THAILAND, koranindopos.com – Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Anutin Charnvirakul, membuat aturan baru terkait legalitas ganja. Anutin menandatangani regulasi pelarangan warga berusia di bawah 20 tahun mengonsumsi ganja.
Alasan penerbitan aturan tersebut menyusul adanya kasus siswa berusia 16 dan 17 tahun mengalami overdosis mariyuana. Sebagaimana dilansir dari Bangkok Post, Anutin mengesahkan aturan tersebut pada Kamis (16/6/2022).
Salah satu klausul dalam aturan tersebut adalah warga berusia di bawah 20 tahun tak diizinkan memiliki dan menggunakan tanaman yang berhubungan dengan ganja, kecuali mengantongi izin dokter. Lebih lanjut, Anutin memastikan pemerintah juga akan mengeluarkan aturan untuk membatasi atau melarang konsumsi ganja di tempat umum dan mengontrol ganja dalam makanan.
Kementerian Kesehatan Thailand juga sudah mengeluarkan pedoman penggunaan ganja dalam memasak. Menurut pedoman tersebut, warga tidak boleh mengonsumsi lebih dari dua kali makan yang mengandung ganja setiap hari.
Konsumsi ganja yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan otak. Mereka juga mengingatkan bahwa penggunaan ganja di kalangan anak-anak dapat memengaruhi perkembangan otak. Aturan-aturan itu, kata Anutin, akan menjadi alat bagi pejabat dalam mengendalikan penggunaan dan mencegah penyalahgunaan ganja.
Anutin menegaskan, aturan ketat tersebut diberlakukan setelah empat warga, termasuk siswa berusia 16 dan 17 tahun, dilaporkan dirawat di rumah sakit karena diduga overdosis ganja. Satu di antaranya akhir meninggal. Meski demikian, Anutin menekankan bahwa warga itu meninggal bukan karena overdosis ganja, melainkan gagal jantung.
Sebagaimana telah diberitakan, Thailand meresmikan penggunaan dan penanaman ganja untuk keperluan medis dan bisnis pada 9 Juni lalu. Pemerintah ingin meningkatkan taraf kesehatan warga dan perekonomian negara. (cnni/mmr)










