Rabu, 15 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Film dan Musik

Film Saat Aku Bersuara Ajak Penyintas Berani Bangkit dan Melawan Budaya Bungkam Menulis

Editor : Akula oleh Editor : Akula
15 Juni 2026
in Film dan Musik
A A
0
Film Saat Aku Bersuara Ajak Penyintas Berani Bangkit dan Melawan Budaya Bungkam Menulis

Para cast film Saat Aku Bersuara (Foto. HENDRA/KORANINDOPOS.COM)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta –  Film drama terbaru berjudul Saat Aku Bersuara hadir membawa isu yang dekat dengan kehidupan banyak perempuan. Tidak hanya menampilkan luka akibat kekerasan seksual, film ini lebih menekankan keberanian penyintas untuk bangkit, bersuara, dan memperjuangkan keadilan.

Film produksi Arjuna Mega Films, Rain Creation, dan Lex Pictures tersebut dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Juni 2026. Lewat kisah yang diangkat, para pembuat film berharap penonton melihat bahwa penyintas tidak selamanya berada dalam bayang-bayang trauma, tetapi juga memiliki kekuatan untuk melanjutkan hidup.

Sutradara Sonu Samtani mengatakan pendekatan itu sengaja dipilih karena banyak film bertema serupa selama ini lebih banyak menampilkan penderitaan korban. Menurutnya, ada sisi lain yang juga penting untuk diceritakan, yakni keberanian korban saat memutuskan untuk berbicara dan melawan ketidakadilan.

“Ini isu yang penting, apalagi isu sosial seperti ini belum pernah diungkapkan dari sisi yang berbeda. Kita pernah punya beberapa film yang mengangkat kekerasan seksual atau pelecehan seksual, tetapi lebih banyak dari sisi pengalaman traumatisnya,” kata Sonu Samtani saat konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026).

Artikel Terkait

Kemas Cerita Cinta, Pengorbanan, dan Kesempatan Kedua

Fadly Faisal dan Yasamin Jasem Melawan Kutukan Lebah di Film Paket Santet

Sering Buru Foto Hantu di Lokasi Syuting, Titi Kamal Kini Bintangi Film Horor ‘Perumahan Laddaland’

Melalui Saat Aku Bersuara, Sonu ingin menunjukkan perjalanan seorang perempuan yang memilih bangkit setelah mengalami peristiwa yang mengubah hidupnya. Baginya, keberanian untuk menyuarakan kebenaran merupakan bagian penting dari proses pemulihan.

“Nah, kami punya ide bahwa kenapa tidak mengangkat sisi ketika perempuan berani bersuara dan bangkit. Ini akan menjadi fenomena yang berbeda,” lanjutnya.

Pesan yang sama juga disampaikan oleh penulis skenario Tisa TS. Ia berharap film ini tidak berhenti sebagai tontonan di layar lebar, tetapi mampu mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap penyintas kekerasan seksual dan menciptakan lingkungan yang aman bagi mereka untuk berbicara.

“Kita tidak cuma menonton film sebagai hiburan, tetapi juga menyaksikan sebuah gerakan untuk membuat orang-orang berhenti bungkam. Jadi hari ini teman-teman menjadi saksi bahwa segala sesuatu yang selama ini dibungkam tidak boleh terjadi lagi,” tutur Tisa.

Film ini mengikuti perjalanan Nadia, seorang perempuan mandiri yang tengah menjalani kehidupan dan kariernya dengan baik. Namun hidupnya berubah drastis setelah mengalami sebuah peristiwa traumatis yang mengguncang masa depannya.

Di tengah kondisi tersebut, Nadia harus berjuang menghadapi luka batin, menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat, sekaligus mencari keadilan atas apa yang dialaminya. Perjalanan itu menjadi inti cerita yang ditawarkan film ini kepada penonton.

Karakter Nadia diperankan oleh Marshanda. Ia beradu akting dengan Nino Fernandez yang memerankan Reza, tunangan Nadia. Film ini juga dibintangi Teuku Rifnu Wikana, Rini Yulianti, Hana Malasan, Ibnu Jamil, Lukman Sardi, Cut Mini, dan Lydia Kandou. (BRG/Hend)

 

Topik: ​Saat Aku Bersuara

TerkaitBerita

MENGADUK EMOSI: Para aktor dan aktris drama berjudul Andai Waktu Bisa Diulang Kembali ditampilkan dalam konferensi pers di Hollywood XXI, Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada Selasa (14/7/2026). Film tersebut akan tayang serentak di bioskop pada 30 Juli 2026. (FOTO: HARIS RISNANDAR/KORANINDOPOS.COM)
Film dan Musik

Kemas Cerita Cinta, Pengorbanan, dan Kesempatan Kedua

oleh Editor : Memoarto
15 Juli 2026
Fadly Faisal dan Yasamin Jasem Melawan Kutukan Lebah di Film Paket Santet
Film dan Musik

Fadly Faisal dan Yasamin Jasem Melawan Kutukan Lebah di Film Paket Santet

oleh Editor : Akula
14 Juli 2026
Sering Buru Foto Hantu di Lokasi Syuting, Titi Kamal Kini Bintangi Film Horor ‘Perumahan Laddaland’
Film dan Musik

Sering Buru Foto Hantu di Lokasi Syuting, Titi Kamal Kini Bintangi Film Horor ‘Perumahan Laddaland’

oleh Editor : Akula
14 Juli 2026
Film ‘Ketok Mejik’: Ben, Made, dan Saged Siap Mengocok Perut Penonton
Film dan Musik

Film ‘Ketok Mejik’: Ben, Made, dan Saged Siap Mengocok Perut Penonton

oleh Editor : Akula
14 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Brand Lencir

Brand Lencir Klarifikasi Isu Produk Detox, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Keamanan Konsumen

15 Juli 2026
MG Perkenalkan MG ZS Hybrid+, SUV Hybrid Terbaru Siap Ramaikan Pasar Indonesia

MG Perkenalkan MG ZS Hybrid+, SUV Hybrid Terbaru Siap Ramaikan Pasar Indonesia

15 Juli 2026
Kemenkop, Kementan, dan LPDB Koperasi Satukan Langkah Perkuat Ekosistem Gula Nasional dari Koperasi

Kemenkop, Kementan, dan LPDB Koperasi Satukan Langkah Perkuat Ekosistem Gula Nasional dari Koperasi

15 Juli 2026
Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional

Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional

15 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3878 shares
    Share 1551 Tweet 970
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    535 shares
    Share 214 Tweet 134
  • Samsung Siapkan Dua Galaxy Z Series Terbaru, Z Flip 8 dan Z Fold 8 Siap Ramaikan Pasar Ponsel Lipat

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Swiss Siap-Siap Hadapi Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    335 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya