur usai rentetan insiden kecelakaan kapal, termasuk KMP Mutiara Sentosa 2 di Madura, Jawa Timur. Dia menduga sejumlah insiden tersebut disebabkan karena ada permainan antara operator dan pejabat terkait. “Pak Dirjen saya mohon maaf, seharusnya Bapak yang bertanggung jawab penuh. Bapak harus ada budaya malu sebagai Dirjen Pak. Sudah 600 kejadian dalam kurun Januari sampai Agustus,” kata politikus PDIP itu. Yasti merujuk laporan Basarnas yang mencatat 601 kecelakaan kapal sepanjang 2026 atau per 15 Agustus. Dari jumlah itu, tercatat 3.607 menjadi korban, 239 orang dilaporkan meninggal dunia dan 203 hilang. (cnni/mmr)










