Minggu, 28 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Webinar Hari Literasi Internasional Soroti Tantangan dan Peluang di Era AI

Editor : Akula oleh Editor : Akula
8 September 2025
in Nasional, Pendidikan
A A
0
Webinar Hari Literasi Internasional Soroti Tantangan dan Peluang di Era AI
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Peringatan Hari Literasi Internasional tahun ini menjadi momentum penting untuk kembali menyoroti kondisi literasi global, termasuk di Indonesia. Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menggelar sebuah webinar pada Senin (8/9/2025) yang menghadirkan berbagai tokoh dari kalangan pemerintah, akademisi, hingga pegiat literasi. Dalam forum itu, literasi dibahas bukan hanya dalam arti tradisional membaca dan menulis, tetapi juga keterampilan baru yang harus dihadapi manusia di tengah derasnya arus teknologi digital.

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, yang hadir sebagai pembicara kunci, menegaskan bahwa pembangunan literasi di Indonesia belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Meski begitu, ia menekankan bahwa kondisi ini seharusnya tidak membuat masyarakat putus asa. “Kondisi ini harus disadari dan diterima tapi jangan sampai patah arang. Justru jadi tantangan,” ujarnya.

Menurut Amin, perkembangan teknologi menuntut masyarakat untuk terus beradaptasi. Kehadiran kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) menjadi bukti nyata bagaimana dunia bergerak dengan cepat. Namun, ia mengingatkan agar manusia tidak sekadar menerima informasi yang disajikan mesin tanpa sikap kritis. “Tentu ada manfaat yang bisa diperoleh dari adanya AI. Namun, perlu diingat kuncinya ada di kecakapan inidividu. Artinya, manusia tidak cukup hanya menerima tapi harus kritis,” tambahnya.

IMG 20250908 WA0026 - Webinar Hari Literasi Internasional Soroti Tantangan dan Peluang di Era AI

Artikel Terkait

Judol Hayam Wuruk Gunakan Server Brasil, China hingga Vietnam demi Hindari Pelacakan Aparat

Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026

Tingkatkan Kepercayaan Muzaki, BMH Yogyakarta Berkomitmen Jaga Integritas Pengelolaan Dana

Perubahan ini juga berimbas langsung pada dunia perpustakaan. Lembaga yang dahulu identik dengan rak buku dan ruang baca kini didorong untuk bertransformasi. Menurut Amin, perpustakaan tidak mungkin lagi melayani pemustaka dengan pola lama. Era digital sekaligus membuka peluang baru, meski disertai tantangan yang tidak kecil.

Pegiat literasi, Maman Suherman atau yang akrab disapa Kang Maman, menambahkan bahwa teknologi modern, terutama AI, kerap digunakan untuk tujuan yang merugikan. Ia mencontohkan penyebaran hoaks, deep fake, hingga konten pornografi yang kini marak beredar. Bahkan, kata Maman, kecepatan hoaks menyebar enam kali lipat dibandingkan informasi yang benar karena sifatnya lebih provokatif dan emosional. “Bahkan, ada penelitian yang menyebut pendengung (buzzer) sebagai profesi baru,” ungkap Kang Maman.

Maman menegaskan bahwa jejak digital bersifat abadi, apalagi jika sudah di-capture dan disebarkan ulang. Oleh karena itu, penguatan literasi menjadi sangat penting agar masyarakat tidak sembarangan membagikan fitnah atau informasi yang memecah belah.

Dari sudut pandang akademisi, Associate Professor of Data Science Monash University Indonesia, Derry Tanti Wijaya, menjelaskan bahwa AI sejatinya bukanlah sesuatu yang sepenuhnya baru. Menurutnya, teknologi ini hanya bekerja dengan pola data tanpa pemahaman mendalam. “Kecerdasan buatan sudah seperti asisten pribadi. AI hanya melihat pola data. Tidak punya pengertian mendalam (deep understanding). Tidak punya pemahaman mendalam tentang ilmu,” imbuh Derry.

Ia menambahkan bahwa keberadaan AI justru membuktikan peran manusia tetap tidak tergantikan dalam ekosistem informasi. “AI bisa mati tanpa informasi dari manusia,” terang Derry. Menurutnya, AI hanya mampu mengolah teks, gambar, audio, atau kode yang sudah ada. Tanpa data baru dari manusia, AI hanya mengulang atau mengombinasikan pola lama.

Sementara itu, Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kondisi literasi dunia. Ia menyebut bahwa 70 persen anak berusia 10 tahun di negara berpenghasilan rendah hingga menengah tidak mampu membaca dan memahami teks sederhana. Meski Indonesia sudah mencatat angka melek aksara hingga 96,7 persen, tantangan literasi tetap belum sepenuhnya teratasi. “Terjadi kesenjangan kemampuan membaca. 4 dari 10 murid global belum mencapai kecakapan minimum membaca, terutama di negara berkembang,” jelas Satrya.

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 turut memperburuk situasi dengan menimbulkan learning loss atau penurunan pencapaian akademis siswa. Upaya pemulihan berjalan lambat dan tidak merata di banyak negara. Beberapa negara bahkan memilih menarik kembali teknologi digital dari pendidikan dasar. “Di Uni Eropa AI harus diperlakukan secara kritikal,” tambah Satrya, merujuk pada kebijakan Perancis yang kembali mengutamakan pembelajaran berbasis buku.

Menurut Satrya, masalah mendasar yang dihadapi negara berkembang adalah learning poverty atau kemiskinan pembelajaran, di mana anak usia 10 tahun tidak mampu membaca teks sederhana. Kondisi ini bisa menggagalkan pencapaian target literasi dasar global pada 2030 jika tidak segera diatasi. Ia menekankan pentingnya intervensi, mulai dari literasi dan numerasi awal, remedial berbasis data, hingga peningkatan kesejahteraan siswa.

Hasil asesmen PISA 2022 menjadi bukti lain bahwa masih banyak pekerjaan rumah. Indonesia mencatat skor 359, jauh di bawah rata-rata OECD sebesar 476. Menurut Satrya, hal ini menegaskan pentingnya fokus pada pemahaman teks, kemampuan berpikir kritis, serta ketahanan sistem pendidikan. “Itu tantangan mendasar dalam mencapai SDG 2030,” pungkasnya.

Selain berbicara soal kebijakan dan data, webinar ini juga menyoroti peran keluarga sebagai fondasi awal dalam membangun literasi. Pendiri Reading Bugs, Roosie Setiawan, menekankan pentingnya menumbuhkan kecintaan membaca sejak dini. “Enjoy reading mengurangi ketergantungan terhadap digital,” imbuh Roosie.

Roosie memperkenalkan konsep Membaca Nyaring sebagai salah satu aktivitas yang bisa menghidupkan budaya literasi dan menghubungkan antar generasi. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan tiga komponen utama: pembaca, pendengar, dan materi bacaan. Dengan membiarkan anak menikmati gambar, bertanya, dan berinteraksi selama membaca, literasi dapat berkembang sekaligus mempererat hubungan antara orang tua dan anak.

Webinar ini akhirnya menegaskan kembali bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan baca-tulis, melainkan keterampilan hidup yang mencakup berpikir kritis, memilah informasi, serta menjaga kualitas interaksi di era digital. Perubahan zaman dengan kehadiran AI hanyalah salah satu babak baru dari perjalanan panjang manusia dalam merawat literasi. (Brg/kul)

 

Topik: literasi

TerkaitBerita

Judol Hayam Wuruk Gunakan Server Brasil, China hingga Vietnam demi Hindari Pelacakan Aparat
Nasional

Judol Hayam Wuruk Gunakan Server Brasil, China hingga Vietnam demi Hindari Pelacakan Aparat

oleh Editor : Affandy
27 Juni 2026
Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026
Nasional

Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026

oleh Editor : Anggoro
26 Juni 2026
BMH Yogyakarta
Nasional

Tingkatkan Kepercayaan Muzaki, BMH Yogyakarta Berkomitmen Jaga Integritas Pengelolaan Dana

oleh Editor : Hairul
26 Juni 2026
Perguruan Tinggi UI dan USM Berkolaborasi Perkuat Masyarakat Pesisir di Pulau Langkawi
Pendidikan

Perguruan Tinggi UI dan USM Berkolaborasi Perkuat Masyarakat Pesisir di Pulau Langkawi

oleh Editor : Anggoro
26 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

SAPA FANS: Icha Yang tampil di acara Jember Meraih Mimpi yang diselenggarakan Pemkab Jember, Jawa Timur. (Foto: Dok./Icha Yang)

Icha Yang Pulang Kampung Langsung Manggung

27 Juni 2026
Wamenaker: Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Wamenaker: Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

27 Juni 2026
Momen Haru, Billy Syahputra di Lamaran Adik, Kenang Almarhum Olga

Momen Haru, Billy Syahputra di Lamaran Adik, Kenang Almarhum Olga

27 Juni 2026
Suarakan Bahaya Narkoba Lewat Rock, Adnan Ndy Rilis Single ‘Akhirku’ di Hari Anti-Narkotika Internasional

Suarakan Bahaya Narkoba Lewat Rock, Adnan Ndy Rilis Single ‘Akhirku’ di Hari Anti-Narkotika Internasional

27 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3604 shares
    Share 1442 Tweet 901
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    453 shares
    Share 181 Tweet 113
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Dikabarkan Bakal PHK Ribuan Karyawan, Produksi Disebut Pindah ke Vietnam

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya