Kamis, 9 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Film dan Musik

“Orang Ikan”: Teror dari Lautan dalam Latar Perang

Editor : Akula oleh Editor : Akula
8 Juli 2025
in Film dan Musik
A A
0
“Orang Ikan”: Teror dari Lautan dalam Latar Perang
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta. Dalam lanskap perfilman Asia Tenggara yang semakin berani menembus batas genre dan pasar global, sebuah karya baru muncul sebagai penanda arah baru horor regional: Orang Ikan. Film ini bukan sekadar sajian menegangkan tentang makhluk laut mistis, tetapi juga menyelami kompleksitas konflik manusia di masa perang, dipadukan dengan kekuatan sinematik khas monster klasik.

Diproduksi oleh Gorylah Pictures bersama Zhao Wei Films dari Singapura dan Infinite Studios Indonesia, Orang Ikan menyatukan unsur budaya, sejarah, dan horor dalam kisah yang tidak hanya mengguncang emosi tetapi juga menggugah pemikiran. Disutradarai dan ditulis oleh sineas Indonesia Mike Wiluan, film ini memperlihatkan bahwa horor tidak harus lepas dari nilai-nilai lokal dan sejarah kemanusiaan. Justru, di tangan Wiluan, mitos Asia Tenggara menjadi sumber daya kreatif yang kuat untuk mendefinisikan ulang genre creature-feature di panggung internasional.

“Film ini pada dasarnya bukan tentang makhluk. Ini tentang manusia dan bagaimana kita bereaksi terhadap sesuatu yang tidak kita pahami. Kadang, makhluk itu hanya cerminan dari kerapuhan kita sendiri,” ujar Mike Wiluan. Menurutnya, Orang Ikan adalah metafora tentang penghancuran dan penyembuhan, tentang kemampuan manusia untuk bersatu di tengah kekacauan, dan tentang monster sejati yang mungkin bukan berasal dari lautan, melainkan dari dalam diri manusia itu sendiri.

Picsart 25 07 08 19 29 27 147 - "Orang Ikan": Teror dari Lautan dalam Latar Perang

Artikel Terkait

Setelah Dua Dekade Tak Rilis Lagu, Ria Resty Fauzy Kembali Bernyanyi Lewat “Rindu yang Menyiksa”

​Dodhy Kangen Band Bentuk Grup Baru ‘Setengah 12’, Siapkan Skoci Musik Bareng Vokalis Cantik

​Gebrakan 28 Tahun Padi Reborn Boyong Magis Konser 360 Derajat ke Layar Bioskop dengan Dolby Atmos

Berlatar era Perang Dunia II, Orang Ikan membawa penonton ke sebuah pulau terpencil di Asia Tenggara, tempat dua pihak yang bertikai—seorang tentara Jepang dan tawanan perang asal Inggris—terpaksa bekerja sama demi bertahan hidup dari serangan makhluk misterius yang berasal dari laut. Makhluk ini, terinspirasi dari legenda Melayu tentang manusia ikan, menjadi simbol dari alam yang terusik oleh ulah manusia. Wiluan menyebut kisah ini sebagai “origin story monster Asia Tenggara,” dengan pendekatan berbeda dari narasi horor pada umumnya.

“Mayoritas cerita rakyat Indonesia terikat pada daratan. Dengan pengecualian seperti Nyai Roro Kidul, kita jarang mengangkat kisah makhluk laut dalam mitologi lokal ke layar lebar. Orang Ikan mencoba mengisi kekosongan itu,” jelas Wiluan, yang dikenal juga sebagai produser film Buffalo Boys, Monkey Man, dan The Night Comes for Us.

Dibintangi oleh aktor internasional, Orang Ikan menghadirkan Dean Fujioka dari Jepang, Callum Woodhouse dari Inggris, hingga Alan Maxson yang dikenal sebagai aktor spesialis makhluk dalam sinema Hollywood. Proyek ini juga didukung oleh para produser ternama dari berbagai negara, termasuk Eric Khoo, Freddie Yeo, Alexandra Gottardo, dan Fumie Suzuki Lancaster, menegaskan karakter film ini sebagai hasil kolaborasi lintas budaya dan negara.

Salah satu tantangan produksi terbesar dalam film ini adalah penciptaan kostum dan karakter makhluk laut yang sangat kompleks. “Kami menggunakan sistem pendingin yang terinspirasi dari teknologi pembalap F1 agar aktor tetap nyaman. Selain itu, kostumnya juga dilengkapi dengan animatronik sensitif yang membutuhkan operator profesional untuk mengoperasikannya,” ungkap tim produksi.

Sebelum tayang di bioskop Indonesia, Orang Ikan telah menarik perhatian dunia internasional melalui berbagai festival film ternama. Film ini diputar di 37th Tokyo International Film Festival (Gala Selection), 35th Singapore International Film Festival, hingga Trieste Science+Fiction Festival di Eropa dan Overlook Film Festival di Amerika Serikat. Pujian pun datang dari berbagai media film dunia.

“A bold reimagining of the monster genre rooted in Southeast Asian history… visually gripping and emotionally complex,” tulis Bloody Disgusting. Sementara Film Inquiry menyebutnya sebagai “Monster horror meets wartime survival in a unique hybrid only Southeast Asia could deliver.”

Orang Ikan tidak hanya tampil sebagai film horor dengan efek visual mencekam, tetapi juga membawa muatan budaya dan sejarah yang dalam. Lewat kisah makhluk mitologi yang lahir dari konflik global, film ini berbicara tentang dampak kolonialisme, perang, serta upaya penyembuhan luka masa lalu yang belum pulih.

Film ini dijadwalkan akan tayang sebagai special screening di jaringan bioskop CGV di empat kota besar Indonesia—Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya—mulai 11 Juli 2025. Sementara itu, penayangan internasionalnya juga telah dikonfirmasi di berbagai negara termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia, Jerman, Italia, Spanyol, hingga wilayah Timur Tengah.

Dengan pendekatan artistik dan narasi yang berakar pada kekayaan budaya Asia Tenggara, Orang Ikan menandai langkah besar bagi sinema genre dari kawasan ini. Sebuah monster memang lahir di layar, tetapi yang lebih penting, film ini menghidupkan kembali kisah-kisah yang selama ini tenggelam di dasar laut mitologi.

 

 

 

 

Topik: Film HororOrang ikan

TerkaitBerita

Setelah Dua Dekade Tak Rilis Lagu, Ria Resty Fauzy Kembali Bernyanyi Lewat “Rindu yang Menyiksa”
Film dan Musik

Setelah Dua Dekade Tak Rilis Lagu, Ria Resty Fauzy Kembali Bernyanyi Lewat “Rindu yang Menyiksa”

oleh Editor : Akula
9 Juli 2026
​Dodhy Kangen Band Bentuk Grup Baru ‘Setengah 12’, Siapkan Skoci Musik Bareng Vokalis Cantik
Film dan Musik

​Dodhy Kangen Band Bentuk Grup Baru ‘Setengah 12’, Siapkan Skoci Musik Bareng Vokalis Cantik

oleh Editor : Akula
8 Juli 2026
​Gebrakan 28 Tahun Padi Reborn Boyong Magis Konser 360 Derajat ke Layar Bioskop dengan Dolby Atmos
Film dan Musik

​Gebrakan 28 Tahun Padi Reborn Boyong Magis Konser 360 Derajat ke Layar Bioskop dengan Dolby Atmos

oleh Editor : Akula
8 Juli 2026
Lewat Sound Horeg dan Hipdut, Pemikat Jiwa Tawarkan Warna Baru untuk Horor Indonesia
Film dan Musik

Lewat Sound Horeg dan Hipdut, Pemikat Jiwa Tawarkan Warna Baru untuk Horor Indonesia

oleh Editor : Akula
7 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Silaturahmi Kebangsaan MPR RI dan Mahkamah Konstitusi Bahas Sidang Tahunan hingga Penguatan Tafsir Konstitusi

Silaturahmi Kebangsaan MPR RI dan Mahkamah Konstitusi Bahas Sidang Tahunan hingga Penguatan Tafsir Konstitusi

9 Juli 2026
Ekspansi ke Jalur Offline, Brand Bedding Ini Cetak Penjualan Fantastis di Mommy & Me 2026

Ekspansi ke Jalur Offline, Brand Bedding Ini Cetak Penjualan Fantastis di Mommy & Me 2026

9 Juli 2026
Grand Focus Fit Resmi Buka Cabang Premium Berlatar Danau

Grand Focus Fit Resmi Buka Cabang Premium Berlatar Danau

9 Juli 2026
UNJ Buka Jalur Pindahan 2026, Mahasiswa PTN Lain Bisa Daftar hingga 17 Juli

UNJ Buka Jalur Pindahan 2026, Mahasiswa PTN Lain Bisa Daftar hingga 17 Juli

9 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3779 shares
    Share 1512 Tweet 945
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    506 shares
    Share 202 Tweet 127
  • Daihatsu Ayla, City Car LCGC Favorit yang Irit BBM dan Ramah di Kantong

    328 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Belum Dibuka, BKN Minta Calon Peserta Tunggu Pengumuman Resmi

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya