JAKARTA, koranindopos.com – PT Transpotasi Jakarta (Transjakarta) kembali menambah armada bus listrik. Itu ditandai dengan peluncuran armada baru dari tiga merek, yakni Zhongtong, Skywell, dan Golden Dragon di Pool Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Bus tersebut akan diuji coba di jalur Non Bus Rapid Trans (BRT) rute Kampung Melayu – Tanah Abang.
Diharapkan bus listrik baru ini dapat menambah armada ramah lingkungan Transjakarta, yang kini sudah beroperasi sebanyak 30 unit. Transjakarta menargetkan 100 bus listrik bisa beroperasi di DKI Jakarta pada akhir 2022. Upaya itu dilakukan sesuai cita-cita Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencapai net zero emission atau nol emisi karbon pada 2030.
Direktur Utama PT Transjakarta Yana Aditya mengatakan, uji coba bus listrik baru ini bertujuan mengetahui kemampuan dan kesiapan bus sebelum resmi beroperasi. Tahap pengujian yang akan dilakukan mulai dari uji coba beban selama tiga bulan, ketahanan baterai, hingga sertifikasi kesesuaian terhadap kebutuhan Transjakarta.
”Kami ingin pastikan bus-bus memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang berlaku di Transjakarta. Sebab dalam jangka panjang, fokus kami tidak hanya memberi akses transportasi yang aman dan nyaman saja tetapi ramah lingkungan juga,” kata Yana pada Rabu (8/6/2022).
Ketiga bus listrik baru tersebut memiliki daya baterai yang berbeda-beda. Untuk bus listrik Transjakarta dari Zhongtong dilengkapi baterai sebesar 350 kWh dengan dua mode pengisian daya. Kemudian dari Skywell mengusung baterai Lithium Ion Phosphate (LiGePo4) berdaya 322 kWh dengan pengisian daya selama dua jam. Sedangkan dari Golden Dragon memili kapasitas baterai sebesar 326 kWh dengan waktu pengisian daya selama satu jam.
Yana menyebut, pihaknya juga menyiapkan infrastruktur yang memadai agar masyarakat aman dan nyaman menggunakan bus listrik. ”Tentu kita mempersiapkannya paraler, penyiapan infrastruktur untuk kendaraan listrik kita hitung dari jumlah bus yang ada kita juga harus siapkan charger stasiun, sekarang sudah kita siapkan ada yang di Cawang dan di beberapa tempat lain,” paparnya.
Yana mengatakan, pihaknya menargetkan 10.047 armada bus listrik yang akan meluncur di jalanan ibu kota pada 2030. Pengadaan bus listrik akan dilakukan secara bertahap. Ia merinci dana yang diperuntukan untuk peluncuran bus listrik di Jakarta. Dana itu berasal dari operator yang bekerjasama dengan Agen Pemilik Merk (APM).
”Kalau dalam rencana kerja kita 2030 itu 10.047 unit dan itu secara bertahap. Untuk biaya itu dikeluarkan oleh operator bukan oleh kita, kita hanya menyediakan pilihan, jadi kalau bicara mengenai anggaran atau segala macam misalnya satu bus listrik senilai Rp 5 miliar ya bisa dikalikan sendiri dengan rencana kerja,” jelasnya. (wyu/mmr)










