Selasa, 16 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Film dan Musik

Kisah Pelangi, Robot Batik, dan Misi Penyelamat Bumi di Film “Pelangi di Mars”

Editor : Akula oleh Editor : Akula
18 Juli 2025
in Film dan Musik
A A
0
Kisah Pelangi, Robot Batik, dan Misi Penyelamat Bumi di Film “Pelangi di Mars”
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta. Ada Pelangi si gadis kecil berusia 12 tahun, Banyu sang ayah yang penuh luka masa lalu, serta Pratiwi sang ibu yang misterius meninggalkan jejak di planet Mars. Mereka adalah tiga karakter utama dalam film fiksi ilmiah terbaru bertajuk Pelangi di Mars.

Tak kalah mencuri perhatian, hadir pula jajaran robot unik yang menemani perjalanan Pelangi, mulai dari Batik robot bercorak budaya Indonesia, Kimci si robot dengan cita rasa Korea, Petya yang kental dengan nuansa Rusia, hingga Yoman yang membawa warna Jamaika. Semua karakter ini dirajut dalam kisah tentang harapan manusia saat bumi menghadapi kehancuran.

Disutradarai oleh Upie Guava, Pelangi di Mars tak hanya sekadar film petualangan biasa. Ia adalah visi besar tentang masa depan, tentang bagaimana anak manusia dan mesin bisa berkolaborasi demi menyelamatkan peradaban. Film ini mengambil latar tahun 2090 ketika bumi menghadapi krisis air bersih akibat keserakahan korporasi raksasa bernama Nerotex. Ketika kondisi di bumi semakin genting, harapan justru lahir dari Mars, tempat Pelangi menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh besar di sana.

“Saya ingin ada kisah orang Indonesia yang hidup di Mars, menjelajahi planet itu bersama robot-robotnya,” ujar Upie Guava dalam konferensi pers di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2025). Ia menyebut ide ini sudah terpikir sejak tahun 2020, namun baru terealisasi ketika Mahakarya Pictures bersedia bergandengan tangan untuk mewujudkannya.

Artikel Terkait

​Khawatir Anak-Anak Jadi Incaran Narkoba, Sarah Sechan Ambil Peran Misterius di Film ‘MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula’

Stik Biliar Rp100 Juta Bikin Okie Agustina Kaget, Kini Penghasilan Kiesha Alvaro Diawasi Ketat

Film Terlaris Thailand Siap Tayang di Indonesia, Undertaker 2: Afterlife Angkat Misteri Orang yang Kembali dari Kematian

Picsart 25 07 18 10 14 02 795 - Kisah Pelangi, Robot Batik, dan Misi Penyelamat Bumi di Film "Pelangi di Mars"

Tidak tanggung-tanggung, Upie menggunakan teknologi canggih seperti XR (Extended Reality) dan motion capture untuk memadukan live action dengan animasi. Selama dua minggu penuh, proses motion capture dilakukan, diikuti dengan syuting live action selama 14 hari. “Teknologi XR, motion capture, semua kami pakai untuk menciptakan grafis robot yang nyata,” imbuh Upie.

Robot-robot yang menjadi teman Pelangi tak sekadar karakter tempelan. Masing-masing dirancang dengan identitas budaya yang kuat. Batik, misalnya, adalah representasi kebanggaan Indonesia dengan motif-motif tradisional yang melekat di tubuhnya.

Ada pula Kimci yang mencerminkan budaya Korea, Petya dari Rusia, serta Yoman dengan semangat Jamaika. Mereka bukan hanya rekan perjalanan, tetapi juga simbol keberagaman dunia yang bersatu dalam misi mulia.

Peran Pelangi dipercayakan kepada Messi Gusti, yang sejak awal sudah mencuri hati sang sutradara. “Begitu ketemu Messi, saya langsung tahu dia yang cocok jadi Pelangi. Ini sudah jodohnya,” kata Upie.

Sementara itu, Lutesha berperan sebagai Pratiwi sang ibu, dan Rio Dewanto memerankan Banyu sang ayah.

Pengalaman menggunakan teknologi XR menjadi tantangan baru bagi para aktor. Lutesha mengaku harus banyak berimajinasi lantaran syuting dilakukan di studio dengan bantuan teknologi virtual.

“Hasil akhirnya jauh berbeda dengan bayangan saat syuting. Tapi ternyata keren banget, bikin bangga,” kata Lutesha.

Rio Dewanto pun berbagi pengalaman serupa, terutama ketika harus mengenakan kostum astronaut yang berat dan membuat gerah.

“Ada kipas di dalam baju, tapi malah jadi berisik, susah dengar orang ngomong,” ujarnya sambil tertawa.

Film ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak. Direktur Utama PFN, Ifan Seventeen, hingga Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Generasi Muda dan Pekerja Seni ikut membantu mengawal produksi film ini. Bahkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif turut memberikan support untuk memperkuat industri film lokal agar bisa unjuk gigi di kancah global.

Produser Mahakarya Pictures, Dendi Reynando, mengaku langsung jatuh hati pada gagasan film ini. Sebagai ayah tiga anak, ia melihat pentingnya menghadirkan tontonan keluarga berkualitas asal Indonesia.

“Masa depan peradaban ada di tangan anak-anak. Semoga film ini bisa men-trigger imajinasi mereka,” ucap Dendi.

Dalam Pelangi di Mars, penonton diajak menelusuri petualangan Pelangi dan robot-robotnya dalam mencari Zeolith Omega, mineral ajaib yang diyakini dapat memurnikan air di bumi. Perjalanan ini bukan sekadar eksplorasi planet merah, tetapi juga refleksi tentang persahabatan, keberanian, dan pentingnya menjaga harapan di tengah keterpurukan.

Upie Guava menegaskan bahwa dalam film ini ia tidak ingin meninggalkan identitas budaya Indonesia meski latarnya di planet lain.

“Makanya saya masukkan budaya Indonesia lewat robot Batik. Ini penting biar dunia tahu kita punya ciri khas,” ungkapnya.

Bagi Upie, Pelangi di Mars adalah pembuktian bahwa sineas Indonesia bisa membuat karya bertaraf internasional, bahkan menantang dominasi Hollywood. “Pahlawan itu nggak harus sejarah masa lalu. Kita bisa punya superhero lokal lewat film ini,” tegasnya.

Dengan visual yang memukau, teknologi kelas dunia, serta narasi yang menyentuh, Pelangi di Mars siap menjadi pembuka jalan baru bagi perfilman Indonesia di genre fiksi ilmiah. Film ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ajakan untuk terus bermimpi karena masa depan selalu dimulai dari imajinasi yang paling liar sekalipun.

 

Topik: Pelangi di marsRio dewantoUpie Guava

TerkaitBerita

​Khawatir Anak-Anak Jadi Incaran Narkoba, Sarah Sechan Ambil Peran Misterius di Film ‘MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula’
Film dan Musik

​Khawatir Anak-Anak Jadi Incaran Narkoba, Sarah Sechan Ambil Peran Misterius di Film ‘MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula’

oleh Editor : Akula
16 Juni 2026
Stik Biliar Rp100 Juta Bikin Okie Agustina Kaget, Kini Penghasilan Kiesha Alvaro Diawasi Ketat
Film dan Musik

Stik Biliar Rp100 Juta Bikin Okie Agustina Kaget, Kini Penghasilan Kiesha Alvaro Diawasi Ketat

oleh Editor : Akula
16 Juni 2026
Film Terlaris Thailand Siap Tayang di Indonesia, Undertaker 2: Afterlife Angkat Misteri Orang yang Kembali dari Kematian
Film dan Musik

Film Terlaris Thailand Siap Tayang di Indonesia, Undertaker 2: Afterlife Angkat Misteri Orang yang Kembali dari Kematian

oleh Editor : Akula
15 Juni 2026
Film Saat Aku Bersuara Ajak Penyintas Berani Bangkit dan Melawan Budaya Bungkam Menulis
Film dan Musik

Film Saat Aku Bersuara Ajak Penyintas Berani Bangkit dan Melawan Budaya Bungkam Menulis

oleh Editor : Akula
15 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Dampak dan Upaya Mengatasi Praktik Ijon yang Merugikan Petani

Dampak dan Upaya Mengatasi Praktik Ijon yang Merugikan Petani

16 Juni 2026
Pakuwon Group Bersama EMC Healthcare dan YPP Gelar Sunatan Massal untuk 700 Anak di Jabodetabek

Pakuwon Group Bersama EMC Healthcare dan YPP Gelar Sunatan Massal untuk 700 Anak di Jabodetabek

16 Juni 2026
IHSG Mulai Rebound, Mirae Asset Sekuritas Soroti Stabilitas Rupiah dan Penurunan Yield SBN

IHSG Mulai Rebound, Mirae Asset Sekuritas Soroti Stabilitas Rupiah dan Penurunan Yield SBN

16 Juni 2026
Honor X80 Resmi Meluncur Juni 2026, Hadir dengan Chipset Bertenaga dan Bodi Tahan Benturan

Honor X80 Resmi Meluncur Juni 2026, Hadir dengan Chipset Bertenaga dan Bodi Tahan Benturan

16 Juni 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    498 shares
    Share 199 Tweet 125
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3492 shares
    Share 1397 Tweet 873
  • Angka Kematian Ibu di Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara

    331 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    420 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya