Koranindopos.com, Jakarta – Kondisi peredaran gelap narkotika di Indonesia kini sudah berada pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Bukan lagi sekadar menyasar usia dewasa, barang haram tersebut secara nyata terindikasi mulai merambah dan meracuni ruang lingkup kehidupan anak-anak di bawah umur. Fenomena sosial yang miris ini rupanya mengetuk hati nurani presenter sekaligus aktris senior, Sarah Sechan, untuk ikut ambil bagian dalam sebuah gerakan preventif visual.
Dalam proyek sinema yang disutradarai oleh Franklin Darmadi ini, Sarah Sechan didapuk untuk memainkan sebuah peran yang cukup krusial dan berbeda dari citra dirinya sehari-hari. Ia mendapatkan kepercayaan untuk menghidupkan karakter sebagai seorang ibu kepala desa (kades). Karakter ini dirancang sedemikian rupa agar memicu rasa penasaran penonton sepanjang jalannya cerita.
”Aku disini jadi ibu kades. Seperti apa dia? Pokoknya karakternya misterius gabisa ketebak,” kata Sarah Sechan saat diwawancarai di XXI Metropole, Jakarta Pusat, pada Senin (15/6/2026),
Keterlibatan wanita berusia 52 tahun ini dalam film produksi PANEN Entertainment ternyata didasari oleh kedekatan personal dan kualitas cerita. Sarah mengaku sangat mengenal baik sang sutradara dan langsung terpikat sejak pertama kali membaca naskah skenario. Terlebih, fokus utama film ini adalah melakukan gerakan aktif untuk memerangi serta mencegah masuknya peredaran narkotika ke dunia anak-anak.
”Jujur ngeri sih lihat peredaran narkotika zaman sekarang, anak-anak sudah jadi korban,” ucapnya.
Tips Parenting Menjauhkan Anak dari Bahaya Narkoba
Ketika dimintai keterangan lebih lanjut mengenai langkah konkret yang dilakukannya dalam membentengi buah hati di rumah, wanita bernama asli Sarah Meirizka Hardiany Sechan ini memiliki metode tersendiri. Ia menerapkan pola asuh yang aktif dengan mengarahkan energi anak ke arah kegiatan yang positif dan produktif secara fisik.
”Kalau aku berusaha membuat anak sibuk untuk berolahraga,” ucapnya.
Rasa cemas yang dirasakan oleh Sarah Sechan rupanya sangat berdasar dan sesuai dengan realita data lapangan. Proyek film ‘MAJU’ ini sendiri mendapat atensi dan dukungan penuh dari Badan Narkotika Nasional (BNN) serta Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Sinergi ini dilakukan demi menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di tingkat remaja.
Pihak otoritas terkait membenarkan bahwa angka keterpaparan narkotika pada usia produktif dan anak-anak di Indonesia memerlukan penanganan yang sangat serius. Film yang dijadwalkan akan segera tayang secara resmi di bioskop pada tanggal 6 Agustus 2026 ini dinilai sejalan dengan visi dan misi strategis penegak hukum dalam melakukan sosialisasi pencegahan dini.
Deputi Bidang Pencegahan BNN, Irjen Pol. Muhammad Zainul Muttaqien, memaparkan data statistik komprehensif mengenai kondisi darurat narkoba yang melibatkan ratusan ribu anak muda.
”Berdasarkan data dari BRIN di tahun 2023, ada 3,3 juta jiwa terpapar narkoba. Anak-anak berapa? Usia 15 sampai 25, ada 312.000 orang terpapar,” jelas Zainul Muttaqien.
Tingginya presentasi anak-anak yang terjerat kasus hukum akibat narkoba menjadi alarm keras bagi masa depan bangsa. BNN berharap medium film drama aksi ini mampu menjadi alat edukasi massal yang efektif bagi para orang tua dan remaja di seluruh penjuru tanah air.
”Artinya ada 9,5% dari jumlah tersebut anak-anak kita terpapar narkoba,” tambah Zainul yang memaparkan analisis persentase dari total data tersebut guna memberikan gambaran konkret mengenai urgensi gerakan penyelamatan generasi muda ini.
Dalam rangka menyukseskan implementasi jangka panjang Program Indonesia Emas 2045, instansi terkait berkomitmen mendukung penuh perilisan karya sinematik edukatif ini.
”Lewat film ini kami berharap, jadi Pencegahan agar tidak ada lagi anak-anak Indonesia jadi korban atau terpapar narkotika,” ujar Zainul Muttaqien.
Selain menampilkan performa akting memukau dari Sarah Sechan, film ini juga turut diramaikan oleh jajaran aktor dan aktris lintas generasi seperti Bukie Mansyur, Unang Bagito, Princesza Leticia, Bebe Gracia, Axandro J. ED, Aradhana Rahadi, Alby Ersani, serta sederet talenta berbakat lainnya. (BRG/Hend)










