Jumat, 23 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

TPST Bantargebang Tampung 9.000 Ton Sampah per Hari, Jakarta Benarkah Sudah Darurat?

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
4 September 2026
in Megapolitan
A A
0
TPST Bantargebang Tampung 9.000 Ton Sampah per Hari, Jakarta Benarkah Sudah Darurat?

FFoto: dok. kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA– Jakarta menghadapi persoalan serius dalam pengelolaan sampah. Setiap hari, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang menampung sekitar 9.000 ton sampah dari berbagai wilayah Ibu Kota.

Besarnya volume sampah yang terus dikirim ke Bantargebang menjadi salah satu indikator bahwa Jakarta membutuhkan perubahan besar dalam sistem pengelolaan sampah.

“Kalau disebut darurat sampah iya ya, indikatornya jelas,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin dalam wawancara khusus dengan Kompas.com.

Persoalannya bukan hanya seberapa banyak sampah yang dihasilkan masyarakat, tetapi juga bagaimana sampah tersebut dikelola sebelum berakhir di tempat pembuangan.

Artikel Terkait

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi

Mulai 1 Agustus 2026, Pemprov DKI Jakarta mulai mengubah pola pengelolaan sampah di TPST Bantargebang. Jakarta secara bertahap meninggalkan praktik open dumping menuju sistem controlled landfill.

Selama bertahun-tahun, pengelolaan sampah Jakarta sangat bergantung pada pola sederhana: sampah dikumpulkan dari rumah, diangkut menggunakan armada, kemudian dibuang ke Bantargebang.

Model tersebut menghadapi tantangan ketika volume sampah terus meningkat sementara kemampuan tempat pembuangan memiliki batas.

Karena itu, perubahan tidak cukup hanya dilakukan di Bantargebang. Sampah harus mulai dikurangi dan dipilah sejak dari sumbernya.

Pemprov DKI menargetkan sekitar 25 persen sampah yang dikirim ke Bantargebang mulai 1 Agustus 2026 sudah berupa residu hasil pengolahan. Artinya, sebagian sampah diharapkan telah dipilah dan diolah terlebih dahulu sebelum dikirim ke lokasi pembuangan.

Perubahan ini membuat rumah tangga menjadi salah satu titik penting dalam sistem baru pengelolaan sampah Jakarta.

Pemilahan sampah dari sumber menjadi semakin penting karena sampah yang tercampur akan lebih sulit diolah kembali.

Sampah organik, plastik, kertas, logam, dan jenis sampah lainnya memiliki karakteristik serta metode pengolahan yang berbeda.

Jika seluruh jenis sampah langsung dicampur, sebagian besar berakhir sebagai residu yang harus dibuang ke tempat pemrosesan akhir.

Sebaliknya, pemilahan sejak dari rumah membuka peluang lebih besar untuk mengolah sampah menjadi kompos, bahan daur ulang, atau produk lain yang memiliki nilai guna.

Karena itu, perubahan sistem ini juga menuntut perubahan kebiasaan masyarakat.

Warga tidak lagi sekadar membuang sampah ke tempat penampungan dan menyerahkan seluruh proses kepada petugas. Masyarakat akan didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah.

Konsekuensi perubahan sistem tersebut juga cukup besar. Warga akan diminta memastikan sampah yang dihasilkan sudah dipilah.

Dalam penerapannya, sampah yang tidak dipilah berpotensi tidak lagi diangkut apabila ketentuan tersebut mulai diberlakukan secara penuh.

Kebijakan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena keberhasilan sistem pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah.

Diperlukan keterlibatan rumah tangga, pengelola kawasan, petugas pengangkutan, fasilitas pengolahan, hingga masyarakat yang menjalankan aktivitas ekonomi.

Tanpa perubahan perilaku di tingkat rumah tangga, beban pengolahan di hilir akan tetap besar.

Perubahan di Bantargebang menjadi bagian dari roadmap pemerintah untuk mengakhiri praktik open dumping.

Dalam sistem controlled landfill, sampah ditimbun secara lebih teratur, kemudian diratakan dan dipadatkan. Setelah itu, sampah ditutup secara berkala menggunakan material tertentu.

Sistem tersebut ditujukan untuk mengurangi bau, menekan risiko kebakaran, meminimalkan dampak lingkungan, serta mengurangi potensi longsor.

Namun, controlled landfill bukan berarti persoalan sampah Jakarta selesai.

Sistem tersebut tetap membutuhkan pengurangan volume sampah yang masuk. Semakin sedikit sampah yang harus ditimbun, semakin besar peluang memperpanjang usia pengelolaan TPST Bantargebang.

Pemprov DKI telah menyusun tahapan perubahan pengelolaan sampah di Bantargebang.

Pada 2027, penggunaan media pelindung ditargetkan diterapkan di dua titik buang dengan target 50 persen sampah yang masuk sudah berupa residu hasil pengolahan.

Pada 2028, penerapannya ditingkatkan menjadi tiga titik buang dengan target 75 persen sampah yang masuk berupa residu. Zona landfill yang sudah tidak aktif juga ditargetkan mulai ditutup.

Kemudian pada 2029, seluruh sampah yang masuk ke TPST Bantargebang ditargetkan sudah melalui proses pengolahan dan hanya menyisakan residu. Dengan demikian, praktik open dumping diharapkan dapat dihentikan sepenuhnya.

Target tersebut menunjukkan bahwa persoalan Bantargebang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Perubahan harus dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir.

Besarnya volume sampah yang setiap hari dikirim ke Bantargebang menunjukkan bahwa persoalan pengelolaan sampah Jakarta memang sudah berada pada tahap serius.

Namun, perubahan sistem mulai dilakukan.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah Jakarta perlu berbenah, melainkan seberapa cepat perubahan tersebut dapat berjalan dan apakah masyarakat siap mengikutinya.

Pemerintah harus memastikan fasilitas pemilahan dan pengolahan tersedia serta mampu menerima sampah yang sudah dipisahkan masyarakat.

Di sisi lain, warga juga harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Memilah sampah dari rumah mungkin terlihat sederhana, tetapi membutuhkan konsistensi jutaan orang agar dampaknya benar-benar terasa.

Bantargebang selama ini menjadi ujung dari perjalanan sampah Jakarta. Namun, pola tersebut perlahan harus berubah.

Ke depan, Bantargebang tidak lagi ideal jika hanya menjadi tempat menerima seluruh sampah yang dihasilkan Ibu Kota.

Sampah harus dipandang sebagai material yang dapat dipilah, diolah, digunakan kembali, atau didaur ulang sebelum hanya menyisakan residu.

Dengan target penghentian open dumping pada 2029, Jakarta memiliki waktu beberapa tahun untuk membangun sistem baru tersebut.

Keberhasilan perubahan ini pada akhirnya akan ditentukan oleh dua hal: kesiapan pemerintah menyediakan sistem pengelolaan yang memadai dan kesediaan masyarakat mengubah kebiasaan membuang sampah.

Sebab, selama sampah masih bercampur sejak dari rumah dan seluruhnya berakhir di Bantargebang, persoalan sampah Jakarta hanya akan berpindah tempat, bukan benar-benar terselesaikan.(dhil/kmps)

Topik: bantargebangtpst

TerkaitBerita

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama
Megapolitan

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober
Megapolitan

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi
Megapolitan

Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR
Megapolitan

Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

22 Oktober 2026
Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

22 Oktober 2026
The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

22 Oktober 2026
Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

22 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5028 shares
    Share 2011 Tweet 1257
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1085 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya