koranindopos.com – Jakarta. Dalam kurun waktu 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur menjadi pilar utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Di antara berbagai infrastruktur yang telah dibangun, proyek bendungan dan irigasi menjadi sorotan penting, terutama dalam meningkatkan ketersediaan air untuk kebutuhan domestik dan sektor pertanian.
Menurut data yang diterima oleh InfoPublik, hingga September 2024, sebanyak 61 bendungan telah berhasil dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menekankan pentingnya ketersediaan air sebagai salah satu faktor utama pendorong pembangunan, khususnya di daerah dengan curah hujan yang rendah.
“Pembangunan bendungan harus diiringi dengan pembangunan jaringan irigasi, agar air yang tersimpan dapat mengalir dengan baik ke lahan pertanian. Bendungan juga berperan penting dalam memenuhi kebutuhan air baku bagi masyarakat melalui instalasi pengolahan air (IPA),” kata Basuki.
Staf Ahli Teknologi, Industri, dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja, menambahkan bahwa infrastruktur bendungan merupakan elemen kunci untuk mencapai ketahanan pangan dan air di Indonesia. Meskipun sudah ada 61 bendungan yang dibangun, Endra menekankan bahwa jumlah tersebut masih belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan nasional.
“Saat ini, kita baru mencapai sekitar 19 persen dari total sawah yang memiliki irigasi teknis. Ini berarti masih ada banyak tantangan yang harus diatasi untuk mencapai ketersediaan air yang optimal,” ungkap Endra.
Antara tahun 2015 hingga 2023, Kementerian PUPR membangun bendungan dengan total area yang mencakup 1,18 juta hektare. Rata-rata setiap tahun, proyek bendungan mencakup pembangunan jaringan irigasi seluas 131 ribu hektare. Salah satu proyek terbesar adalah Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, yang memiliki kapasitas mencapai 82 juta meter kubik air. Bendungan ini diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Juli 2024, dan berfungsi untuk mengairi lahan pertanian, menyediakan air baku, serta mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.
Di samping itu, Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi proyek dengan anggaran terbesar, mencapai Rp3,5 triliun. Bendungan ini mampu menampung hingga 81 juta meter kubik air dan mengairi lahan pertanian seluas 11.200 hektare, memberikan manfaat besar bagi para petani di daerah tersebut serta membantu dalam pengendalian banjir.
Kendati demikian, Kementerian PUPR menyadari bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Pembangunan infrastruktur air dan irigasi akan terus menjadi prioritas untuk mencapai target ketahanan pangan dan air yang lebih baik di masa mendatang. Proyek-proyek bendungan yang sudah selesai diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi sektor pertanian, tetapi juga bagi masyarakat yang bergantung pada ketersediaan air baku.
Dengan berlanjutnya proyek-proyek strategis ini, pemerintah diharapkan dapat mencapai keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan air nasional, demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata. (hai/infopublik)










