Koranindopos.com – JAKARTA – Kebakaran hebat yang melanda Apartemen Mediterania Tanjung Duren menghadirkan kisah dramatis sekaligus mengharukan. Di tengah kepulan asap tebal yang menyelimuti gedung, seorang ayah bernama Iwan berhasil menyelamatkan diri dan bayinya dengan cara tak biasa—melemparkan pesan darurat yang ditulis di sehelai baju.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jakarta Barat saat kebakaran membuat sejumlah penghuni terjebak di dalam unit masing-masing. Iwan, yang berada di lantai 23 Tower C, panik ketika asap mulai masuk ke dalam apartemennya, terlebih karena ia bersama seorang bayi yang sangat rentan terhadap kondisi tersebut.
Dalam situasi genting, ia menuliskan pesan menggunakan spidol hitam pada baju berwarna krem. Pesan itu berbunyi: “Tower C 33 GK, 2 orang, Iwan + Bayi.” Baju tersebut kemudian dilempar dari jendela ke arah petugas di bawah yang tengah melakukan proses evakuasi.
Aksi cepat tersebut membuahkan hasil. Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat segera merespons permintaan bantuan itu. Salah satu petugas, Seman Riyadi, membenarkan bahwa pesan tersebut menjadi petunjuk penting dalam proses penyelamatan.
Menurut Seman, kondisi di dalam unit sudah mulai dipenuhi asap, sementara kepanikan meningkat karena adanya bayi. Petugas yang telah dilengkapi alat pelindung diri langsung bergerak menuju lokasi yang dimaksud dengan menggunakan tangga darurat.
Selain melakukan evakuasi, petugas juga memberikan instruksi darurat kepada penghuni lain melalui pengeras suara. Mereka diminta membasahi handuk atau kain untuk menahan asap, tetap berada dalam posisi rendah atau jongkok agar mendapatkan oksigen lebih banyak, serta menggunakan masker seadanya untuk melindungi pernapasan.
Tak lama kemudian, proses evakuasi berhasil dilakukan. Iwan dan bayinya berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat melalui tangga darurat, di tengah situasi yang masih dipenuhi asap tebal.
Hingga pukul 10.45 WIB, petugas telah mengerahkan 26 unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 130 personel untuk menangani insiden tersebut. Upaya penanganan juga didukung oleh mobil blower pengisap asap serta unit Bronto Skylift guna menjangkau penghuni di lantai tinggi.
Api sendiri dilaporkan berhasil dilokalisasi sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, sisa asap masih memenuhi bagian dalam gedung, menyebabkan sejumlah penghuni harus mendapatkan penanganan medis akibat kekurangan oksigen. Ambulans pun terus hilir mudik mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, sekaligus menunjukkan bagaimana keberanian dan kreativitas dalam kondisi genting dapat menyelamatkan nyawa.(dhil)










