Selasa, 6 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Remaja 16 Tahun Muntah, Dokter Temukan Gumpalan Rambut Seberat 1,5 Kg di Perut

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
9 September 2026
in Kesehatan
A A
0
Remaja 16 Tahun Muntah, Dokter Temukan Gumpalan Rambut Seberat 1,5 Kg di Perut

Foto: dok. journey

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta — Seorang gadis berusia 16 tahun di Amerika Serikat datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) setelah mengalami muntah-muntah selama sehari. Pemeriksaan CT scan kemudian mengungkap adanya benda asing berukuran besar di dalam perutnya yang ternyata merupakan gumpalan rambut.

Kondisi tersebut dikenal sebagai trichobezoar, yakni massa rambut yang menumpuk dan menggumpal di dalam saluran pencernaan. Kondisi ini tergolong langka, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius dan berpotensi mengancam nyawa apabila tidak ditangani.

Dalam kasus yang sangat jarang, gumpalan rambut dapat memanjang dari lambung hingga masuk ke usus. Kondisi ekstrem tersebut dikenal sebagai Sindrom Rapunzel.

Kasus ini menjadi perhatian karena pasien tidak menunjukkan tanda-tanda yang biasanya dapat membantu mengarahkan dokter pada kebiasaan mencabut dan memakan rambut.

Artikel Terkait

Tak Harus Diet Ketat, Ini Cara Sederhana Menjaga Kolesterol dari Sarapan

Kematian Pekerja Lab di Rusia Disorot, Eks WHO Ungkap 5 Fakta soal Penyakit Pes

Mengenal Kelenjar Pituitari: Waspadai Sakit Kepala Hingga Gangguan Penglihatan Sejak Dini

Pasien tidak mengalami kebotakan maupun kerontokan rambut yang terlihat. Kebotakan dapat menjadi salah satu petunjuk adanya trikotilomania, yaitu dorongan kompulsif untuk mencabut rambut sendiri.

Dokter juga tidak menemukan riwayat gangguan mental pada pasien.

“Pasien kami tidak memenuhi kriteria untuk gangguan suasana hati apa pun, serta mencapai tahapan perkembangan yang normal dan tetap sepenuhnya tanpa gejala hingga terjadi penyumbatan total pada saluran gastrointestinal,” tulis para dokter dalam laporan medis tersebut, dikutip dari ScienceAlert, Rabu (9/9/2026).

Gumpalan rambut yang ditemukan juga tidak dapat dikeluarkan melalui prosedur endoskopi. Dokter akhirnya memutuskan melakukan operasi untuk mengangkat massa tersebut.

Setelah menjalani operasi, pasien baru mengungkapkan kepada dokter bahwa dirinya telah mencabuti rambut sendiri dan memakannya selama sekitar dua tahun.

Namun, perilaku tersebut tidak dilakukan setiap hari. Pasien mengatakan kebiasaan itu hanya terjadi sekitar sekali dalam sepekan dan setiap kali dilakukan hanya mencabut sekitar tiga helai rambut.

Frekuensi yang relatif jarang tersebut diduga menjadi salah satu alasan kebiasaan tersebut tidak terdeteksi sebelumnya.

Meski demikian, rambut yang tertelan secara bertahap akhirnya membentuk gumpalan berukuran sangat besar. Massa rambut yang dikeluarkan dari perut pasien berukuran sekitar 21,2 x 15,8 x 7,7 sentimeter dengan berat mencapai sekitar 1,5 kilogram.

Dalam pemeriksaan lebih lanjut, pasien menyangkal adanya pemicu stres, penelantaran, trauma, maupun kekerasan yang baru-baru ini dialaminya.

Ia juga tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan lainnya.

Namun, pasien memiliki riwayat serangan migrain yang disertai muntah siklik sejak usia dini. Kondisi tersebut bahkan membuatnya harus menjalani homeschooling.

Riwayat tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat keluhan muntah pada pasien tidak serta-merta mengarah pada dugaan adanya masalah akibat gumpalan rambut di saluran pencernaan.

Selain trikotilomania, kondisi ini berkaitan dengan trikofagia, yaitu kebiasaan memakan rambut.

Perilaku tersebut dapat sulit diketahui karena seseorang mungkin berusaha menyembunyikannya. Stigma sosial dan rasa malu yang berkaitan dengan trikotilomania maupun trikofagia dapat membuat pasien enggan menceritakan kebiasaannya kepada keluarga maupun tenaga kesehatan.

Dalam kasus ini, pasien bahkan baru mengungkapkan kebiasaannya setelah menjalani operasi.

Dokter menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak adanya kerontokan rambut atau gangguan kejiwaan yang terlihat bukan berarti kemungkinan trichobezoar dapat langsung dikesampingkan.

“Mengingat trichobezoar berpotensi menyebabkan kondisi yang sangat berbahaya dan terkadang bahkan dapat berakibat fatal, penting untuk tidak mengabaikan kemungkinan diagnosis ini pada remaja perempuan yang mengalami mual, muntah, atau nyeri perut, meskipun tidak terdapat kerontokan rambut yang terlihat maupun gangguan kejiwaan yang menyertai,” ungkap dokter dalam laporannya.

Setelah gumpalan rambut berhasil dikeluarkan melalui operasi, pasien mendapatkan penanganan lanjutan.

Dokter memberikan sertraline, obat yang digunakan dalam penanganan sejumlah kondisi seperti depresi, kecemasan, dan gangguan obsesif-kompulsif (OCD).

Pasien juga dirujuk untuk menjalani terapi perilaku kognitif (CBT) sebelum diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa trichobezoar dapat berkembang tanpa selalu disertai tanda-tanda yang mudah dikenali. Keluhan seperti mual, muntah, atau nyeri perut yang menetap, terutama pada remaja, perlu mendapat evaluasi medis untuk mencari penyebab yang mendasarinya.

Penanganan yang tepat menjadi penting karena gumpalan rambut yang semakin besar dapat menyebabkan penyumbatan saluran pencernaan dan komplikasi serius.(dhil/dtk)

Topik: gumpalan rambutremaja

TerkaitBerita

Tak Harus Diet Ketat, Ini Cara Sederhana Menjaga Kolesterol dari Sarapan
Kesehatan

Tak Harus Diet Ketat, Ini Cara Sederhana Menjaga Kolesterol dari Sarapan

oleh Editor : Affandy
6 Oktober 2026
Kematian Pekerja Lab di Rusia Disorot, Eks WHO Ungkap 5 Fakta soal Penyakit Pes
Kesehatan

Kematian Pekerja Lab di Rusia Disorot, Eks WHO Ungkap 5 Fakta soal Penyakit Pes

oleh Editor : Affandy
6 Oktober 2026
Mengenal Kelenjar Pituitari: Waspadai Sakit Kepala Hingga Gangguan Penglihatan Sejak Dini
Kesehatan

Mengenal Kelenjar Pituitari: Waspadai Sakit Kepala Hingga Gangguan Penglihatan Sejak Dini

oleh Editor : Akula
5 Oktober 2026
Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 4.018 Orang, Kasus Tembus 8.300
Kesehatan

Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 4.018 Orang, Kasus Tembus 8.300

oleh Editor : Affandy
4 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Catat Prestasi Gemilang, Pegadaian Sabet Penghargaan Internasional IPMA Global Project Excellence Award 2026

Catat Prestasi Gemilang, Pegadaian Sabet Penghargaan Internasional IPMA Global Project Excellence Award 2026

6 Oktober 2026
Tak Harus Diet Ketat, Ini Cara Sederhana Menjaga Kolesterol dari Sarapan

Tak Harus Diet Ketat, Ini Cara Sederhana Menjaga Kolesterol dari Sarapan

6 Oktober 2026
Kematian Pekerja Lab di Rusia Disorot, Eks WHO Ungkap 5 Fakta soal Penyakit Pes

Kematian Pekerja Lab di Rusia Disorot, Eks WHO Ungkap 5 Fakta soal Penyakit Pes

6 Oktober 2026
Satu Dekade Astra Property, Perkuat Bisnis Komersial dan Industrial

Satu Dekade Astra Property, Perkuat Bisnis Komersial dan Industrial

6 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4900 shares
    Share 1960 Tweet 1225
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1006 shares
    Share 402 Tweet 252
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    342 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    373 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Posting Kalimat Galau di Instagram, Ada Apa Dengan Yogie Nandes?

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya