Kamis, 21 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Webinar Hari Literasi Internasional Soroti Tantangan dan Peluang di Era AI

Editor : Akula oleh Editor : Akula
8 September 2025
in Nasional, Pendidikan
A A
0
Webinar Hari Literasi Internasional Soroti Tantangan dan Peluang di Era AI
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Peringatan Hari Literasi Internasional tahun ini menjadi momentum penting untuk kembali menyoroti kondisi literasi global, termasuk di Indonesia. Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menggelar sebuah webinar pada Senin (8/9/2025) yang menghadirkan berbagai tokoh dari kalangan pemerintah, akademisi, hingga pegiat literasi. Dalam forum itu, literasi dibahas bukan hanya dalam arti tradisional membaca dan menulis, tetapi juga keterampilan baru yang harus dihadapi manusia di tengah derasnya arus teknologi digital.

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, yang hadir sebagai pembicara kunci, menegaskan bahwa pembangunan literasi di Indonesia belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Meski begitu, ia menekankan bahwa kondisi ini seharusnya tidak membuat masyarakat putus asa. “Kondisi ini harus disadari dan diterima tapi jangan sampai patah arang. Justru jadi tantangan,” ujarnya.

Menurut Amin, perkembangan teknologi menuntut masyarakat untuk terus beradaptasi. Kehadiran kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) menjadi bukti nyata bagaimana dunia bergerak dengan cepat. Namun, ia mengingatkan agar manusia tidak sekadar menerima informasi yang disajikan mesin tanpa sikap kritis. “Tentu ada manfaat yang bisa diperoleh dari adanya AI. Namun, perlu diingat kuncinya ada di kecakapan inidividu. Artinya, manusia tidak cukup hanya menerima tapi harus kritis,” tambahnya.

IMG 20250908 WA0026 - Webinar Hari Literasi Internasional Soroti Tantangan dan Peluang di Era AI

Artikel Terkait

Menkum: Ferdy Sambo Punya Hak Kuliah S2 dari Dalam Lapas

Layanan Haji 2026 Dinilai Lebih Humanis, Jemaah Merasa Dimuliakan

Di Hadapan DPR, Prabowo Serukan Penguatan Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Perubahan ini juga berimbas langsung pada dunia perpustakaan. Lembaga yang dahulu identik dengan rak buku dan ruang baca kini didorong untuk bertransformasi. Menurut Amin, perpustakaan tidak mungkin lagi melayani pemustaka dengan pola lama. Era digital sekaligus membuka peluang baru, meski disertai tantangan yang tidak kecil.

Pegiat literasi, Maman Suherman atau yang akrab disapa Kang Maman, menambahkan bahwa teknologi modern, terutama AI, kerap digunakan untuk tujuan yang merugikan. Ia mencontohkan penyebaran hoaks, deep fake, hingga konten pornografi yang kini marak beredar. Bahkan, kata Maman, kecepatan hoaks menyebar enam kali lipat dibandingkan informasi yang benar karena sifatnya lebih provokatif dan emosional. “Bahkan, ada penelitian yang menyebut pendengung (buzzer) sebagai profesi baru,” ungkap Kang Maman.

Maman menegaskan bahwa jejak digital bersifat abadi, apalagi jika sudah di-capture dan disebarkan ulang. Oleh karena itu, penguatan literasi menjadi sangat penting agar masyarakat tidak sembarangan membagikan fitnah atau informasi yang memecah belah.

Dari sudut pandang akademisi, Associate Professor of Data Science Monash University Indonesia, Derry Tanti Wijaya, menjelaskan bahwa AI sejatinya bukanlah sesuatu yang sepenuhnya baru. Menurutnya, teknologi ini hanya bekerja dengan pola data tanpa pemahaman mendalam. “Kecerdasan buatan sudah seperti asisten pribadi. AI hanya melihat pola data. Tidak punya pengertian mendalam (deep understanding). Tidak punya pemahaman mendalam tentang ilmu,” imbuh Derry.

Ia menambahkan bahwa keberadaan AI justru membuktikan peran manusia tetap tidak tergantikan dalam ekosistem informasi. “AI bisa mati tanpa informasi dari manusia,” terang Derry. Menurutnya, AI hanya mampu mengolah teks, gambar, audio, atau kode yang sudah ada. Tanpa data baru dari manusia, AI hanya mengulang atau mengombinasikan pola lama.

Sementara itu, Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kondisi literasi dunia. Ia menyebut bahwa 70 persen anak berusia 10 tahun di negara berpenghasilan rendah hingga menengah tidak mampu membaca dan memahami teks sederhana. Meski Indonesia sudah mencatat angka melek aksara hingga 96,7 persen, tantangan literasi tetap belum sepenuhnya teratasi. “Terjadi kesenjangan kemampuan membaca. 4 dari 10 murid global belum mencapai kecakapan minimum membaca, terutama di negara berkembang,” jelas Satrya.

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 turut memperburuk situasi dengan menimbulkan learning loss atau penurunan pencapaian akademis siswa. Upaya pemulihan berjalan lambat dan tidak merata di banyak negara. Beberapa negara bahkan memilih menarik kembali teknologi digital dari pendidikan dasar. “Di Uni Eropa AI harus diperlakukan secara kritikal,” tambah Satrya, merujuk pada kebijakan Perancis yang kembali mengutamakan pembelajaran berbasis buku.

Menurut Satrya, masalah mendasar yang dihadapi negara berkembang adalah learning poverty atau kemiskinan pembelajaran, di mana anak usia 10 tahun tidak mampu membaca teks sederhana. Kondisi ini bisa menggagalkan pencapaian target literasi dasar global pada 2030 jika tidak segera diatasi. Ia menekankan pentingnya intervensi, mulai dari literasi dan numerasi awal, remedial berbasis data, hingga peningkatan kesejahteraan siswa.

Hasil asesmen PISA 2022 menjadi bukti lain bahwa masih banyak pekerjaan rumah. Indonesia mencatat skor 359, jauh di bawah rata-rata OECD sebesar 476. Menurut Satrya, hal ini menegaskan pentingnya fokus pada pemahaman teks, kemampuan berpikir kritis, serta ketahanan sistem pendidikan. “Itu tantangan mendasar dalam mencapai SDG 2030,” pungkasnya.

Selain berbicara soal kebijakan dan data, webinar ini juga menyoroti peran keluarga sebagai fondasi awal dalam membangun literasi. Pendiri Reading Bugs, Roosie Setiawan, menekankan pentingnya menumbuhkan kecintaan membaca sejak dini. “Enjoy reading mengurangi ketergantungan terhadap digital,” imbuh Roosie.

Roosie memperkenalkan konsep Membaca Nyaring sebagai salah satu aktivitas yang bisa menghidupkan budaya literasi dan menghubungkan antar generasi. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan tiga komponen utama: pembaca, pendengar, dan materi bacaan. Dengan membiarkan anak menikmati gambar, bertanya, dan berinteraksi selama membaca, literasi dapat berkembang sekaligus mempererat hubungan antara orang tua dan anak.

Webinar ini akhirnya menegaskan kembali bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan baca-tulis, melainkan keterampilan hidup yang mencakup berpikir kritis, memilah informasi, serta menjaga kualitas interaksi di era digital. Perubahan zaman dengan kehadiran AI hanyalah salah satu babak baru dari perjalanan panjang manusia dalam merawat literasi. (Brg/kul)

 

Topik: literasi

TerkaitBerita

Menkum: Ferdy Sambo Punya Hak Kuliah S2 dari Dalam Lapas
Nasional

Menkum: Ferdy Sambo Punya Hak Kuliah S2 dari Dalam Lapas

oleh Editor : Affandy
21 Mei 2026
Haji
Nasional

Layanan Haji 2026 Dinilai Lebih Humanis, Jemaah Merasa Dimuliakan

oleh Editor : Hairul
21 Mei 2026
Prabowo
Nasional

Di Hadapan DPR, Prabowo Serukan Penguatan Kedaulatan Ekonomi Indonesia

oleh Editor : Hairul
21 Mei 2026
Perpustakaan Baru Cilegon Diharapkan Jadi Pusat Penggerak Literasi Warga
Nasional

Perpustakaan Baru Cilegon Diharapkan Jadi Pusat Penggerak Literasi Warga

oleh Editor : Akula
20 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Menteri P2MI di Kuala Lumpur: Pekerja Migran Indonesia Kini Fokus pada Medium dan High Skill

Menteri P2MI di Kuala Lumpur: Pekerja Migran Indonesia Kini Fokus pada Medium dan High Skill

21 Mei 2026
Indonesia Resmi Jadi Anggota WHO-Listed Authority di Ajang WHA ke-79

Indonesia Resmi Jadi Anggota WHO-Listed Authority di Ajang WHA ke-79

21 Mei 2026
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen demi Stabilkan Rupiah

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen demi Stabilkan Rupiah

21 Mei 2026
Harga Emas Antam Melonjak Rp 35.000 per Gram, Kini Tembus Rp 2,78 Juta

Harga Emas Antam Melonjak Rp 35.000 per Gram, Kini Tembus Rp 2,78 Juta

21 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3166 shares
    Share 1266 Tweet 792
  • Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    364 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    363 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max: Desain Baru, Performa Monster, dan Kamera Ala DSLR

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • ​Sukses Besar! Film Drama Semua Akan Baik-Baik Saja Garapan Baim Wong Tembus 300 Ribu Penonton dalam 3 Hari

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya