Sabtu, 7 Maret 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Kesehatan

Wanita Idap Diabetes Tipe 2 di Usia 29, Dinyatakan Remisi karena Kebiasaan Ini

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
22 September 2025
in Kesehatan
0
wanita sakit

Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Niphon Khiawprommas)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA – Hollie Beattie, seorang wanita asal Aberdeenshire, membagikan kisahnya yang didiagnosis diabetes tipe 2 di usia yang begitu muda. Pada saat itu, ia baru berusia 29 tahun.

Kronologinya bermula saat Hollie memeriksakan diri ke dokter umum karena keluhan pada dada. Ia tidak menyangka, dari serangkaian tes darah yang dilakukan, salah satunya pemeriksaan HbA1c, hasilnya justru menunjukkan kadar gula darah tinggi. Saat itu juga ia dinyatakan mengidap diabetes tipe 2.

“Saya terkejut dan merasa mati rasa. Tidak ada riwayat diabetes di keluarga saya, dan sampai saat itu saya pikir diabetes tipe 2 hanya dialami oleh orang tua, saya baru berusia 29 tahun,” ucapnya, dikutip dari diabetes.org.uk, Senin (22/9/2025).

“Saya kemudian merasa sangat terpukul karena dokter umum saya terus berbicara tentang komplikasi serius yang terkait dengan diabetes dan pengobatan diabetes. Saya pun menangis tersedu-sedu,” lanjutnya.

Artikel Terkait

Vicks Baby Balm Gelar Hari #KasihNyamannya dan Perkenalkan Ritual “Oles, Pijat, LOVE”

​Keseimbangan Batin dan Fisik, Cara Reisa Broto Asmoro dan Akri Patrio Sambut Puasa Bersama Tropical

Perkuat Deteksi Dini Penyakit Langka, AstraZeneca Indonesia dan PAPDI Jaya Fokus pada Edukasi aHUS

Pada saat itu dokter menyarankan Hollie segera memulai terapi obat, sekaligus menunggu jadwal pemeriksaan lanjutan bersama perawat diabetes untuk mengecek tekanan darah, berat badan, hingga kondisi kakinya. Namun, Hollie sempat bimbang. Ia merasa belum siap untuk langsung bergantung pada obat-obatan.

Dengan keyakinan penuh, Hollie memutuskan untuk mencoba cara lain. Ia meminta izin dokter agar diberi kesempatan mengendalikan gula darah melalui perubahan gaya hidup, yakni dengan memperbaiki pola makan dan rutin berolahraga.

Dokter menyetujui permintaan itu, dengan catatan Hollie harus disiplin memantau kadar gula darahnya menggunakan alat glukosa yang disediakan klinik, serta segera melapor bila hasilnya tetap tinggi atau ada masalah yang membuatnya khawatir.

Kebiasaan yang Dilakukan Hollie
Setelah menerima diagnosis diabetes tipe 2, Hollie tahu bahwa ia harus melakukan perubahan besar dalam hidupnya. Langkah pertama yang ia ambil adalah belajar tentang pola makan sehat dan seimbang. Ia mulai memahami bahwa apa dan seberapa banyak makanan yang dikonsumsi bisa memberikan perbedaan besar terhadap kadar gula darah dan pengelolaan diabetes.

“Saya juga mulai memeriksa label pada makanan dan minuman kemasan yang saya makan dan minum untuk mendapatkan gambaran lebih baik tentang apa yang terkandung dalam produk tertentu sebagai dasar untuk mengurangi asupan gula dan melakukan beberapa perubahan,” kata Hollie.

“Terlebih lagi, saya mulai berjalan kaki secara teratur dan bergabung dengan program manajemen berat badan,” lanjutnya.

Selain mengubah pola makan, Hollie juga menambahkan aktivitas fisik ke dalam rutinitasnya. Ia mulai berjalan kaki secara teratur dan bergabung dengan program manajemen berat badan.

Program tersebut membantunya membangun kebiasaan makan baru yang lebih sehat sekaligus memberikan dukungan sosial.

“Saya menikmati rasa kebersamaan yang saya dapatkan saat berdiskusi dengan orang lain dalam kelompok yang merupakan bagian dari program ini,” ucapnya.

Tim dari program itu juga mendorong Hollie untuk tetap berhubungan dengan perawat diabetesnya. Ketika akhirnya ia bertemu dengan sang perawat, Hollie menjalani pemeriksaan HbA1c dan serangkaian tes lain yang memang direkomendasikan sejak awal.

Ia merasa sangat terbantu karena sang perawat bukan hanya memberikan dukungan dalam hal diet, tapi juga secara emosional.

Berhasil Remisi dari Diabetes Tipe 2
Bagi Hollie, mengetahui bahwa diabetes tipe 2 bisa mencapai tahap remisi menjadi sumber harapan besar. Itu memberinya tujuan nyata untuk diperjuangkan. Meski ia mengakui tidak selalu bisa menjaga pola makan sebaik yang diharapkan, Hollie belajar bahwa hidup adalah tentang keseimbangan.

“Melihat ke depan, bukan ke belakang, telah membuat saya termotivasi, dan mengetahui bahwa saya melakukannya demi kesehatan saya juga membuat saya tetap pada jalur yang benar,” lanjutnya.

Usahanya pun membuahkan hasil. Pada Desember 2023, Hollie mendapat telepon dari perawat diabetesnya yang membawa kabar menggembirakan, diabetes tipe 2 yang ia idap sudah dalam tahap remisi. Remisi berarti kadar HbA1c tetap berada di bawah batas normal selama lebih dari tiga bulan tanpa bantuan obat-obatan diabetes.

“Telepon itu sangat menyenangkan. Saya sampai meneteskan air mata,” kenang Hollie.

Perubahan pola makan yang lebih sehat serta rutinitas hidup yang lebih aktif membuat berat badan Hollie turun secara signifikan. Ia kini merasa jauh lebih sehat, baik secara fisik maupun mental. Lebih dari itu, pencapaiannya memberinya semangat hidup baru. Ia termotivasi untuk terus mempertahankan gaya hidup sehat yang sudah dijalani, dengan pola makan seimbang dan olahraga sebagai bagian penting dari kesehariannya. (detikHealth/sh)

Topik: diabetes
Sebelumnya

Hati-hati! 5 Makanan Ini Berbahaya Jika Disantap Mentah

Selanjutnya

MR.D.I.Y. Apresiasi Pelanggan dengan Inspirasi Rumah Rapi dan Nyaman

TerkaitBerita

Vicks Baby Balm
Kesehatan

Vicks Baby Balm Gelar Hari #KasihNyamannya dan Perkenalkan Ritual “Oles, Pijat, LOVE”

oleh Editor : Hanasa
4 Maret 2026
​Keseimbangan Batin dan Fisik, Cara Reisa Broto Asmoro dan Akri Patrio Sambut Puasa Bersama Tropical
Kesehatan

​Keseimbangan Batin dan Fisik, Cara Reisa Broto Asmoro dan Akri Patrio Sambut Puasa Bersama Tropical

oleh Editor : Akula
2 Maret 2026
PAPDI Jaya
Kesehatan

Perkuat Deteksi Dini Penyakit Langka, AstraZeneca Indonesia dan PAPDI Jaya Fokus pada Edukasi aHUS

oleh Editor : Hanasa
27 Februari 2026
BANDARA PERTH: Government of Western Australia Department of Health melacak bahwa suspect mendarat di Terminal 1 Bandara Perth pada Minggu (8/2/2026) dini hari, sekitar pukul 00.40. (Foto: Dok/escape.com.au)
Kesehatan

Pelancong Asal Jakarta Suspect Penularan Campak di Australia

oleh Editor : Memoarto
22 Februari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

SAMBUT LEBARAN: Grand Indonesia (GI) menghadirkan program bertajuk Shades in Harmony selama Ramadan dan Idul Fitri hingga 29 Maret 2026. (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)

Sambut Idul Fitri 1447 H, Grand Indonesia Hadirkan Shades in Harmony

6 Maret 2026
AKSI LAPANGAN: Duel Antoine Semenyo dengan Lewis Hall di laga Man City vs Newcastle, Minggu (22/02/2026). (Foto: (c) AP Photo/Jon Super)

Pertemuan Kelima Newcastle vs Man City di Putaran Kelima FA Cup 2025-2026

6 Maret 2026
Kinerja BRI Group Solid, Laba Perusahaan Anak Tembus Rp10,38 Triliun pada 2025

Kinerja BRI Group Solid, Laba Perusahaan Anak Tembus Rp10,38 Triliun pada 2025

6 Maret 2026
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Aman hingga 324 Hari Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Aman hingga 324 Hari Meski Konflik Timur Tengah Memanas

6 Maret 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2730 shares
    Share 1092 Tweet 683
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    497 shares
    Share 199 Tweet 124
  • Apple Siapkan Peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone Fold pada Juli 2026

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Honda X-Tracker 2026 Resmi Masuk Indonesia, Motor Bebek Trail Dibanderol Mulai Rp16 Jutaan

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Tanah Bergerak Rusak 3 Rumah di Desa Gunung Putri, 9 Orang Mengungsi

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya