Koranindopos.com, TANGSEL – Organisasi pemberdayaan penyandang disabilitas dan marjinal, Alunjiva Indonesia, menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan. Kegiatan dalam memperingati hari UMKM yang jatuh pada 12 Agustus 2025 itu diikuti oleh 75 UMKM perempuan dan individu disabilitas sebagai kelanjutan dari Program SheAblepreneur. Tujuan pelatihan adalah meningkatkan kapabilitas pelaku usaha perempuan dan disabilitas.
Founder Alunjiva Indonesia Nicky Clara menerangkan, Program SheAblepreneur berupaya untuk menjadi bagian dari solusi. ”Kami ingin memberikan ruang di mana perempuan dan individu dengan disabilitas ‘diizinkan’ untuk bermimpi agar bisa bergerak lebih jauh dan membuat perubahan nyata,” kata Nicky di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Nicky menerangkan, pihaknya berkolaborasi dengan Komnas Disabilitas RI dan Unilever Indonesia untuk menyelenggarakan program tersebut. Program ini adalah inisiatif yang dirancang untuk mendukung pelaku usaha perempuan, termasuk perempuan dengan disabilitas, agar dapat mengembangkan bisnis yang lebih berdaya saing, berkelanjutan, dan berdampak sosial.
Sejak diluncurkan bulan Juni lalu, program ini telah menerima 182 pendaftar yang berdomisili di tiga kota pelaksanaan, yaitu Tangerang, Bandung dan Yogyakarta. Setelah melalui tahap penyaringan dan wawancara, terpilih 75 UMKM perempuan dan individu disabilitas yang memenuhi syarat dan siap mendapatkan pendampingan intensif. Bulan Juli lalu mereka telah mengikuti pelatihan online dengan empat modul utama, yakni 1. Dasar pengembangan bisnis dan Bussiness Model Canvas (BMC), 2. Pemanfaatan digital dan media sosial dalam pengembangan bisnis, 3. Literasi keuangan, dan 4. Pengenalan AI.
Nicky melanjutkan, melalui pelatihan online, teridentifikasi sejumlah tantangan utama yang umumnya dihadapi oleh mayoritas pelaku usaha, yaitu permasalahan dalam manajemen tim. Mulai dari pembagian peran dan tanggung jawab, komunikasi internal yang belum optimal, belum maksimalnya keterlibatan anggota tim, hingga permasalahan dalam strategi pemasaran. ”Khususnya terkait cara memperkenalkan produk ke target pasar yang lebih luas, meningkatkan brand awareness, serta pemanfaatan kanal digital dan offline secara efektif,” ujar Nicky.
Kristy Nelwan, Head of Communication sekaligus Chair of Equity, Diversity & Inclusion (ED&I) Board Unilever Indonesia mengatakan, dukungan dan keterlibatan Unilever Indonesia pada Program SheAblepreneur dilatarbelakangi misi bersama untuk menciptakan dunia usaha yang lebih adil, beragam, dan inklusif.
”Dalam pelatihan hari ini, karyawan Unilever Indonesia terlibat langsung sebagai trainer. Tim brandmembawakan materi seputar branding, pemasaran, dan strategi pemasaran digital, sedangkan tim HR memaparkan kiat manajemen tim dan teknik rekrutmen. Kami percaya wawasan ini menjadi bekal nyata bagi para peserta untuk memulai maupun mengembangkan usaha, sekaligus menepis stigma yang kerap mereka hadapi,” ungkap Kristy. (rls/hrs/mmr)










