Rabu, 24 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Otomotif

Riset ID COMM Ungkap Dinamika dan Tantangan Adopsi Mobil Listrik di Indonesia

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
12 Desember 2025
in Otomotif
A A
0
MOBIL LISTRIK

(Ki-Ka) Sari Soegondo, Co-Founder & Executive Director ID COMM, tim riset ID COMM Asti Putri, Co-Founder & Director; Inu Machfud, Research Associate dan Claudius Surya, Research Associate pada Peluncuran Hasil Riset "Menuju Era Mobil Listrik: Sejauh Mana Indonesia Siap" (11/12) di Jakarta

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA – Adopsi mobil listrik di Indonesia saat ini masih berada pada fase awal dan didominasi oleh early adopter serta early majority. Kelompok konsumen ini dikenal berani mencoba inovasi baru dan siap menanggung risiko, namun jumlahnya belum mencerminkan penerimaan luas di masyarakat. Temuan tersebut disampaikan dalam riset terbaru ID COMM bertajuk “Menuju Era Mobil Listrik: Sejauh Mana Indonesia Siap”, yang diluncurkan di Jakarta, Kamis (11/12).

16574f2d c98d 4d3a 900c bb42e85579a8 - Riset ID COMM Ungkap Dinamika dan Tantangan Adopsi Mobil Listrik di Indonesia

Riset dilakukan melalui wawancara mendalam dengan konsumen, pelaku industri, dan media, serta analisis terhadap kebijakan dan regulasi kendaraan listrik di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa percepatan adopsi mobil listrik membutuhkan sinergi kuat antara kebijakan pemerintah, arah bisnis produsen, dan edukasi publik yang lebih komprehensif.

Adopsi Masih Didominasi Motif Ekonomi dan Kelompok Menengah Atas

Artikel Terkait

Jadi Salah Satu EV Terlaris Mei 2026, MG Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Langsung MGS5 EV Lewat Program Dare To Drive

Mengintip Biaya Penggunaan Kendaraan Listrik Changan, Mulai Rp158 per Kilometer

Menyambut Era Kendaraan Listrik yang Semakin Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Menurut ID COMM, alasan utama konsumen membeli mobil listrik adalah efisiensi biaya operasional serta insentif fiskal berupa pajak tahunan yang jauh lebih rendah, sekitar Rp150.000. Selain itu, sebagian pemilik merasa bangga menjadi pelopor, menjadikan aspek psikologis sebagai dorongan tambahan.

Menariknya, seluruh responden dalam riset ini telah memiliki mobil konvensional sebelumnya. Dengan kisaran harga mobil listrik Rp189 juta hingga Rp1,58 miliar, segmen pengguna didominasi kelas menengah atas urban.

Tiga rentang usia mendominasi pasar mobil listrik:

  • 25–35 tahun: profesional muda dengan mobilitas tinggi

  • 36–50 tahun: konsumen keluarga yang mapan

  • 50 tahun ke atas: pengguna yang mencari kenyamanan dan biaya operasional rendah menjelang masa pensiun

Media sosial dan influencer otomotif menjadi sumber informasi utama bagi calon pengguna sebelum memutuskan pembelian.

Kebijakan Pemerintah: Fondasi Ekosistem yang Sedang Bertumbuh

Sejak diterbitkannya Perpres No. 55/2019, pemerintah berupaya mempercepat ekosistem mobil listrik dari hulu ke hilir. Mulai dari pengaturan fiskal, industri, infrastruktur, hingga daur ulang baterai, kebijakan yang ada dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan menekan emisi gas rumah kaca.

Meski demikian, sinergi kebijakan masih perlu diperkuat agar mampu mengakomodasi kebutuhan industri dan mendorong minat publik secara masif.

ID COMM mencatat pertumbuhan unit Battery Electric Vehicle (BEV) cukup signifikan:

  • 2023: 15.318 unit

  • 2024: 43.188 unit

  • 2025 (Jan–Ags): 51.191 unit

Namun, peningkatan ini belum mencerminkan perluasan pasar, melainkan pergeseran dari pengguna mobil berbahan bakar fosil.

Pelaku Industri: Dinamis, namun Masih ‘Wait and See’

Riset ID COMM menemukan bahwa pelaku industri otomotif bersikap sangat berhati-hati. Ketidakpastian kebijakan, perang harga, dan dinamika pasar membuat sebagian produsen memilih sikap wait and see sebelum melakukan investasi jangka panjang.

Dua tahun pertama pertumbuhan mobil listrik di Indonesia lebih dianggap sebagai fase bertahan hidup dan pembelajaran. Produsen harus menghadapi:

  • perang harga yang dipimpin pabrikan Tiongkok,

  • tekanan margin,

  • siklus pembaruan model yang semakin cepat, dan

  • pasar domestik yang belum matang.

Penjualan mobil listrik yang meningkat justru terjadi ketika total penjualan mobil nasional menurun, menandakan fenomena “kanibalisme pasar”.

Peran Media: Penjaga Kredibilitas dan Edukator Publik

Dalam ekosistem mobil listrik yang dipenuhi influencer dan key opinion leader, media arus utama tetap memegang peran penting sebagai penyedia informasi yang berimbang dan kontekstual.

Media tidak hanya menyampaikan perkembangan teknologi, tetapi juga memberikan sudut pandang kritis untuk membantu masyarakat mengambil keputusan. Hal ini krusial untuk menghilangkan kesenjangan pemahaman antara kebijakan pemerintah, industri, dan publik.

Mendorong Indonesia Masuk Fase Early Majority

Menurut ID COMM, percepatan adopsi mobil listrik memerlukan:

  • konsistensi kebijakan pemerintah,

  • arah bisnis yang lebih jelas dari produsen,

  • pengalaman konsumen yang lebih baik, termasuk kualitas SPKLU dan layanan purna jual,

  • serta narasi edukatif yang menekankan manfaat praktis, bukan sekadar fitur.

Dengan sinergi antara pemangku kepentingan, mobil listrik berpotensi bergerak dari produk eksklusif menuju penggunaan massal yang berkelanjutan. (sh)

Topik: ID COMMMobil ListrikRISET

TerkaitBerita

Jadi Salah Satu EV Terlaris Mei 2026, MG Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Langsung MGS5 EV Lewat Program Dare To Drive
Otomotif

Jadi Salah Satu EV Terlaris Mei 2026, MG Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Langsung MGS5 EV Lewat Program Dare To Drive

oleh Editor : Affandy
24 Juni 2026
Mengintip Biaya Penggunaan Kendaraan Listrik Changan, Mulai Rp158 per Kilometer
Otomotif

Mengintip Biaya Penggunaan Kendaraan Listrik Changan, Mulai Rp158 per Kilometer

oleh Editor : Affandy
23 Juni 2026
Menyambut Era Kendaraan Listrik yang Semakin Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari
Otomotif

Menyambut Era Kendaraan Listrik yang Semakin Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

oleh Editor : Doe
22 Juni 2026
Desain Dihujat Dunia, Ferrari Luce Tampil Lebih Garang Berkat Sentuhan Venuum
Otomotif

Desain Dihujat Dunia, Ferrari Luce Tampil Lebih Garang Berkat Sentuhan Venuum

oleh Editor : Affandy
22 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Nasib Pilu Komang Ani: Lansia yang Pertahankan Tanah Malah Dipenjara, Kini Terancam Kebutaan Permanen

Nasib Pilu Komang Ani: Lansia yang Pertahankan Tanah Malah Dipenjara, Kini Terancam Kebutaan Permanen

24 Juni 2026
Sentuhan Magis Bebi Romeo dan Kisah Penyintas Kanker di Balik Mini Album “Suara Hati” Duo Antonia

Sentuhan Magis Bebi Romeo dan Kisah Penyintas Kanker di Balik Mini Album “Suara Hati” Duo Antonia

24 Juni 2026
RAKSASA TEKNOLOGI: Dua raksasa teknologi AS, Cadence dan Intel Foundry berkolaborasi. (Foto Ilustrasi: Dok./Cadence)

Dua Raksasa Teknologi AS Kolaborasi Tingkatkan Performa Intel 14A

24 Juni 2026
Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim, Dorong Kolaborasi Hijau untuk Lingkungan Berkelanjutan

Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim, Dorong Kolaborasi Hijau untuk Lingkungan Berkelanjutan

24 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3556 shares
    Share 1422 Tweet 889
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    442 shares
    Share 177 Tweet 111
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Dikabarkan Bakal PHK Ribuan Karyawan, Produksi Disebut Pindah ke Vietnam

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya