Senin, 15 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Film dan Musik

“Orang Ikan”: Teror dari Lautan dalam Latar Perang

Editor : Akula oleh Editor : Akula
8 Juli 2025
in Film dan Musik
A A
0
“Orang Ikan”: Teror dari Lautan dalam Latar Perang
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta. Dalam lanskap perfilman Asia Tenggara yang semakin berani menembus batas genre dan pasar global, sebuah karya baru muncul sebagai penanda arah baru horor regional: Orang Ikan. Film ini bukan sekadar sajian menegangkan tentang makhluk laut mistis, tetapi juga menyelami kompleksitas konflik manusia di masa perang, dipadukan dengan kekuatan sinematik khas monster klasik.

Diproduksi oleh Gorylah Pictures bersama Zhao Wei Films dari Singapura dan Infinite Studios Indonesia, Orang Ikan menyatukan unsur budaya, sejarah, dan horor dalam kisah yang tidak hanya mengguncang emosi tetapi juga menggugah pemikiran. Disutradarai dan ditulis oleh sineas Indonesia Mike Wiluan, film ini memperlihatkan bahwa horor tidak harus lepas dari nilai-nilai lokal dan sejarah kemanusiaan. Justru, di tangan Wiluan, mitos Asia Tenggara menjadi sumber daya kreatif yang kuat untuk mendefinisikan ulang genre creature-feature di panggung internasional.

“Film ini pada dasarnya bukan tentang makhluk. Ini tentang manusia dan bagaimana kita bereaksi terhadap sesuatu yang tidak kita pahami. Kadang, makhluk itu hanya cerminan dari kerapuhan kita sendiri,” ujar Mike Wiluan. Menurutnya, Orang Ikan adalah metafora tentang penghancuran dan penyembuhan, tentang kemampuan manusia untuk bersatu di tengah kekacauan, dan tentang monster sejati yang mungkin bukan berasal dari lautan, melainkan dari dalam diri manusia itu sendiri.

Picsart 25 07 08 19 29 27 147 - "Orang Ikan": Teror dari Lautan dalam Latar Perang

Artikel Terkait

Film Terlaris Thailand Siap Tayang di Indonesia, Undertaker 2: Afterlife Angkat Misteri Orang yang Kembali dari Kematian

Film Saat Aku Bersuara Ajak Penyintas Berani Bangkit dan Melawan Budaya Bungkam Menulis

Lutesha Ungkap Sisi Kelam Peran Tari di Film Cerita Lila

Berlatar era Perang Dunia II, Orang Ikan membawa penonton ke sebuah pulau terpencil di Asia Tenggara, tempat dua pihak yang bertikai—seorang tentara Jepang dan tawanan perang asal Inggris—terpaksa bekerja sama demi bertahan hidup dari serangan makhluk misterius yang berasal dari laut. Makhluk ini, terinspirasi dari legenda Melayu tentang manusia ikan, menjadi simbol dari alam yang terusik oleh ulah manusia. Wiluan menyebut kisah ini sebagai “origin story monster Asia Tenggara,” dengan pendekatan berbeda dari narasi horor pada umumnya.

“Mayoritas cerita rakyat Indonesia terikat pada daratan. Dengan pengecualian seperti Nyai Roro Kidul, kita jarang mengangkat kisah makhluk laut dalam mitologi lokal ke layar lebar. Orang Ikan mencoba mengisi kekosongan itu,” jelas Wiluan, yang dikenal juga sebagai produser film Buffalo Boys, Monkey Man, dan The Night Comes for Us.

Dibintangi oleh aktor internasional, Orang Ikan menghadirkan Dean Fujioka dari Jepang, Callum Woodhouse dari Inggris, hingga Alan Maxson yang dikenal sebagai aktor spesialis makhluk dalam sinema Hollywood. Proyek ini juga didukung oleh para produser ternama dari berbagai negara, termasuk Eric Khoo, Freddie Yeo, Alexandra Gottardo, dan Fumie Suzuki Lancaster, menegaskan karakter film ini sebagai hasil kolaborasi lintas budaya dan negara.

Salah satu tantangan produksi terbesar dalam film ini adalah penciptaan kostum dan karakter makhluk laut yang sangat kompleks. “Kami menggunakan sistem pendingin yang terinspirasi dari teknologi pembalap F1 agar aktor tetap nyaman. Selain itu, kostumnya juga dilengkapi dengan animatronik sensitif yang membutuhkan operator profesional untuk mengoperasikannya,” ungkap tim produksi.

Sebelum tayang di bioskop Indonesia, Orang Ikan telah menarik perhatian dunia internasional melalui berbagai festival film ternama. Film ini diputar di 37th Tokyo International Film Festival (Gala Selection), 35th Singapore International Film Festival, hingga Trieste Science+Fiction Festival di Eropa dan Overlook Film Festival di Amerika Serikat. Pujian pun datang dari berbagai media film dunia.

“A bold reimagining of the monster genre rooted in Southeast Asian history… visually gripping and emotionally complex,” tulis Bloody Disgusting. Sementara Film Inquiry menyebutnya sebagai “Monster horror meets wartime survival in a unique hybrid only Southeast Asia could deliver.”

Orang Ikan tidak hanya tampil sebagai film horor dengan efek visual mencekam, tetapi juga membawa muatan budaya dan sejarah yang dalam. Lewat kisah makhluk mitologi yang lahir dari konflik global, film ini berbicara tentang dampak kolonialisme, perang, serta upaya penyembuhan luka masa lalu yang belum pulih.

Film ini dijadwalkan akan tayang sebagai special screening di jaringan bioskop CGV di empat kota besar Indonesia—Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya—mulai 11 Juli 2025. Sementara itu, penayangan internasionalnya juga telah dikonfirmasi di berbagai negara termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia, Jerman, Italia, Spanyol, hingga wilayah Timur Tengah.

Dengan pendekatan artistik dan narasi yang berakar pada kekayaan budaya Asia Tenggara, Orang Ikan menandai langkah besar bagi sinema genre dari kawasan ini. Sebuah monster memang lahir di layar, tetapi yang lebih penting, film ini menghidupkan kembali kisah-kisah yang selama ini tenggelam di dasar laut mitologi.

 

 

 

 

Topik: Film HororOrang ikan

TerkaitBerita

Film Terlaris Thailand Siap Tayang di Indonesia, Undertaker 2: Afterlife Angkat Misteri Orang yang Kembali dari Kematian
Film dan Musik

Film Terlaris Thailand Siap Tayang di Indonesia, Undertaker 2: Afterlife Angkat Misteri Orang yang Kembali dari Kematian

oleh Editor : Akula
15 Juni 2026
Film Saat Aku Bersuara Ajak Penyintas Berani Bangkit dan Melawan Budaya Bungkam Menulis
Film dan Musik

Film Saat Aku Bersuara Ajak Penyintas Berani Bangkit dan Melawan Budaya Bungkam Menulis

oleh Editor : Akula
15 Juni 2026
Lutesha Ungkap Sisi Kelam Peran Tari di Film Cerita Lila
Film dan Musik

Lutesha Ungkap Sisi Kelam Peran Tari di Film Cerita Lila

oleh Editor : Akula
14 Juni 2026
Dibela Hotman Paris, Saksi Kunci Bongkar Fakta Foto Viral Raffi Ahmad di Depan Toko Blueray
Film dan Musik

Dibela Hotman Paris, Saksi Kunci Bongkar Fakta Foto Viral Raffi Ahmad di Depan Toko Blueray

oleh Editor : Akula
12 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

15 Juni 2026
Dolar AS Masih Bertahan di Level Rp 17.700 Pagi Ini

Rupiah Menguat, Dolar AS Tertekan ke Level Rp 17.773 pada Awal Perdagangan

15 Juni 2026
Harga Emas Antam Turun Rp10.000 per Gram, Kini di Level Rp2,733 Juta

Harga Emas Antam Menguat, Tembus Rp 2,729 Juta per Gram

15 Juni 2026
Samsung Perkuat Dominasi Pasar Smartphone 2026, Hadirkan Galaxy S26 Ultra hingga Galaxy A07 5G

Samsung Perkuat Dominasi Pasar Smartphone 2026, Hadirkan Galaxy S26 Ultra hingga Galaxy A07 5G

15 Juni 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    497 shares
    Share 199 Tweet 124
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3491 shares
    Share 1396 Tweet 873
  • Angka Kematian Ibu di Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya