Jumat, 11 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Kasus ISPA di Depok Melonjak Jadi 1.619, Dinkes Waspadai Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
11 September 2026
in Kesehatan
A A
0
Kasus ISPA di Depok Melonjak Jadi 1.619, Dinkes Waspadai Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Foto: dok. antara

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Depok, Jawa Barat, mengalami peningkatan tajam setelah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke wilayah tersebut sejak Jumat (4/9/2026).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Devi Maryori mengatakan, jumlah kasus ISPA meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data pada aplikasi RI DHIS2 Kementerian Kesehatan, tercatat sebanyak 281 kasus ISPA di Depok pada Senin (7/9/2026).

Jumlah tersebut kemudian melonjak menjadi 1.435 kasus pada Selasa (8/9/2026), sebelum kembali meningkat menjadi 1.619 kasus pada Rabu (9/9/2026).

Artikel Terkait

Waspada Ibu Kurang Gizi, Anak yang Hanya Andalkan ASI Bisa Terancam Stunting

Run & Rise 2026 Ajak 1.200 Pelari Wujudkan Akses Air Bersih untuk Anak Indonesia

Remaja 16 Tahun Muntah, Dokter Temukan Gumpalan Rambut Seberat 1,5 Kg di Perut

“Peningkatan gangguan pernapasan tersebut menjadi sinyal kewaspadaan epidemiologis, terutama dalam situasi adanya potensi paparan abu vulkanik,” ujar Devi saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).

Data tersebut menunjukkan peningkatan kasus yang cukup signifikan dalam waktu singkat.

Dari 281 kasus pada Senin, jumlah kasus meningkat menjadi 1.435 kasus sehari kemudian. Artinya, terdapat tambahan lebih dari 1.100 kasus dalam satu hari berdasarkan pencatatan pada sistem tersebut.

Pada Rabu, jumlah kasus kembali bertambah hingga mencapai 1.619 kasus.

Menurut Devi, peningkatan tersebut menjadi alasan bagi Dinkes Depok untuk memperketat pemantauan kondisi kesehatan masyarakat, terutama terhadap gangguan pernapasan.

Abu vulkanik diketahui mengandung partikel halus yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Paparan tersebut juga berpotensi memperberat keluhan pada kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan.

Meski peningkatan kasus terjadi setelah abu vulkanik Anak Krakatau menyebar ke wilayah Depok, Dinkes menegaskan bahwa kenaikan kasus ISPA belum dapat dipastikan secara langsung disebabkan oleh paparan abu vulkanik.

Devi menjelaskan, ISPA dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penyebabnya antara lain infeksi virus atau bakteri, kondisi cuaca, kualitas udara, hingga pola kunjungan masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Kelengkapan dan pola pelaporan dari fasilitas kesehatan juga dapat memengaruhi angka yang tercatat dalam sistem.

Karena itu, diperlukan analisis lebih lanjut sebelum menyimpulkan hubungan antara peningkatan kasus ISPA dengan paparan abu vulkanik.

Dinkes Depok akan melakukan pemantauan secara sistematis dan berkesinambungan untuk melihat perkembangan kasus ISPA.

Pemantauan dilakukan dengan mengamati tren kasus harian di masing-masing puskesmas dan wilayah.

“Kami akan memantau tren kasus ISPA harian di masing-masing Puskesmas dan wilayah. Serta, membandingkan dengan baseline periode sebelumnya, serta mengidentifikasi peningkatan kasus yang tidak biasa,” tutur Devi.

Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk melihat apakah peningkatan kasus yang terjadi berada di luar pola normal atau masih berkaitan dengan variasi kasus yang biasa terjadi.

Pemantauan juga menjadi penting untuk mendeteksi kemungkinan adanya peningkatan gangguan pernapasan secara lebih luas di masyarakat.

Di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak abu vulkanik, masyarakat perlu memperhatikan kondisi kesehatan, terutama mereka yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

Paparan partikel abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat di wilayah yang terdampak perlu mengikuti informasi kualitas udara dan anjuran dari pemerintah maupun tenaga kesehatan.

Dinkes Depok akan terus mengevaluasi perkembangan kasus ISPA seiring dengan kondisi lingkungan dan kualitas udara di wilayah tersebut.

Lonjakan hingga 1.619 kasus ISPA pada Rabu (9/9/2026) menjadi perhatian bagi pemerintah daerah. Namun, hubungan langsung antara peningkatan tersebut dan abu vulkanik Anak Krakatau masih perlu dibuktikan melalui pemantauan serta analisis epidemiologis lebih lanjut.(dhil/kmps)

Topik: abu vulkanikdepokkasus ispa

TerkaitBerita

Waspada Ibu Kurang Gizi, Anak yang Hanya Andalkan ASI Bisa Terancam Stunting
Kesehatan

Waspada Ibu Kurang Gizi, Anak yang Hanya Andalkan ASI Bisa Terancam Stunting

oleh Editor : Affandy
10 September 2026
Run & Rise 2026 Ajak 1.200 Pelari Wujudkan Akses Air Bersih untuk Anak Indonesia
Kesehatan

Run & Rise 2026 Ajak 1.200 Pelari Wujudkan Akses Air Bersih untuk Anak Indonesia

oleh Editor : Affandy
9 September 2026
Remaja 16 Tahun Muntah, Dokter Temukan Gumpalan Rambut Seberat 1,5 Kg di Perut
Kesehatan

Remaja 16 Tahun Muntah, Dokter Temukan Gumpalan Rambut Seberat 1,5 Kg di Perut

oleh Editor : Affandy
9 September 2026
BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG yang Belum Daftar SLHS
Kesehatan

BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG yang Belum Daftar SLHS

oleh Editor : Affandy
8 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

PRCI Dorong Sekolah Hargai Hak Cipta dan Royalti Penulis Buku

PRCI Dorong Sekolah Hargai Hak Cipta dan Royalti Penulis Buku

11 September 2026
Putar Lagu Lingsir Wengi, Sekelompok Konten Kreator Malah Diburu Teror di Motel Malioboro

Ochi Rosdiana Tak Kapok Main Film Horor Meski Saksikan Asistennya Kesurupan

11 September 2026
Asap Kebakaran TPA Galuga Masuk Permukiman, Warga Keluhkan Batuk dan Mata Perih

Asap Kebakaran TPA Galuga Masuk Permukiman, Warga Keluhkan Batuk dan Mata Perih

11 September 2026
Gibran Minta Warga Tak Sakiti Satwa yang Mengungsi ke Permukiman akibat Karhutla

Gibran Minta Warga Tak Sakiti Satwa yang Mengungsi ke Permukiman akibat Karhutla

11 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4474 shares
    Share 1790 Tweet 1119
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    857 shares
    Share 343 Tweet 214
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar Tewaskan Sekeluarga, Libatkan 5 Kendaraan

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya