Sabtu, 18 April 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Kesehatan

Wanita Idap Diabetes Tipe 2 di Usia 29, Dinyatakan Remisi karena Kebiasaan Ini

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
22 September 2025
in Kesehatan
0
wanita sakit

Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Niphon Khiawprommas)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA – Hollie Beattie, seorang wanita asal Aberdeenshire, membagikan kisahnya yang didiagnosis diabetes tipe 2 di usia yang begitu muda. Pada saat itu, ia baru berusia 29 tahun.

Kronologinya bermula saat Hollie memeriksakan diri ke dokter umum karena keluhan pada dada. Ia tidak menyangka, dari serangkaian tes darah yang dilakukan, salah satunya pemeriksaan HbA1c, hasilnya justru menunjukkan kadar gula darah tinggi. Saat itu juga ia dinyatakan mengidap diabetes tipe 2.

“Saya terkejut dan merasa mati rasa. Tidak ada riwayat diabetes di keluarga saya, dan sampai saat itu saya pikir diabetes tipe 2 hanya dialami oleh orang tua, saya baru berusia 29 tahun,” ucapnya, dikutip dari diabetes.org.uk, Senin (22/9/2025).

“Saya kemudian merasa sangat terpukul karena dokter umum saya terus berbicara tentang komplikasi serius yang terkait dengan diabetes dan pengobatan diabetes. Saya pun menangis tersedu-sedu,” lanjutnya.

Artikel Terkait

BPJS Kesehatan Soroti Hipertensi dan Diabetes sebagai Pemicu Gagal Ginjal

Viral Menu MBG Lele Mentah, Puluhan SPPG di Pamekasan Ditemukan Bermasalah

Cedera Akibat Olahraga, Gel Topikal Thrombovoren Emulgel Solusinya

Pada saat itu dokter menyarankan Hollie segera memulai terapi obat, sekaligus menunggu jadwal pemeriksaan lanjutan bersama perawat diabetes untuk mengecek tekanan darah, berat badan, hingga kondisi kakinya. Namun, Hollie sempat bimbang. Ia merasa belum siap untuk langsung bergantung pada obat-obatan.

Dengan keyakinan penuh, Hollie memutuskan untuk mencoba cara lain. Ia meminta izin dokter agar diberi kesempatan mengendalikan gula darah melalui perubahan gaya hidup, yakni dengan memperbaiki pola makan dan rutin berolahraga.

Dokter menyetujui permintaan itu, dengan catatan Hollie harus disiplin memantau kadar gula darahnya menggunakan alat glukosa yang disediakan klinik, serta segera melapor bila hasilnya tetap tinggi atau ada masalah yang membuatnya khawatir.

Kebiasaan yang Dilakukan Hollie
Setelah menerima diagnosis diabetes tipe 2, Hollie tahu bahwa ia harus melakukan perubahan besar dalam hidupnya. Langkah pertama yang ia ambil adalah belajar tentang pola makan sehat dan seimbang. Ia mulai memahami bahwa apa dan seberapa banyak makanan yang dikonsumsi bisa memberikan perbedaan besar terhadap kadar gula darah dan pengelolaan diabetes.

“Saya juga mulai memeriksa label pada makanan dan minuman kemasan yang saya makan dan minum untuk mendapatkan gambaran lebih baik tentang apa yang terkandung dalam produk tertentu sebagai dasar untuk mengurangi asupan gula dan melakukan beberapa perubahan,” kata Hollie.

“Terlebih lagi, saya mulai berjalan kaki secara teratur dan bergabung dengan program manajemen berat badan,” lanjutnya.

Selain mengubah pola makan, Hollie juga menambahkan aktivitas fisik ke dalam rutinitasnya. Ia mulai berjalan kaki secara teratur dan bergabung dengan program manajemen berat badan.

Program tersebut membantunya membangun kebiasaan makan baru yang lebih sehat sekaligus memberikan dukungan sosial.

“Saya menikmati rasa kebersamaan yang saya dapatkan saat berdiskusi dengan orang lain dalam kelompok yang merupakan bagian dari program ini,” ucapnya.

Tim dari program itu juga mendorong Hollie untuk tetap berhubungan dengan perawat diabetesnya. Ketika akhirnya ia bertemu dengan sang perawat, Hollie menjalani pemeriksaan HbA1c dan serangkaian tes lain yang memang direkomendasikan sejak awal.

Ia merasa sangat terbantu karena sang perawat bukan hanya memberikan dukungan dalam hal diet, tapi juga secara emosional.

