koranindopos.com – Bogor . PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran riset dan hilirisasi komoditas perkebunan nasional. Dalam konferensi pers di Kantor Direksi PT RPN, Bogor, Selasa (28/11), perusahaan mengumumkan keberhasilan mengembangkan 28 produk riset unggulan sepanjang 2023–2025 yang kini siap menuju tahap komersialisasi.
Direktur PT RPN, Dr. Iman Yani Harahap, menjelaskan bahwa puluhan inovasi tersebut terbagi ke dalam enam kategori strategis. Bidang pemuliaan dan bioteknologi mendominasi dengan 15 produk, termasuk klon kelapa sawit unggul Nusaklon 1 dan 2, varietas tebu PS 08, klon kakao Monika 01 dan 02, serta klon karet IRR 309 dan IRR 310.
Selain itu, RPN juga mencatatkan inovasi di bidang mekanisasi dan otomasi melalui Digiteks dan Digimost; pangan dan energi seperti minyak makan merah dan specialty tea Gambung; lingkungan dan dekarbonisasi dengan Vulkasol dan Lead Rubber Bearing; serta aplikasi digital seperti e-Hara, Nusaklim, dan OPA (Oil Palm Assistant).
“Capaian ini membuktikan bahwa riset perkebunan Indonesia tidak berhenti di laboratorium, tetapi diarahkan agar mampu memberi nilai tambah dan meningkatkan daya saing di pasar global,” tegas Iman.
RPN turut mengembangkan sejumlah produk baru seperti Biodiesel B50, Palm Vision, Rubber Seal, dan Rubber Flooring. Sepanjang 2021–2025, perusahaan mencatat 103 Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), mulai dari paten, merek dagang, hingga perlindungan varietas tanaman.
Sebagai lembaga riset yang bertransformasi dari Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI), RPN mengelola lima pusat penelitian dengan fokus komoditas kelapa sawit, karet, teh dan kina, gula, kopi, dan kakao. Operasional lembaga didukung oleh 4.068 karyawan, termasuk 274 peneliti aktif.
Selain menghasilkan inovasi, RPN juga aktif menyusun kebijakan strategis. Pada periode 2020–2025, RPN menerbitkan 31 naskah akademik terkait hilirisasi perkebunan, ekonomi sirkular, hingga pembentukan Badan Pengelola Dana Komoditas Non-Sawit.
RPN melayani berbagai pemangku kepentingan—mulai dari PTPN Group, petani, hingga pemerintah. Layanannya mencakup penyediaan benih unggul, pupuk, jasa sertifikasi ISPO, pengujian laboratorium terakreditasi KAN, serta pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Program hilirisasi perkebunan merupakan agenda strategis pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. RPN berperan dalam riset terapan dari hulu hingga hilir untuk memastikan Indonesia tetap kompetitif dalam industri perkebunan global.
“Sebagai bagian dari ekosistem PTPN Group, RPN terus menegaskan posisinya sebagai pusat keunggulan perkebunan Indonesia. Inovasi riset, penyediaan benih unggul, dan kajian kebijakan yang kami lakukan diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing industri,” tutup Iman. (ris)










