koranindopos.com – Jakarta. Otoritas Turki memanggil Duta Besar Iran di Ankara untuk menyampaikan protes resmi setelah sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran sempat mengarah ke wilayah udara Turki. Rudal tersebut akhirnya berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara NATO sebelum memasuki wilayah Turki.
Langkah diplomatik itu diambil pemerintah Ankara sebagai respons atas insiden yang dinilai berpotensi membahayakan keamanan kawasan. Turki juga menyampaikan pesan khusus kepada Teheran agar tidak memperluas konflik yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan meningkat sejak akhir pekan lalu ketika Iran terlibat pertempuran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Dalam eskalasi tersebut, Teheran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel serta negara-negara Teluk yang diketahui menampung aset militer Amerika Serikat.
Kementerian Pertahanan Nasional Turki sebelumnya mengonfirmasi adanya amunisi balistik yang ditembakkan dari Iran dan mengarah ke wilayah udara Turki. Namun, rudal tersebut berhasil dicegat sebelum mencapai wilayah negara itu.
Menurut pihak kementerian, rudal tersebut dinetralisir oleh unit pertahanan udara dan sistem rudal milik NATO yang ditempatkan di kawasan Mediterania Timur. Sistem tersebut merupakan bagian dari jaringan pertahanan kolektif aliansi militer tersebut.
Turki sendiri merupakan salah satu negara anggota NATO dan memiliki peran strategis dalam sistem pertahanan kawasan, terutama di wilayah Mediterania dan Timur Tengah.
Melalui pemanggilan duta besar Iran, Ankara menegaskan pentingnya menjaga stabilitas regional serta menghindari tindakan yang dapat memperluas konflik. Pemerintah Turki juga mengingatkan agar setiap pihak menahan diri dan menghindari langkah yang dapat memicu ketegangan lebih lanjut di kawasan.(dhil/dtk)










