Kamis, 22 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

87 Siswa di Taiwan Diare Usai Makan Siang Gratis, Dapur Penyedia Langgar 5 Aturan Higiene

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
11 September 2026
in Kesehatan
A A
0
87 Siswa di Taiwan Diare Usai Makan Siang Gratis, Dapur Penyedia Langgar 5 Aturan Higiene

Foto: dok. ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Sebanyak 87 siswa kelas 9 Cheng Yuan High School, Taipei, Taiwan, mengalami diare setelah menyantap makan siang gratis yang disediakan di sekolah.

Departemen Kesehatan Taipei langsung melakukan pemeriksaan setelah menerima laporan dari pihak sekolah mengenai dugaan keracunan makanan.

Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan sedikitnya lima pelanggaran higiene di dapur penyedia makanan. Temuan tersebut antara lain kotoran di bawah kulkas, genangan air di lantai, serta kondisi rak dan bingkai yang kotor.

Para siswa diketahui menyantap makan siang sekitar tengah hari pada Senin.

Artikel Terkait

KPJ Penang Specialist Hospital Unggulkan Layanan Jantung dan Ortopedi

Antisipasi Lonjakan ISPA, Menkes Wajibkan Seluruh Puskesmas Terdampak Karhutla Sediakan Rumah Oksigen

Studi IHDC: Hampir 7 dari 10 Siswa di Empat SDN Jakarta Mengalami Kesulitan Kognitif Harian

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 22.00 waktu setempat, sejumlah siswa mulai mengalami gejala diare.

Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Departemen Kesehatan Taipei pada Selasa. Petugas kesehatan langsung melakukan pemeriksaan terhadap sekolah dan dapur penyedia makanan untuk mencari kemungkinan sumber masalah.

Meski puluhan siswa mengalami gejala, penyebab pasti diare tersebut hingga kini belum diketahui.

Departemen Kesehatan Taipei masih menangani kasus tersebut sebagai dugaan keracunan makanan dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Untuk mengetahui penyebab kejadian, petugas mengambil 11 sampel dari berbagai sumber.

Sampel tersebut meliputi sisa makanan yang disajikan kepada siswa, usapan atau swab dari permukaan di dapur, serta sampel dari tangan pekerja yang menangani makanan.

Sampel dari dapur dan makanan tersebut nantinya akan diperiksa bersama sampel yang diambil dari siswa yang mengalami gejala.

Hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan apakah terdapat kontaminasi atau mikroorganisme tertentu yang menyebabkan para siswa mengalami diare.

Karena itu, temuan pelanggaran kebersihan di dapur belum secara otomatis membuktikan bahwa kondisi tersebut menjadi penyebab siswa mengalami gangguan pencernaan.

Departemen Kesehatan Taipei telah memerintahkan penyedia makanan sekolah untuk menghentikan sementara operasional.

Penyedia makanan juga diminta memperbaiki seluruh pelanggaran kebersihan yang ditemukan paling lambat Jumat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindakan pencegahan sembari proses penyelidikan berlangsung.

Jika nantinya terbukti melanggar ketentuan keamanan dan sanitasi pangan, penyedia makanan tersebut terancam dikenai denda hingga NT$200 juta atau sekitar Rp111 miliar.

Wali Kota Taipei Chiang Wan-an mengatakan pemerintah kota langsung melakukan pemeriksaan setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.

Selain mengumpulkan sampel untuk pemeriksaan, pemerintah juga menyiapkan makanan dari pemasok lain agar kebutuhan makan para siswa tetap terpenuhi.

Layanan makan sekolah secara reguler baru akan kembali menggunakan penyedia sebelumnya setelah dapur dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan dan proses investigasi selesai.

Dengan demikian, siswa tetap mendapatkan layanan makan, tetapi sumber makanan untuk sementara dialihkan sebagai langkah antisipasi.

Departemen Pendidikan Taipei mengatakan keputusan lanjutan terhadap penyedia makanan akan ditentukan setelah hasil pemeriksaan laboratorium diketahui.

Pemerintah juga akan mempertimbangkan apakah penyedia makanan terbukti bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Jika penyelidikan menemukan adanya masalah dalam layanan makanan atau pelanggaran terhadap kontrak, pemerintah kota dapat mengambil tindakan lebih lanjut, termasuk menghentikan sebagian atau seluruh kontrak dengan penyedia makanan tersebut.

Kasus yang terjadi di Cheng Yuan High School menjadi perhatian karena melibatkan puluhan siswa dan ditemukan adanya sejumlah persoalan higiene di dapur penyedia makanan.

Meski demikian, pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan hubungan antara makanan yang dikonsumsi siswa, kondisi dapur, dan munculnya gejala diare.

Sampai hasil pemeriksaan keluar, kejadian tersebut masih dikategorikan sebagai dugaan keracunan makanan, bukan kasus keracunan yang telah dipastikan secara laboratorium.(dhil/dtk)

Topik: diaresiswaTaiwan

TerkaitBerita

PERLUAS PASAR: KPJ Penang Specialist Hospital, Malaysia, memperkuat layanan kesehatan unggulan di bidang jantung dan ortopedi bagi pasien Indonesia. (Foto Ilustrasi: Dok./medifly.ai)
Kesehatan

KPJ Penang Specialist Hospital Unggulkan Layanan Jantung dan Ortopedi

oleh Editor : Memoarto
22 Oktober 2026
Antisipasi Lonjakan ISPA, Menkes Wajibkan Seluruh Puskesmas Terdampak Karhutla Sediakan Rumah Oksigen
Kesehatan

Antisipasi Lonjakan ISPA, Menkes Wajibkan Seluruh Puskesmas Terdampak Karhutla Sediakan Rumah Oksigen

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026
Studi IHDC: Hampir 7 dari 10 Siswa di Empat SDN Jakarta Mengalami Kesulitan Kognitif Harian
Kesehatan

Studi IHDC: Hampir 7 dari 10 Siswa di Empat SDN Jakarta Mengalami Kesulitan Kognitif Harian

oleh Editor : Affandy
19 Oktober 2026
Kasus ISPA Tembus 306 Ribu di Wilayah Karhutla: Kelompok Rentan dan Balita Paling Terdampak
Kesehatan

Kasus ISPA Tembus 306 Ribu di Wilayah Karhutla: Kelompok Rentan dan Balita Paling Terdampak

oleh Editor : Affandy
19 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya