Koranindopos.com – JAKARTA – Kebakaran melanda sederet kios dan lapak usaha di Jalan Kampung Lio, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, tepatnya di kawasan tepian rel dekat Stasiun Depok Baru, Minggu (15/6/2026) sore. Sedikitnya tujuh kios dilaporkan hangus dilalap si jago merah dalam peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Tessy Haryati, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, puluhan warga dan masyarakat sekitar sempat dievakuasi untuk menghindari risiko yang lebih besar.
“Sebanyak tujuh kios terbakar dan tidak ada korban,” ujar Tessy saat dikonfirmasi, Senin (16/6/2026).
Kios dan lapak yang terbakar terdiri dari berbagai jenis usaha, antara lain kios laundry, lapak rongsok, bengkel motor, bengkel cutting sticker, konter pulsa, warung kopi, serta kios burung dara. Sebagian besar bangunan yang terdampak diketahui memiliki konstruksi semi permanen sehingga api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Meski tidak menimbulkan korban meninggal maupun luka-luka, petugas melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Berdasarkan data sementara dari DPKP Kota Depok, sebanyak 22 laki-laki dan lima perempuan berhasil dievakuasi. Selain itu, sekitar 100 warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar lokasi juga diamankan untuk menghindari dampak kebakaran.
“Jumlah korban yang diselamatkan 22 laki-laki, lima perempuan, dan kurang lebih 100 masyarakat sekitar. Tidak ada korban meninggal dunia,” kata Tessy.
Langkah evakuasi dilakukan mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan padat aktivitas dan berdekatan dengan jalur rel kereta api yang ramai dilalui masyarakat.
Berdasarkan hasil pendataan awal, kebakaran diduga bermula dari salah satu kios laundry yang berada di lokasi. Petugas menduga api muncul akibat korsleting atau kegagalan instalasi listrik di tempat usaha tersebut.
“Kegagalan instalasi listrik di kios laundry,” ujar Tessy.
Api kemudian dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain yang berada berdempetan. Material bangunan yang mudah terbakar turut mempercepat penyebaran api sehingga sejumlah kios tidak sempat diselamatkan.
DPKP Kota Depok menerima laporan kebakaran pada pukul 17.31 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membakar bangunan rumah toko (ruko) dan sejumlah kios di sekitarnya.
Untuk mengendalikan kobaran api, DPKP Kota Depok mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran dan 23 personel. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena petugas harus memastikan api tidak kembali menyala di sela-sela bangunan yang terbakar.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 21.00 WIB.
Hingga saat ini, pihak DPKP Kota Depok bersama instansi terkait masih melakukan pendataan terhadap kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut. Nilai kerugian material belum dapat dipastikan karena proses inventarisasi masih berlangsung.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran juga masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Petugas akan memeriksa kondisi instalasi listrik dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan sumber api secara akurat.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama pada bangunan usaha yang beroperasi hampir sepanjang hari. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.(dhil)










