MALAYSIA, koranindopos.com- Skandal Pandora Papers menjadi sorotan pejabat sejumlah negara di dunia. Tidak terkecuali pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim. Dia mendesak parlemen menggelar rapat darurat guna mengusut tuntas nama sejumlah tokoh negeri Jiran masuk dalam daftar laporan aset di surga pajak atau Pandora Papers.
Hal tersebut dia sampaikan dalam rapat parlemen pada Senin (11/10). Anwar lalu mengunggah penggalan pidato itu melalui akun Twitter pribadinya. “Pandora Papers adalah isu besar yang mesti dibahas oleh dewan ini dengan secara terperinci,” kata Anwar di kolom keterangan.
Anwar mengatakan bahwa para pejabat yang disebut dalam Pandora Papers tersebut sudah menyangkal tidak terlibat dalam skandal aset di surga pajak itu. ”Saya ingin tekankan bahwa hal ini jauh lebih besar dari pembahasan kita yang lain,” ujar Anwar dalam video tersebut.
Anwar kemudian mengutarakan berbagai kejanggalan karena pemerintah seakan tak menganggap laporan Pandora Papers ini serius. “Aneh sekali mengapa tidak ada kekuatan politik untuk memastikan perkara ini diselidiki dan uang yang haram yang diambil dari negara kita bisa dikembalikan untuk rakyat,” tutur Anwar sebabagaimana dilansir dari CNN Indonesia.
Di akhir video itu, Anwar juga berkata, “Saya mau anggota parlemen untuk menggunakan ruang apa pun agar tidak bersekongkol untuk menutup masalah ini.”
Anwar melontarkan desakan ini ketika Negeri Jiran tengah heboh akibat kemunculan nama sejumlah pejabat di Pandora Papers, termasuk Menteri Keuangan, Tengku Zafrul Aziz.
Sebagaimana dilansir Associated Press, Pandora Papers mengungkap bahwa Tengku menjabat sebagai direktur di salah satu bank dan perusahaan di surga pajak. Tengku kemudian merilis pernyataan bahwa ia sudah tak lagi menjabat di perusahaan tersebut.
Selain itu, Pandora Papers juga menyebut sejumlah nama tokoh Malaysia lainnya, seperti mantan Menkeu, Daim Zainuddin dan mantan Wakil Perdana Menteri, Ahmad Zahid Hamidi. Pandora Papers sendiri merupakan rangkaian bocoran data yang dihimpun oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ). (ls/brg)










