Koranindopos.com, Tangsel – Industri kopi di Indonesia mengalami lonjakan popularitas dalam beberapa tahun terakhir. Banyak biji kopi Indonesia diekspor ke berbagai negara di seluruh dunia, tetapi tidak sedikit juga yang diolah di dalam negeri. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah kedai kopi di tanah air.
Menurut Ditjen Perkebunan yang dirilis pada 2023 angka estimasi produksi kopi di Indonesia mencapai lebih dari 789.609 ton hasil dari perkebunan di Sumatera Selatan, Lampung, Aceh, Sumatera Utara hingga Jawa Timur
Sementara itu menurut Asosiasi Pengusaha Kopi dan Coklat Indonesia (APKCI) jumlah kedai kopi di Indonesia pada tahun 2023 akan mencapai lebih dari 10 ribu toko
Dalam periode tersebut, kedai kopi di Indonesia berhasil meraih total keuntungan sebesar Rp 4,8 Triliun. Tren peningkatan ini diprediksi akan terus berlanjut.
Salah satu kedai kopi yang menarik perhatian adalah Dua Coffee . Dua Coffee tidak hanya terkenal karena kualitas kopi yang mereka tawarkan tapi juga memberikan suasana homey dan kenyamanan.
Menurut Co-Owner at Dua Coffee Wempi Januar, awalnya Dua Coffee didirikan pada tahun 2016 yang berangkat dari keinginan yang kuat dari anak muda untuk berbisnis namun masih dilanda kebingungan bisnis apa yang cocok dan menguntungkan
“Saat itu kedai kopi menjadi tren dan menjamur dimana-mana, akhirnya kami mencoba membuat kedai kopi namun yang kami tawarkan specialty coffee khususnya menjual kopi yang tumbuh di Indonesia” ujar Wempi
Lebih lanjut Wempi mengatakan, Dua Coffee kini memiliki 5 kedai kopi berlokasi di Cipete, Tebet, Kuningan, Bintaro dan Emerald Bintaro. Setelah mengembangkan kedai Dua Coffee, kami mencoba membuat lini bisnis baru yang kami namakan Dua Coffee Roastery.
Setelah kami membuat produk jadi, kami juga menyediakan retail beans, pertama untuk memenuhi kebutuhan internal semua cabang kedai Dua Coffee, juga untuk disuplay ke kedai kopi eksternal, papar Wempi.
“Dua Coffee tidak hanya dikenal sebagai coffee shop, melainkan kami juga menjual biji kopi pilihan yang berkualitas dari banyak wilayah di Indonesia, seperti kopi Sumatera, kopi Kintamani, kopi Ciwangi dari Jawa Barat, lalu ada kopi Flores, Kamojang, Kerinci, Java Preanger, dan masih banyak lagi”, ungkap Wempi
Setelah Pandemi Lewat Tokopedia Mampu Meraih Omzet Bulanan 100 juta
Ada cerita menarik, Dua Coffee pada 2018 mulai bergabung dengan Tokopedia tapi saat itu tetap fokus pada penjualan offline. Saat pendemi datang pada 2020 omzet penjualan menurun drastis, untuk menaikan omzet membutuhkan solusi kreatif, akhirnya Dua Coffee menghadirkan produk kopi kemasan besar dan fokus pada penjualan online
“Saat pandemi datang pada tahun 2020 omzet kami terjun bebas, kami berpikir keras untuk menemukan solusi agar dapat bertahan dengan kondisi penjualan yang menurun drastis, kami membuat produk kopi kemasan besar, kemasanan literan dan memanfaatkan penjualan online di Tokopedia, akhirnya kami dapat bangkit, saat itu omzet setiap bulan melalui penjualan di Tokopedia kami dapat meraup omzet tembus diatas 100 juta” pungkas Wempi (doe)










