Koranindopos.com, Jakarta – Aktor senior Tora Sudiro kembali menunjukkan keberaniannya dalam memilih peran dengan terlibat sebagai pemeran utama dalam film horor terbaru berjudul Janur Ireng. Dalam karya yang disutradarai Kimo Stamboel ini, Tora dipercaya memerankan Arjo Kuncoro, sosok pria dengan karakter kompleks yang jauh dari citra komedi yang selama ini melekat pada dirinya. Film tersebut menjadi salah satu penanda perubahan arah karier Tora di akhir 2025.
Keputusan Tora menerima tawaran ini tidak datang begitu saja. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai aktor komedi, ia merasa perlu mencari tantangan baru. Dorongan itu muncul ketika ia mendapat panggilan casting dari Manoj Punjabi. “Saya sudah kekeringan komedi soalnya, saya mau coba main horor. Pas dapet tawaran casting dari pak Manoj saya mau,” kata Tora Sudiro ketika ditemui di gedung MD Place Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2025).
Bagi Tora, horor bukan sekadar genre berbeda, melainkan ruang baru untuk menguji kemampuan aktingnya. Ia mengaku lelah terus-menerus dituntut menghibur penonton. “Kenapa horor, saya Capek bikin ketawa orang, udah banyak yg lucu soalnya. Mudah-mudahan yang ini merindingnya dapet ya,” tambahnya. Pernyataan tersebut menegaskan keinginannya untuk tampil dengan spektrum emosi yang lebih gelap dan serius.
Peran Arjo Kuncoro sendiri menghadirkan tantangan teknis yang tidak ringan. Salah satunya adalah tuntutan dialog dengan nada suara rendah dan stabil, sesuatu yang tidak biasa bagi Tora. “Saya suaranya agak cempreng, pas disuruh dialog nada yang rendah ini challanging. Pokoknya saya beda banget lah penampilannya disini,” jelas pria berusia 52 tahun tersebut. Ia harus mengontrol intonasi agar karakter terasa meyakinkan.

Suami aktris Mieke Amalia ini juga harus menahan kebiasaan tubuhnya yang ekspresif. Arjo Kuncoro digambarkan sebagai lelaki sopan, tenang, dan tidak banyak bergerak. Hal ini membuat Tora harus berdisiplin menahan gestur spontan yang selama ini menjadi ciri khasnya di film-film komedi.
Pada awal proses, keraguan sempat muncul. Tora mempertanyakan apakah dirinya mampu menyelami karakter sedingin Arjo. Namun situasi syuting yang berlangsung di bulan puasa justru membantunya masuk ke suasana peran. “Mungkin karena syuting bulan puasa jadi bisa serius ya. Karena bawaannya laper kan. Terus berangkat syuting saya cuma mikir, buka puasa hari ini pakai apa,” ucapnya dengan nada bercanda.
Pengalaman tersebut ternyata meninggalkan kesan mendalam. Film Janur Ireng yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 24 Desember 2025 ini membuat Tora mengaku mulai ketagihan bermain film horor. “Kedepan mau lagi apa tidak, semua tergantung ‘waktunya’. Kalau cocok sih oke aja,” ujar Tora Sudiro sambil memainkan jarinya.
Dari sisi sutradara, Kimo Stamboel memberikan apresiasi tinggi terhadap totalitas Tora. Ia menilai aktor kelahiran Jakarta ini memiliki rentang emosi yang luas dan mampu menghidupkan karakter Arjo. “Dia pas casting diminta satu dikirim empat. Range aktingnya luas dan sosok Arjo yang psyco memang ada di dia,” kata Kimo Stamboel.
Karakter Arjo Kuncoro sendiri digambarkan sebagai pria normal di permukaan, namun menyimpan sisi psikologis gelap yang tidak disadari banyak orang. Kompleksitas inilah yang menjadi kekuatan cerita Janur Ireng, sekaligus alasan Tora dianggap tepat memerankan tokoh tersebut.
Sebagai proyek penutup tahun dari MD Pictures, Janur Ireng turut dibintangi Rio Dewanto, Masayu Anastasia, Ratu Rafa, serta sejumlah aktor lainnya. Kehadiran Tora Sudiro dengan wajah baru yang jauh dari komedi diharapkan memberi warna segar bagi film horor Indonesia sekaligus menegaskan transformasi kariernya di usia matang. (Brg/Hend)
















