Koranindopos.com, Jakarta – Anda mungkin pernah mendengar tentang PET CT Scan. Namun, Biograph Vision Quadra adalah lompatan teknologi medis yang jauh lebih maju.
EMC Healthcare kembali menyelenggarakan seminar medis bertema “Advancing Cancer Care in Indonesia” di Hotel Sultan Jakarta. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 dokter dari berbagai fasilitas layanan kesehatan dan menjadi forum ilmiah untuk memperbarui wawasan tenaga medis terhadap perkembangan penanganan kanker di Indonesia.
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yang merupakan pakar di bidangnya masing-masing, yaitu dr. Junan Imaniar Pribadi, Sp.KN-TM., FANMB, dokter spesialis kedokteran nuklir dari RS EMC Graha Kedoya; Dr. dr. Denni Joko Purwanto, SpB.Subsp.Onk.(K). M.M, konsultan bedah onkologi dari RS EMC Alam Sutra; serta dr. Seno Budi Santoso, Sp.B.Subsp.BD(K), subspesialis bedah digestif dari RS EMC Pulomas.
Kegiatan yang rutin digelar oleh EMC Healthcare ini bersifat gratis dan memberikan Satuan Kredit Profesi (SKP) bagi para peserta yang hadir. Program ini merupakan bagian dari komitmen EMC dalam mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme dokter secara berkelanjutan.
Dokter spesialis onkologi dan kedokteran nuklir RS EMC Grha Kedoya dr. Junan Imaniar Pribadi, Sp.KN-TM., FANMB menjelaskan, sistem canggih ini menggabungkan dua modalitas pencitraan sekaligus: Positron Emission Tomography (PET) dan Computed Tomography (CT), namun dengan kapabilitas yang ditingkatkan secara signifikan.
“PET Scan mampu mendeteksi aktivitas metabolisme sel pada tingkat molekuler, yang berarti dapat mengidentifikasi perubahan abnormal yang mengindikasikan keberadaan kanker bahkan sebelum tumor terlihat secara anatomis,” kata dr. Junan di seminar medis bertema “Advancing Cancer Care in Indonesia” di Hotel Sultan Jakarta.
“Sementara itu, CT memberikan gambaran detail struktur organ dan lokasi di jaringan tubuh,” sambung dr. Junan.
Dijelaskan dia, teknologi PET/CT pada Biograph Vision Quadra memiliki kemampuan luar biasa untuk mengidentifikasi kanker pada stadium awal.
“Mengapa ini penting? Karena kanker yang terdeteksi di stadium awal jauh lebih mudah ditangani dan memiliki tingkat keberhasilan pengobatan yang lebih tinggi. Jangan tunda, deteksi dini adalah kunci,” papar dr. Junan.

Lalu, apa yang membuat Biograph Vision Quadra begitu istimewa? Teknologi medis ini memiliki bidang pandang (FOV) yang lebih luas dan sensitivitas yang sangat tinggi. Ini berarti:
Pencitraan Lebih Cepat: Proses scan menjadi lebih singkat, mengurangi ketidaknyamanan pasien.
Akurasi Lebih Tinggi: Kemampuan menangkap sinyal lebih detail menghasilkan gambar dengan resolusi
superior, memungkinkan dokter melihat lesi atau kelainan yang sangat kecil sekalipun.
Dosis Radiasi Lebih Rendah: Meskipun canggih, sistem ini dirancang untuk meminimalkan paparan radiasi, menjadikannya lebih aman bagi pasien.
Identifikasi Lebih Awal: Potensi mendeteksi sel kanker pada stadium paling awal sangat besar, bahkan ketika belum menunjukkan gejala fisik yang jelas.
Biograph Vision Quadra tidak hanya unggul dalam deteksi dini kanker. Kemampuannya yang luar biasa juga sangat bermanfaat untuk:
Penentuan Stadium Kanker: Membantu dokter menentukan sejauh mana kanker telah menyebar, yang esensial untuk perencanaan pengobatan yang tepat.
Evaluasi Respons Terapi: Memantau efektivitas pengobatan kanker dan mengidentifikasi apakah sel kanker merespons terapi yang diberikan.
Deteksi Kekambuhan Kanker: Mengidentifikasi sel kanker yang mungkin muncul kembali setelah pengobatan.
Diagnosis Penyakit Neurologis: Selain kanker, teknologi medis ini juga dapat digunakan untuk mendiagnosis kondisi lain seperti kelainan neurologis tertentu.
Peradangan dan Infeksi: Biograph Vision Quadra mampu mengidentifikasi lokasi peradangan atau infeksi yang sulit ditemukan dengan metode pencitraan lainnya, memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan tepat. (BRG/Kul)










