Koranindopos.com – JAKARTA – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 mengungkap perkembangan baru dalam penyelidikan kasus penembakan tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Polisi mengidentifikasi dua terduga pelaku berinisial PN dan KT. Keduanya diduga tidak hanya terlibat dalam penembakan ASN, tetapi juga pernah terlibat dalam sejumlah kasus penembakan lainnya.
Identitas PN dan KT diketahui setelah polisi mencocokkan cuplikan video video call yang beredar di media sosial dengan data dan ciri-ciri yang telah dimiliki aparat.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, kedua orang tersebut telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian.
“Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami,” kata Yusuf dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).
Yusuf mengungkapkan, PN dan KT diduga memiliki keterkaitan dengan kasus penembakan yang terjadi saat pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Kabupaten Jayawijaya pada 8 Agustus 2026.
Dalam peristiwa tersebut, dua warga sipil dilaporkan mengalami luka akibat tembakan.
Menurut Yusuf, keterkaitan kedua terduga pelaku dengan kasus tersebut menjadi perkembangan penting dalam penyelidikan Operasi Damai Cartenz.
“Keterlibatan dalam kasus penembakan pada saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem dan penyanderaan pilot Susi Air ini merupakan sebuah perkembangan bagi kami. Dari hasil identifikasi ini, kami masih terus melakukan pengejaran untuk mengetahui keberadaan para pelaku,” ujar Yusuf.
Selain kasus penembakan di FBLB, polisi juga menduga kedua orang tersebut berkaitan dengan kasus penyanderaan pilot Susi Air.
Namun, aparat masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan bentuk dan sejauh mana keterlibatan masing-masing terduga pelaku dalam rangkaian kasus tersebut.
Kasus terbaru yang menjadi dasar pengejaran PN dan KT adalah penembakan terhadap tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama.
Ketiga korban yakni WB (24), AR (49), dan AAM (35).
AR diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Sementara WB dan AAM juga tercatat sebagai ASN di instansi yang sama.
Ketiga korban merupakan bagian dari rombongan Dinas Pertanian yang sebelumnya melakukan kegiatan peninjauan cetak sawah.
Selain melakukan pengecekan lahan, rombongan tersebut diketahui hendak memberikan bantuan berupa ternak anak babi kepada masyarakat.
Saat perjalanan kembali menuju Wamena, kendaraan yang mereka tumpangi diduga dihadang oleh kelompok bersenjata.
“Dalam perjalanan kembali menuju ke Kab. Wamena, kendaraan yang mereka tumpangi diduga dihadang oleh kelompok bersenjata dan diperintahkan berhenti,” ungkap Yusuf.
Setelah kendaraan dihentikan, terjadi penembakan yang menyebabkan ketiga ASN menjadi korban.
Akibat penembakan tersebut, AR dan AAM meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara WB sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan WB akhirnya meninggal dunia.
Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Faizal Ramadhani sebelumnya mengatakan, hasil penyelidikan dan pendalaman awal mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berasal dari wilayah Nduga.
Meski demikian, aparat masih mengumpulkan bahan keterangan dan melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas serta peran masing-masing pihak dalam penembakan tersebut.
Dengan ditetapkannya PN dan KT sebagai DPO, aparat kini terus melakukan pengejaran untuk menemukan keberadaan keduanya.
Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan kedua terduga pelaku dalam kasus-kasus kekerasan lainnya.
Identifikasi melalui video video call menjadi salah satu perkembangan dalam proses penyelidikan. Data tersebut kemudian dicocokkan dengan informasi dan ciri-ciri yang telah dimiliki kepolisian.
Operasi pengejaran dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian penembakan terhadap ASN Dinas Pertanian Jayawijaya sekaligus memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Status PN dan KT sebagai terduga pelaku juga tetap berdasarkan hasil penyelidikan aparat dan belum merupakan putusan pengadilan.(dhil/kmps)








