JAKARTA, koranindopos.com – Universitas Al Azhar-Indonesia melauncing Program Magister Ilmu Komunikasi, setelah memperoleh SK Izin Operasional Pendirian Program Magister Ilmu Komunikasi. Kegiatan diselenggarakan secara Hybrid melalui aplikasi zoom meeting, serta luring yang dihadiri secara terbatas dengan protokol Kesehatan yang ketat di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al-Azhar Indonesia pada Senin, 28 Maret 2022.
Rektor UAI, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc. dalam sambutannya menyampaikan, Sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi, Universitas Al-Azhar Indonesia memiliki tanggungjawab untuk berkontribusi mendorong optimalisasi digital dalam percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi. Kemajuan teknologi digital menyebabkan pertukaran informasi melewati batas wilayah negara. Kita menyadari bahwa untuk mewujudkan percepatan pertumbuhan ekonomi maka kemampuan menggunakan teknologi digital sangat dibutuhkan. Sehingga optimalisasi teknologi digital menjadi sesuatu yang tak terelakkan saat ini untuk mencapai Indonesia Maju.
“berharap dengan adanya program magister Ilmu Komunikasi ini mendorong semangat untuk terus memberikan kontribusi ilmu pengetahuan bagi para generasi muda, dan kalangan profesional pendidik di Indonesia ini. Kami yakin ilmu komunikasi khususnya dapat memberikan layanan yang terbaik serta riset-riset dan pengabdian masyarakat yang sangat diperlukan untuk bidang komunikasi ini”. katanya
Ketua Umum YPIA, H. Muhammad Suhadi, S.Kom, yang juga hadir dalam acara ini memberikan sambutan dan merasa bersyukur dan bangga bahwa UAI telah menanamkan aspek nilai-nilai spiritual, moral dan etika islami dan sistem pendidikan dan pembelajaran. Semoga uai khususnya program magister ilmu komunikasi dapat menghadapi tantangan Indonesia saat ini dan akan memberikan warna baru dalam program magister komunikasi di Indonesia.
Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, M.P., Ketua LLDIKTI III, juga memberikan selamat kepada Universitas Al-Azhar Indonesia yang telah memperoleh izin magister ilmu komunikasi. Dalam sambutannya, beliau berharap lulusan Magister Ilmu Komunikasi UAI tidak hanya memperoleh ijazah tapi juga memiliki sertifikasi kompetensi level nasional dan internasional terkait dengan berbagai macam kegiatan komunikasi. Universitas juga harus bekerjasama dalam penelitian, pengembangan teknologi dalam dunia industri serta bekerjasama dengan industri terdekat dan mengembangkan ekonomi. Pada saat Indonesia Emas dan mulai saat ini Indonesia mendorong hilirisasi dari berbagai macam implementasi mbkm yaitu hilirisasi blue economic, green economic, digital economic, pariwisata dan kemandirian Kesehatan. UAI juga harus berpartisipasi dalam mempersiapkan 9 juta talenta digital untuk kepentingan Indonesia untuk tahun 2035.
Acara ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Staff Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa, Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, M.P., Ketua LLDIKTI III, Prof. Yinghuei Chen, Ph.D, Asia University Taiwan, Dr Zuriani Ahmad Zukarnain, Head of The Faculty of Computer and Mathematical Sciences,UITM Kelantan Branch, Prof.Dr.Engkus Kuswarno, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD Bandung, H. Muhammad Suhadi, S.Kom, Ketua Umum Yayasan Pesantren Al Azhar Indonesia Seluruh Mahasiswa, dosen dan pejabat di lingkungan Universitas Al-Azhar Indonesia, Pimpinan Kementrian PUPR, Kementrian Agraria & Tata Ruang Indonesia, Polda Metro Jaya, Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi sekitar Universitas Al-Azhar Indonesia : (UPNDM) Dr Moestopo, Politeknik Tempo, LSPR, Universitas Sahid, Interstudi, Dian Nusantara, Kepala Sekolah SMA sekitar UAI, dan Kedutaan Besar.
Hadir sebagai keynote speaker adalah Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Staff Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa, yang menyampaikan saat ini Indonesia harus memiliki talenta digital dan infrastruktur digital Indonesia sangat penting. Perguruan Tinggi juga dapat mempersiapkan masyarakat digital, dengan pendekatan pengembangan SDM Digital melalui program pelatihan digital seperti leadership academy, talenta digital dan literasi digital. “Mari kita mengoptimalisasi tema diskusi kali ini Optimalisasi Komunikasi Dalam Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045, bukan sesuatu yang utopis bukan khayalan saja dan benar-benar kita tatar dari saat ini juga, maka semakin digital semakin maju”.
Dilanjutkan oleh Prof. Yinghuei Chen, Ph.D. yang memberikan paparannya bahwa pembelajaran pada abad ke-21 banyak pakar pendidikan berpendapat bahwa sekolah mulai mengajarkan mengenai prinsip four Cs, diantaranya adalah critical thinking, communication, collaboration and creativity. Empat hal ini harus dikuatkan untuk menghadapi abad ke-21. Lebih luas lagi, sekolah harus mengajarkan technical skill atau meluaskan tujuan hidup dan skill berkarir. Selain hal ini mahasiswa dan SDM harus mampu menghadapi perubahan, mampu mempelajari hal-hal baru, mengatur mental balancedalam konisi yang tidak menentu. Adanya program kerja yang ditawarkan untuk bekerjasama antara Indonesia dan Taiwan.
Dr. Zuriani Ahmad Zukarnaia, menjelaskan bahwa saat ini kita menghadapi era digital communication, saat ini communication di dukung oleh alat-alat dan teknologi. Beberapa keunggulan digital communication adalah faster, private, reliable, affordable, improve relations. Tidak hanya kelebihan, namun juga terdapat kekurangan diantaranya, potential for misunderstanding, less personal interaction, more distractions, has led to many addictions, cyber fraud.
Dengan adanya Launching dan Webinar Magister Ilmu Komunikasi, Optimalisasi Komunikasi Dalam Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045. UAI khususnya Magister Ilmu Komunikasi dapat memberikan warna baru bagi pendidikan di Indonesia. (fer)










