koranindopos.com – Jakarta. Bencana longsor kembali menelan korban jiwa di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan bahwa tiga orang meninggal dunia, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian setelah dilaporkan hilang dan diduga terbawa arus Sungai Ciesek.
Menurut keterangan resmi dari Staf Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bogor, Dejan Habiburrahman, korban tewas tersebar di dua kecamatan terdampak. “Untuk korban meninggal dunia 3 jiwa, rinciannya 1 jiwa di Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung dan 2 jiwa di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua. Sedangkan korban masih dalam pencarian sebanyak 1 jiwa, di Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung,” ungkapnya pada Minggu (6/7/2025).
Korban yang masih dicari diketahui sedang memancing saat peristiwa longsor terjadi dan diduga hanyut terbawa longsoran material ke aliran Sungai Ciesek. Tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan relawan terus melakukan pencarian secara intensif, meski menghadapi kendala cuaca dan medan yang cukup sulit.
Peristiwa longsor tersebut terjadi usai wilayah Puncak diguyur hujan deras sejak Sabtu malam, yang menyebabkan pergerakan tanah di beberapa titik rawan longsor. Pemerintah daerah telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi longsor dan banjir bandang, terutama di wilayah dataran tinggi dan perbukitan.
Selain korban jiwa, longsor juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, termasuk akses jalan dan beberapa rumah warga. BPBD Kabupaten Bogor bersama instansi terkait kini tengah melakukan pendataan serta evakuasi terhadap warga terdampak.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk segera melapor jika terjadi tanda-tanda longsor seperti retakan tanah, suara gemuruh, atau aliran air yang berubah warna. “Kami mohon warga tetap waspada dan segera mengungsi bila situasi memburuk,” ujar Dejan.
Bencana ini menjadi pengingat bahwa mitigasi dan kewaspadaan terhadap bencana alam harus terus ditingkatkan, terutama di wilayah seperti Puncak yang memiliki risiko geologis tinggi akibat curah hujan yang tinggi dan kondisi kontur tanah yang labil.(dhil)










