koranindopos.com – Jakarta. Sebuah tragedi memilukan terjadi di Dusun Borongmanempa, Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Seorang pria bernama Farkhan Marozi (47) ditemukan tewas setelah dianiaya secara sadis oleh enam orang yang merupakan rekan bisnisnya. Yang membuat insiden ini semakin memilukan, pembunuhan tersebut terjadi di depan anak dan istri korban.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Aris Satrio, menjelaskan bahwa para pelaku dan korban adalah perantau asal Jawa yang telah lama menetap di wilayah tersebut. Mereka tidak hanya menjalin hubungan bisnis, tetapi juga bertetangga. Namun, hubungan baik itu berubah menjadi tragedi setelah korban dan para pelaku terlibat cekcok terkait masalah bisnis dan utang piutang.
Insiden cekcok tersebut terjadi pada Selasa, 8 Oktober 2024, yang kemudian memicu aksi keji para pelaku. Dalam keadaan penuh emosi, mereka menyerang korban dengan brutal hingga tewas di lokasi kejadian.
Menurut keterangan pihak kepolisian, tindakan keji para pelaku dilakukan tanpa memedulikan kehadiran istri dan anak korban yang menyaksikan langsung pembunuhan tersebut. Setelah menghabisi nyawa korban, para pelaku bahkan berusaha menguburkan jasadnya di area sekitar untuk menghilangkan jejak kejahatan mereka.
“Tindakan ini sungguh biadab. Korban dianiaya hingga meninggal di depan keluarganya, dan para pelaku mencoba menguburkan jasad korban secara diam-diam,” ungkap AKP Aris.
Tragedi ini tidak hanya membawa dampak besar bagi keluarga korban, tetapi juga mengguncang masyarakat Dusun Borongmanempa. Warga desa dikabarkan mulai merasa tidak aman hingga memutuskan untuk mengungsi atau eksodus ke tempat lain.
“Peristiwa ini menciptakan rasa trauma yang mendalam di masyarakat. Banyak yang takut dengan keberadaan para pelaku dan dampak yang mungkin timbul dari konflik ini,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
Saat ini, enam pelaku telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dan ditahan di Polres Bulukumba. Proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap motif lebih jelas dari pembunuhan ini, termasuk detail mengenai cekcok bisnis yang menjadi latar belakangnya.
Polisi juga berkomitmen untuk memberikan rasa aman kepada warga sekitar dan mencegah insiden serupa terjadi di masa depan. “Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan para pelaku menerima hukuman yang setimpal,” tegas AKP Aris.(dhil)










