Koranindopos.com, Jakarta – MDTV kembali menghadirkan serial drama keluarga yang sarat makna melalui “Keluarga Yang Tak Dirindukan”. Serial ini mengangkat kisah tiga bersaudara, Firzha, Thoriq, dan Zahra, yang hidupnya berubah drastis setelah sang ayah, Santoso, mengalami insiden tragis hingga tak lagi mampu bekerja. Cerita ini merefleksikan realitas pahit banyak keluarga Indonesia.
Serial yang akan segera tayang di MDTV ini menyoroti bagaimana musibah mampu mengguncang fondasi keluarga. Ketika Santoso terbaring lemah dan kebutuhan medis terus meningkat, anak-anaknya dihadapkan pada pilihan sulit antara tanggung jawab moral dan kepentingan keluarga masing-masing.
Konflik semakin tajam ketika Firzha dan Thoriq merespons musibah tersebut dengan cara yang berbeda. Perbedaan sudut pandang itu memicu gesekan ego yang berpotensi meretakkan hubungan persaudaraan. Di tengah situasi tersebut, hadir Zahra, anak angkat tanpa ikatan darah, yang justru memperlihatkan arti kesetiaan sesungguhnya.
Fenomena sandwich generation menjadi benang merah cerita ini. MDTV tidak sekadar menampilkan tekanan finansial, tetapi juga luka batin yang muncul akibat tuntutan tanggung jawab antar generasi. Serial ini memperlihatkan bahwa beban keluarga sering kali tidak terlihat, namun terasa mendalam.
Aktor Arbani Yasiz, yang memerankan tokoh Thoriq, mengaku proyek ini memberi dampak personal baginya. Di tengah statusnya sebagai pengantin baru, cerita dalam sinetron ini justru membuatnya banyak berkaca tentang makna rumah tangga dan keluarga.
“Justru series ini yang aku mainkan, menjadi ajang aku untuk bercermin dan belajar sih. Supaya kelak aku tidak mendapatkan keluarga yang seperti ini ya,” kata Arbani Yasiz ketika ditemui di gedung MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Lebih jauh, Arbani mengungkapkan bahwa pesan cerita tersebut menumbuhkan harapan besar terhadap pernikahannya bersama Raissa Ramadhani. Ia merasa kisah dalam serial ini menjadi pengingat agar tidak abai terhadap hal-hal kecil dalam hubungan.
“Karena sinetron ini aku mau banget rumah tangga ku harmonis,” ucap pria berusia 31 tahun ini.
“Aku ingin keluarga yang baik-baik saja. Tapi bagaimanapun itu kan tanggung jawab suami sama istri, gimana nge buildnya,” sambungnya.
Kesadaran itu membuat Arbani lebih berhati-hati dalam bersikap. Ia menyadari bahwa kesalahan kecil yang dibiarkan bisa berdampak besar di masa depan, sebagaimana konflik yang digambarkan dalam serial tersebut.
Sementara itu, Sairaa Punjabi selaku VP Programming MDTV menyebut serial ini sebagai bentuk apresiasi bagi para pejuang keluarga di dunia nyata.
“MDTV selalu ingin membawa cerita yang terasa nyata dan punya nilai. Lewat ‘Keluarga Yang Tak Dirindukan’, kami ingin berbagi perspektif bahwa keluarga bukan sekadar soal status, tapi tentang siapa yang ada untuk kita saat keadaan sedang tidak mudah. Semoga cerita ini bisa menemani sekaligus memberikan inspirasi bagi pemirsa,” ujar Sairaa. (Brg/Kul)










