Namun, setelah penelusuran lebih lanjut, pihak Polsek Kelapa Gading memberikan klarifikasi terkait peristiwa yang sebenarnya terjadi. Kapolsek Kelapa Gading menjelaskan bahwa gerbang Polsek ditutup pada Jumat malam, 22 November 2024, bukan karena tidak melayani warga, tetapi karena adanya aksi massa yang mendesak pihak kepolisian untuk membebaskan salah satu tersangka kasus narkoba.
Menurut penjelasan pihak kepolisian, pria dalam video tersebut ternyata adalah anggota keluarga dari tersangka narkoba yang baru saja ditangkap oleh Polsek Kelapa Gading. Massa yang hadir berusaha memaksa masuk ke dalam Polsek dengan tujuan untuk membebaskan tersangka yang mereka klaim seharusnya dibebaskan.
“Gerbang Polsek ditutup untuk alasan keamanan, mengingat adanya massa yang mencoba memaksa masuk dan mendesak agar tersangka narkoba dibebaskan,” ujar Kapolsek Kelapa Gading, seperti dilansir dari keterangan resmi.
Peristiwa ini menegaskan bahwa situasi yang terekam dalam video tersebut bukanlah penutupan Polsek secara sepihak atau pelayanan yang dihentikan, melainkan respons kepolisian terhadap situasi yang mengancam keamanan. Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa kondisi tersebut dapat menciptakan potensi kericuhan yang membahayakan, sehingga tindakan menutup gerbang diambil untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Polsek Kelapa Gading mengimbau masyarakat untuk selalu menempuh jalur hukum yang benar dalam menangani kasus apapun dan tidak melibatkan kekerasan atau tekanan terhadap pihak kepolisian. Polisi juga berkomitmen untuk tetap menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh profesionalisme.(dhil)