Koranindopos.com, Jakarta – Jakarta kembali menjadi sorotan dalam perayaan Hari Batik Nasional 2025. TM Thamrin City, yang dikenal sebagai Pusat Batik Nusantara terbesar, menggelar acara dengan tema “Satu Kain Sejuta Cerita” di Tunnel Park, lantai dasar 1. Momen ini tidak hanya sekadar seremoni, melainkan juga wujud nyata komitmen dalam melestarikan budaya sekaligus memperkuat eksistensi batik sebagai identitas bangsa.
Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai acara mulai dari Batik Fashion Show, Kids Batik Fashion Festival, Traditional Dance Competition, hingga lomba mencanting. Sejumlah tokoh turut hadir, termasuk Ketua Dekranasda DKI Jakarta Hani Pramono Anung, Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo, serta Center Director TM Thamrin City Mualim Wijoyo yang secara resmi membuka perayaan ini.
Dalam sambutannya, Mualim Wijoyo menegaskan peran Thamrin City sebagai rumah besar bagi para pelaku UMKM batik. Menurutnya, mal ini tidak hanya sekadar menjadi destinasi belanja, melainkan juga wadah bagi para pengrajin batik untuk mengembangkan kreativitas dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Thamrin City terus berkembang menjadi rumah bagi ratusan tenant batik yang mewakili berbagai daerah di Indonesia. Melalui momentum Hari Batik Nasional 2025 ini, kami ingin menunjukkan komitmen kami dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM batik di Jakarta,” ujarnya.

Mualim menambahkan, batik kini bukan lagi dipandang sebagai kain cokelat tradisional. Para pengrajin telah berinovasi dengan warna, motif, dan model yang lebih modern, sehingga membuat batik semakin digemari lintas generasi. Ia menyebutkan bahwa transformasi inilah yang menjadikan batik dicintai, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara tetangga. “Batik sekarang menjadi primadona, bukan hanya di tanah air, tetapi juga diminati di negara-negara ASEAN,” tegasnya.
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, turut memberikan apresiasi. Ia menilai keberadaan Thamrin City menjadi bukti nyata sinergi positif antara sektor swasta dan pemerintah. “TM Thamrin City merupakan salah satu mal yang selalu mendukung program Dinas PPKUKM dalam menumbuhkan perekonomian melalui kegiatan UMKM. Kita semua mengetahui bahwa UMKM berperan penting dalam meningkatkan perekonomian dalam negeri,” katanya.
Selain mengandalkan transaksi langsung, tenant batik di Thamrin City kini juga aktif memanfaatkan teknologi. Media sosial, platform e-commerce, hingga kecerdasan buatan digunakan untuk memperluas pasar. Menurut Mualim, kombinasi strategi online dan offline menjadi kunci untuk menjaga eksistensi pedagang. Hal ini terbukti mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus menjangkau pembeli dari berbagai negara.
Tidak hanya wisatawan lokal, Thamrin City juga menjadi magnet bagi turis mancanegara. Pengunjung terbanyak berasal dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, dan Filipina. Bahkan, ada pedagang batik dari Thamrin City yang telah berhasil memperluas usahanya hingga ke Eropa dan Amerika Serikat. Fenomena ini menunjukkan bahwa batik semakin memiliki daya saing di pasar global.
Ke depan, Thamrin City berkomitmen untuk terus berbenah. Namun, Mualim menegaskan bahwa kunci utama tetap berada di tangan para pedagang. “Mau mal sebagus apapun, kalau pedagangnya tidak kreatif, ya sulit berkembang. Sekarang model, warna, hingga cara berdagang sudah berbeda. Kreativitas itulah yang menjadi faktor utama,” ujarnya menutup sesi wawancara.
Melalui perayaan Hari Batik Nasional 2025 ini, Thamrin City tidak hanya mengukuhkan diri sebagai Pusat Batik Nusantara terbesar, tetapi juga sebagai motor penggerak UMKM sekaligus garda depan dalam menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap bersinar di panggung dunia. (BrglKul)