Berhasil Remisi dari Diabetes Tipe 2
Bagi Hollie, mengetahui bahwa diabetes tipe 2 bisa mencapai tahap remisi menjadi sumber harapan besar. Itu memberinya tujuan nyata untuk diperjuangkan. Meski ia mengakui tidak selalu bisa menjaga pola makan sebaik yang diharapkan, Hollie belajar bahwa hidup adalah tentang keseimbangan.

“Melihat ke depan, bukan ke belakang, telah membuat saya termotivasi, dan mengetahui bahwa saya melakukannya demi kesehatan saya juga membuat saya tetap pada jalur yang benar,” lanjutnya.

Usahanya pun membuahkan hasil. Pada Desember 2023, Hollie mendapat telepon dari perawat diabetesnya yang membawa kabar menggembirakan, diabetes tipe 2 yang ia idap sudah dalam tahap remisi. Remisi berarti kadar HbA1c tetap berada di bawah batas normal selama lebih dari tiga bulan tanpa bantuan obat-obatan diabetes.

“Telepon itu sangat menyenangkan. Saya sampai meneteskan air mata,” kenang Hollie.

Perubahan pola makan yang lebih sehat serta rutinitas hidup yang lebih aktif membuat berat badan Hollie turun secara signifikan. Ia kini merasa jauh lebih sehat, baik secara fisik maupun mental. Lebih dari itu, pencapaiannya memberinya semangat hidup baru. Ia termotivasi untuk terus mempertahankan gaya hidup sehat yang sudah dijalani, dengan pola makan seimbang dan olahraga sebagai bagian penting dari kesehariannya. (detikHealth/sh)

Topik: diabetes

TerkaitBerita

BPJS Kesehatan Soroti Hipertensi dan Diabetes sebagai Pemicu Gagal Ginjal
Kesehatan

BPJS Kesehatan Soroti Hipertensi dan Diabetes sebagai Pemicu Gagal Ginjal

oleh Editor : Affandy
18 April 2026
Viral Menu MBG Lele Mentah, Puluhan SPPG di Pamekasan Ditemukan Bermasalah
Kesehatan

Viral Menu MBG Lele Mentah, Puluhan SPPG di Pamekasan Ditemukan Bermasalah

oleh Editor : Affandy
17 April 2026
CEDERA RINGAN: Seorang olahragawan mengalami cedera saat sesi latihan. (Foto Ilustrasi: dr.bella pricylla/flexfreeclinic.com)
Kesehatan

Cedera Akibat Olahraga, Gel Topikal Thrombovoren Emulgel Solusinya

oleh Editor : Memoarto
16 April 2026
Lebih Tenang Saat Rawat Inap, Kini Ada Layanan Pendamping Khusus di RS EMC Alam Sutera
Kesehatan

Lebih Tenang Saat Rawat Inap, Kini Ada Layanan Pendamping Khusus di RS EMC Alam Sutera

oleh Editor : Akula
16 April 2026
Bank Jakarta

Direkomendasikan

Annette Edoarda Kenang Syuting Film Songko, Menangis di Hari Terakhir Produksi

Songko, Film Horor yang Berbasis Budaya, 

18 April 2026
DPR Ingatkan Pemerintah soal Rencana Pemblokiran Wikipedia, Minta Pendekatan Hati-Hati

DPR Ingatkan Pemerintah soal Rencana Pemblokiran Wikipedia, Minta Pendekatan Hati-Hati

18 April 2026
DKI Jakarta Gelar Operasi Besar Tangkap Ikan Sapu-sapu, Hasilkan Hampir 7 Ton

DKI Jakarta Gelar Operasi Besar Tangkap Ikan Sapu-sapu, Hasilkan Hampir 7 Ton

18 April 2026
Pendaftaran UM-PTKIN 2026 Masih Dibuka, Ini Jalur Masuk dan Kampus Favoritnya

Pendaftaran UM-PTKIN 2026 Masih Dibuka, Ini Jalur Masuk dan Kampus Favoritnya

18 April 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2811 shares
    Share 1124 Tweet 703
  • Viral Dugaan Pelecehan Seks di Grup Chat Mahasiswa FHUI, Kasus Tengah Diusut

    339 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    630 shares
    Share 252 Tweet 158
  • Toyota Kijang Super 2026: Reinkarnasi Legendaris dengan Teknologi Hybrid Ramah Lingkungan

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • “Echo Chamber”, Pengganggu Pembelajaran Mendalam?

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya