Minggu, 21 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home uncategorized

Indonesia Hygiene Forum 2025 Soroti Ancaman Penyakit Gusi terhadap Produktivitas dan Kesehatan Nasional

Editor : Akula oleh Editor : Akula
22 Desember 2025
in uncategorized
A A
0
Indonesia Hygiene Forum 2025 Soroti Ancaman Penyakit Gusi terhadap Produktivitas dan Kesehatan Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Unilever Indonesia melalui merek Pepsodent kembali menggelar Indonesia Hygiene Forum 2025 (IHF 2025) sebagai ruang diskusi lintas keahlian yang membahas persoalan kesehatan gigi dan mulut, khususnya penyakit gusi. Forum ini menyoroti fakta ilmiah bahwa gangguan gusi tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berpengaruh signifikan terhadap produktivitas masyarakat dan beban ekonomi negara.

Diskursus IHF 2025 berangkat dari publikasi jurnal medis internasional yang mengulas hubungan kuat antara penyakit gusi dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular serta penurunan kinerja masyarakat. Data global menunjukkan masalah ini semakin mengkhawatirkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan pada 2050 sebanyak 1,5 miliar orang akan mengalami periodontitis parah, sementara sekitar 660 juta orang diprediksi kehilangan gigi.

Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tercatat sebagai salah satu kawasan dengan prevalensi tertinggi.
Kementerian Kesehatan RI menilai persoalan ini perlu ditangani secara kolaboratif. Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes RI, dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, menyampaikan, “Menurut data dari Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes RI yang telah menjangkau 63,5 juta penduduk, masalah gigi masuk dalam 5 tertinggi yang ditemukan pada seluruh kelompok usia. Hal ini mengindikasikan bahwa kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi masih perlu ditingkatkan. Untuk itu, Kemenkes RI mencanangkan Rencana Aksi Nasional dengan 4 pilar utama. Tentunya kami tidak mungkin berjalan sendirian, diperlukan kolaborasi lintas pihak dalam mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan gigi dan mulut melalui edukasi berkelanjutan.”

IMG 20251222 WA0007 - Indonesia Hygiene Forum 2025 Soroti Ancaman Penyakit Gusi terhadap Produktivitas dan Kesehatan Nasional

Artikel Terkait

Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Cara Ferly Halim Menggambarkan Cinta yang Tak Selalu Terucap

Dua Aksi Demo Mahasiswa Digelar di Jakarta Pusat Siang Ini, 214 Personel Disiagakan

Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku

Dari sisi industri, Unilever Indonesia menegaskan komitmennya dalam perlindungan kesehatan masyarakat. Personal Care Community Lead Unilever Indonesia, drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., menjelaskan, “Unilever Indonesia selaku Perusahaan yang konsisten berkomitmen melindungi kesehatan masyarakat mengadakan sebuah Roundtable Discussion yang melibatkan sederetan ahli kedokteran gigi dan mulut, kedokteran penyakit dalam, dan pakar kesehatan masyarakat terkemuka asal Inggris, Vietnam dan Indonesia untuk mengupas lebih dalam tentang penyakit gusi dan dampaknya terhadap produktivitas dan kesehatan.”

Forum ini juga mengulas mengapa masyarakat Indonesia tergolong rentan mengalami penyakit gusi. Guru Besar Ilmu Periodonsia FKG Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Amaliya, drg., M.Sc., Ph.D., memaparkan berbagai faktor risiko, mulai dari rendahnya literasi kesehatan gigi, tingginya kebiasaan merokok, pola makan kurang gizi, hingga keterbatasan tenaga medis.

“Terlebih lagi, penyakit gusi merupakan ‘silent killer’ karena di tahap awal (peradangan gusi/gingivitis) umumnya gejalanya muncul secara samar dan tidak menimbulkan rasa sakit,” katanya.

Rendahnya kesadaran membuat banyak pasien baru datang ke fasilitas kesehatan saat kondisi sudah memasuki tahap periodontitis. Akibatnya, perawatan menjadi lebih rumit dan mahal. WHO mencatat kerugian produktivitas akibat masalah gigi dan mulut di Indonesia mencapai USD3.213 juta atau sekitar Rp53,3 triliun per tahun, angka yang jauh melampaui pengeluaran masyarakat untuk perawatan gigi per kapita.
Dampak penyakit gusi juga menjalar ke kesehatan sistemik.

Spesialis Penyakit Dalam FKUI, dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, Ph.D., menjelaskan keterkaitan erat antara penyakit gusi, diabetes, dan jantung. Ia menyebutkan, “Sebuah studi menunjukkan bahwa penderita diabetes, terutama diabetes tipe 2, memiliki risiko tiga kali lipat lebih tinggi untuk menderita keparahan penyakit gusi,” ujarnya.

Selain itu, penyakit gusi dikaitkan dengan infeksi pernapasan dan komplikasi kehamilan, yang seluruhnya berkontribusi pada tingginya klaim pembiayaan JKN melalui BPJS Kesehatan. Situasi ini mempertegas bahwa kesehatan gigi dan mulut tidak bisa dipandang sebagai isu sepele.

Sebagai langkah ke depan, IHF 2025 merumuskan sejumlah rekomendasi strategis, mulai dari penguatan data epidemiologi nasional, integrasi kebijakan kesehatan gigi, pengembangan sistem informasi, hingga edukasi sejak usia sekolah dan layanan terpadu bagi pasien penyakit tidak menular. Edukasi menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride juga ditekankan sebagai langkah preventif.

“Beberapa poin ini sudah sangat sejalan dengan agenda yang sedang digalakkan Kemenkes RI. Kami berterima kasih atas rekomendasi yang telah disusun, dan terbuka untuk saling berdiskusi dan berkolaborasi dalam mewujudkannya,” pungkas dr. Elvieda.

Topik: Pepsodent

TerkaitBerita

Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Cara Ferly Halim Menggambarkan Cinta yang Tak Selalu Terucap
uncategorized

Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Cara Ferly Halim Menggambarkan Cinta yang Tak Selalu Terucap

oleh Editor : Akula
12 Juni 2026
Dua Aksi Demo Mahasiswa Digelar di Jakarta Pusat Siang Ini, 214 Personel Disiagakan
uncategorized

Dua Aksi Demo Mahasiswa Digelar di Jakarta Pusat Siang Ini, 214 Personel Disiagakan

oleh Editor : Affandy
10 Juni 2026
Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku
uncategorized

Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku

oleh Editor : Akula
22 Mei 2026
UM-PTKIN 2026 Perketat Pengawasan, Gunakan Alat Detektor dan Sistem SSE
uncategorized

UM-PTKIN 2026 Perketat Pengawasan, Gunakan Alat Detektor dan Sistem SSE

oleh Editor : Affandy
13 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

iCAR V23 Raih Red Dot Award Design Concept 2026, Tegaskan Keunggulan Desain Klasik Berkarakter

iCAR V23 Raih Red Dot Award Design Concept 2026, Tegaskan Keunggulan Desain Klasik Berkarakter

21 Juni 2026
Menaker Tekankan Pentingnya Menyiapkan Generasi Masa Depan Hadapi Dunia Kerja Baru

Menaker Tekankan Pentingnya Menyiapkan Generasi Masa Depan Hadapi Dunia Kerja Baru

21 Juni 2026
Hadir di PENAS Petani Nelayan 2026 Gorontalo, BULOG Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Hadir di PENAS Petani Nelayan 2026 Gorontalo, BULOG Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

21 Juni 2026
SANKSI BERAT: Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi mencium motor Aprilia RS-GP25. (Foto Ilustrasi: ANTARA/X/MotoGP)

Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

21 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3508 shares
    Share 1403 Tweet 877
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    433 shares
    Share 173 Tweet 108
  • Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Konsumen Protes Modernland Cilejit, Progres Podomoro Tenjo Signifikan

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Jetour T1 i-DM Resmi Meluncur di Indonesia, SUV Plug-in Hybrid Siap Tantang Kompetitor di Segmen Urban Adventure

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya