Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Ada 151 Kasus Positif Baru di Jakarta

Admin oleh Admin
2 Oktober 2021
in Megapolitan, tidak kategori
A A
0
Ada 151 Kasus Positif Baru di Jakarta

Suasana uji coba pembelajaran tatap muka hari pertama di SDN Kenari 08 Pagi, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Pemerintah Provinsi DKI akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di 100 sekolah mulai 7 April hingga 29 April 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Skema yang akan diterapkan adalah pembelajaran tatap muka secara bergantian di dalam ruangan maksimum 50 persen dari kapasitas ruangan.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOS JAKARTA – Kasus Covid-19 di Jakarta sudah mulai terkendali. Hal itu bisa dilihat dari jumlah kasus aktif yang menurun drastis jika dibandingkan dengan Juli lalu. Saat ini, ada 1.677 kasus aktif di Jakarta. Meski sudah terkendali, kasus aktif di Jakarta masih terus bertambah. Ada 151 kasus positif yang didiagnosis dari 18.240 orang yang dites PCR Jumat (1/10).

Lantaran kasus masih bertambah, Pemprov DKI mengimbau warga Jakarta untuk tetap disiplin protokol kesehatan. Sebab, masih ada potensi penularan jika tidak disiplin protokol kesehatan. ’’Masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus Covid-19 jika longgar terhadap protokol kesehatan dalam keseharian,’’ kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia.

Dengan angka kasus aktif yang mulai menurun, sebut Dwi, persentase kasus positif atau positivity rate di Jakarta juga menurun. Yakni, 0,8 persen selama sepekan terakhir. Angka tersebut sangat jauh jika dibandingkan dengan standar WHO, yakni tidak lebih dari 5 persen untuk daerah aman dari penularan.

’’Positivity rate harian dan sepekan terakhir memang sudah rendah. Tapi, dengan masih adanya ratusan kasus positif harian dan positivity rate total yang masih 13,6 persen, kita harus tetap disiplin protokol kesehatan,’’ terangnya.

Artikel Terkait

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka

Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria meminta tidak hanya disiplin protokol kesehatan. Warga yang beraktivitas di Jakarta juga diminta disiplin aturan PPKM level 3. Tidak terkecuali bagi kegiatan yang mulai dilonggarkan. Dia memisalkan, kegiatan di tempat wisata.

Menurut Riza, DKI tidak akan segan-segan memberikan teguran. Salah satu kegiatan pariwisata yang diberi teguran adalah TMII. Mereka ditegur soal kebijakan anak di bawah 12 tahun yang tidak boleh memasuki tempat wisata.

’’Teguran kami sampaikan agar TMII dan tempat wisata lainnya jangan menerima anak-anak usia di bawah 12 tahun. Yang diperbolehkan di bawah 12 tahun kan baru mal,’’ tegas Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, kemarin. 

Riza menyebutkan, kebijakan itu dilakukan demi kebaikan dan keselamatan warga. Sebab, jika angka kasus kembali meningkat, kebijakan pengetatan akan kembali dilakukan. Kondisi itu disebutkannya pasti menghambat pertumbuhan perekonomian. ’’Kalau tidak sehat, tidak selamat, tidak bisa kita membangkitkan pergerakan ekonomi. Jadi, syarat ekonomi bergerak, tumbuh, maju, dan bangkit adalah kesehatan. Kesehatan menjadi prioritas. Kami sudah sampaikan berkali-kali, kesehatan menjadi prioritas utama,’’ ujarnya. (fri/brg)

TerkaitBerita

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka
Megapolitan

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi
Megapolitan

Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi

oleh Editor : Affandy
23 Oktober 2026
Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama
Megapolitan

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober
Megapolitan

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non-PNS 2026: Cek Syarat, Formasi, dan Cara Daftar

ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non-PNS 2026: Cek Syarat, Formasi, dan Cara Daftar

24 Oktober 2026
Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

24 Oktober 2026
Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

24 Oktober 2026
RI Pangkas Pasokan Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Selaras dengan ‘Survival Mode’ Prabowo

RI Pangkas Pasokan Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Selaras dengan ‘Survival Mode’ Prabowo

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5049 shares
    Share 2020 Tweet 1262
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1091 shares
    Share 436 Tweet 273
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya