Kamis, 1 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Upaya Kemendikbudristek Tingkatkan Mutu Pembelajaran Vokasi dalam Bidang Industri Kreatif

Admin oleh Admin
26 September 2021
in Nasional, tidak kategori
A A
0
Upaya Kemendikbudristek Tingkatkan Mutu Pembelajaran Vokasi dalam Bidang Industri Kreatif
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOS JAKARTA – Searah dengan kebijakan Presiden RI Jokowi, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), terus mendorong tercapainya visi nasional dalam mewujudkan SDM unggul, melalui peningkatan mutu pembelajaran vokasi di bidang industri kreatif. Upaya tersebut diwujudkan dengan meresmikan Pendidikan Tinggi Vokasi Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP).

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyatakan bahwa ini merupakan bukti keseriusan dan komitmen Kemendikbudristek dalam mencapai visi nasional perwujudan SDM Unggul. Seperti yang diketahui, Kemendikbudristek telah menghadirkan skema baru dalam kolaborasi satuan pendidikan dengan mitra usaha dan industri, yakni link and match 8+i. Ia mengatakan, kehadiran MNP merupakan harapan baru dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran vokasi, khususnya di bidang industri kreatif.

“Bapak presiden Jokowi sempat menyatakan bahwa dalam satu kesempatan, industri kreatif merupakan industri masa depan yang berperan besar sekali dalam membangun ekonomi nasional. Saya yakin, MNP akan menjadi jawaban untuk kebutuhan kita memiliki pelaku industri kreatif yang tidak hanya terampil, tetapi punya memiliki kompetisi manajerial, kreatif, dan berani berinovasi,” ucapnya.

Melengkapi, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Wikan Sakarinto memaparkan beberapa upaya meningkatkan mutu pembelajaran vokasi di bidang industri kreatif. Pertama, tingkatkan pemahaman konteks dengan lebih kuat. Kedua, terkait kebijakan link and match dan link and super match.

Artikel Terkait

Kejagung Limpahkan 6 Tersangka Korupsi MBG ke Penuntut Umum, Kerugian Negara Rp10 Triliun

Gus Kikin Targetkan Pelantikan Pengurus PBNU 2026-2031 Sekitar Hari Santri

Pemerintah Janjikan Subsidi Upah Rp 300 Ribu Per Orang Sampai Akhir Tahun

Terkait poin pertama, Dirjen Wikan menyampaikan bahwa MNP akan menciptakan dampak hebat bagi Indonesia yang menjadi salah satu kunci kekuatan bangsa di masa depan  dan akan menjadi pusat inovasi atau teaching factory. Lalu poin kedua terkait kebijakan link and match 8+i, menurutnya kebijakan utama dalam menerjemahkan merdeka belajar adalah dengan mengakomodasi delapan poin minimum link atau link and match 8+i, serta lebih terang-terangan untuk vokasi.

“Link and match bukan barang baru, ini sudah lahir tahun 1980-an. Kalau kita perhatikan, indeks produktivitas SDM, kita bicara bonus demografi, membicarakan kekuatan Indonesia 2025 akan menjadi top five dengan PDB terbesar di dunia, itu benar adanya. Tetapi kita punya tugas yang besar yaitu meningkatkan produktivitas SDM. Jadi disini terlihat, yang jadi masalah bukan pada hard skills, tetapi lebih pada komitmen, soft skills, dan karakter,” terangnya.

Saat ini ungkap Wikan, masih terdapat empat keluhan industri terhadap lulusan vokasi. Pertama adalah kurangnya ketahanan dalam menghadapi tekanan dunia kerja. Kedua, kemampuan komunikasi lisan dan tulisan yang kurang baik. Ketiga, kurangnya kemampuan kerja sama dan keempat kurangnya inisiatif dan mudah bosan, itu terkait soft skills dan karakter. “Link and match ini jangan hanya penandatanganan MoU saja, tetapi juga harus bisa menghasilkan sebuah produk yang bisa dihilir ke pasar industri dan masyarakat,” tegasnya lagi.

Di sisi lain, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Agus Setyo Budi mengatakan bahwa bagi Kemendikbudristek, pendidikan menjadi prioritas utama di Indonesia untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan dunia. “Pendidikan yang tepat sasaran akan menentukan mutu SDM di sebuah negara,” ucapnya yakin.

Ketua Yayasan Multimedia Nusantara, Teddy Surianto dalam sambutan menuturkan, pendidikan vokasi adalah bentuk perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan bangsa saat ini. Menurut hemat dia, jawaban yang paling relevan di tengah kondisi seperti ini adalah mengembangkan SDM yang menguasai keterampilan esensial dan kritikal. Sejalan dengan itu, kolaborasi dan kearifan lokal merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan tersebut.

“Pada kesempatan ini, atas nama yayasan, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Kontribusi kalian adalah perbuatan mulia bagi MNP untuk menjalankan misinya yaitu meningkatkan daya saing bangsa melalui pembangunan SDM unggul. Terima kasih Mendikbudristek, Dirjen Vokasi dan jajaran, LLDIKTI Wilayah III yang telah memberikan pembinaan pendirian MNP,” sampainya.

Sebagai simbol peresmian, acara ditutup dengan penandatanganan prasasti MNP yang dilakukan oleh Harli Oyong, Lilik Oetomo, Irwan Utama, Beni Bandanajaya, ST Sulastro, Agus Setiabudi, Teddy Surianto, dan Wikan Sakarinto.

MNP merupakan pendidikan tinggi vokasi yang baru diresmikan dan berlokasi di Gading Serpong, Tangerang. Terdapat tiga program studi yang berkaitan dengan Industri Kreatif, di antaranya Animasi Digital, Logistik Elektronik Niaga, dan Pengelolaan Acara. Nantinya, masing-masing prodi tersebut memiliki lulusan bergelar sarjana terapan (D4).

Sumber : Kemendikbud

TerkaitBerita

Kejagung Limpahkan 6 Tersangka Korupsi MBG ke Penuntut Umum, Kerugian Negara Rp10 Triliun
Nasional

Kejagung Limpahkan 6 Tersangka Korupsi MBG ke Penuntut Umum, Kerugian Negara Rp10 Triliun

oleh Editor : Affandy
1 Oktober 2026
Gus Kikin Targetkan Pelantikan Pengurus PBNU 2026-2031 Sekitar Hari Santri
Nasional

Gus Kikin Targetkan Pelantikan Pengurus PBNU 2026-2031 Sekitar Hari Santri

oleh Editor : Affandy
1 Oktober 2026
BANTUAN SOSIAL: Warga penerima manfaat antre mencairkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kantor Pos Indramayu, Jawa Barat pada 23 Mei 2023. (Foto Ilustrasi: ANTARA/Dedhez Anggara)
Nasional

Pemerintah Janjikan Subsidi Upah Rp 300 Ribu Per Orang Sampai Akhir Tahun

oleh Editor : Memoarto
1 Oktober 2026
Rudyono Darsono Sampaikan Harapan Pembenahan Hukum kepada Presiden Prabowo
Nasional

Rudyono Darsono Sampaikan Harapan Pembenahan Hukum kepada Presiden Prabowo

oleh Editor : Akula
30 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

BANTUAN SOSIAL: Warga penerima manfaat antre mencairkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kantor Pos Indramayu, Jawa Barat pada 23 Mei 2023. (Foto Ilustrasi: ANTARA/Dedhez Anggara)

Pemerintah Janjikan Subsidi Upah Rp 300 Ribu Per Orang Sampai Akhir Tahun

1 Oktober 2026
KELOMPOK MILISI: Pasukan Houthi di Yaman. (Foto Ilustrasi: dok./ REUTERS/Khaled Abdullah)

Houthi Pakai Rudal Pelacak Panas Buatan Iran

1 Oktober 2026
KEPUTUSAN BERSALAH: Ekspresi Skuad Manchester City di Derby Manchester. (Foto: (c) AP Photo/Ian Hodgson)

Komisi Independen Premier League Menyatakan City Bersalah

1 Oktober 2026
BPOM Sita 2,08 Juta Produk Impor Ilegal Senilai Rp25 Miliar di Gudang Tangerang

BPOM Sita 2,08 Juta Produk Impor Ilegal Senilai Rp25 Miliar di Gudang Tangerang

1 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4816 shares
    Share 1926 Tweet 1204
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    369 shares
    Share 148 Tweet 92
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    974 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Timnas Garuda Libas Singapura 2-0 Tapi Belum Puncaki Klasemen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya