Selasa, 14 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Global Fatty Liver Day 2026 Dorong Deteksi Dini untuk Menjaga Kesehatan Hati

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
12 Juni 2026
in Kesehatan
A A
0
Global Fatty Liver Day 2026 Dorong Deteksi Dini untuk Menjaga Kesehatan Hati

Foto: dok. global fatty liver

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Penyakit perlemakan hati atau fatty liver disease masih menjadi salah satu ancaman kesehatan yang sering kali tidak disadari masyarakat. Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga banyak penderita baru mengetahui adanya gangguan ketika penyakit telah memasuki fase yang lebih serius.

Dalam rangka memperingati Global Fatty Liver Day 2026 yang mengusung tema “Act Now”, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Novo Nordisk Indonesia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko yang dapat memicu penyakit perlemakan hati, terutama obesitas.

Tema “Act Now” menjadi seruan untuk mengambil tindakan sejak dini guna mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah. Para ahli menegaskan bahwa perlemakan hati merupakan kondisi yang masih dapat dikendalikan, bahkan diperbaiki, apabila terdeteksi lebih awal dan ditangani secara tepat.

Penyakit perlemakan hati terjadi ketika terdapat penumpukan lemak berlebih di dalam organ hati. Salah satu bentuk yang paling umum ditemukan adalah Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD), yakni penyakit hati berlemak yang berkaitan dengan gangguan metabolik. Obesitas menjadi faktor risiko utama karena kelebihan lemak tubuh tidak hanya tersimpan di bawah kulit, tetapi juga dapat menumpuk di berbagai organ vital, termasuk hati.

Artikel Terkait

Studi Ungkap Anak Muda Alami Penuaan Biologis Lebih Cepat, Risiko Kanker Dini Ikut Meningkat

Festival Workout di 14 Kota Ajak Masyarakat Mulai #NabungOtot demi Kualitas Hidup yang Lebih Baik

Gelombang Panas Landa Eropa, WHO Catat 1.300 Kematian Berlebih, BMKG Pastikan Indonesia Kecil Kemungkinan Mengalami Heatwave

Meningkatnya angka obesitas di Indonesia turut meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko penyakit hati berlemak. Berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi obesitas pada orang dewasa terus mengalami peningkatan. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena obesitas juga berkaitan erat dengan berbagai penyakit kronis lainnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa penyakit perlemakan hati sering berkembang tanpa gejala yang mudah dikenali. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih waspada terhadap faktor risiko yang dimiliki dan tidak menunda pemeriksaan kesehatan apabila diperlukan.

“Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hati perlu terus ditingkatkan. Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat di kemudian hari,” ujarnya.

Sementara itu, ahli gastroenterologi dan hepatologi Prof. Rino Alvani Gani menjelaskan bahwa penyakit hati berlemak memiliki spektrum yang cukup luas. Pada tahap awal, kondisi ini mungkin hanya berupa penumpukan lemak sederhana di hati. Namun apabila faktor risiko tidak dikendalikan, sebagian pasien dapat mengalami peradangan serta kerusakan sel hati yang berkelanjutan.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi fibrosis, sirosis, hingga kanker hati. Selain itu, penyakit hati berlemak juga diketahui memiliki hubungan erat dengan berbagai gangguan kardiometabolik seperti penyakit jantung dan pembuluh darah.

Karena itu, individu yang mengalami obesitas, obesitas sentral, diabetes tipe 2, maupun mereka yang memiliki hasil pemeriksaan fungsi hati tidak normal dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna melakukan evaluasi risiko dan pemeriksaan lanjutan.

Pada kesempatan yang sama, dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD, mengingatkan bahwa obesitas perlu dipahami sebagai penyakit kronis yang kompleks. Menurutnya, obesitas bukan hanya persoalan berat badan berlebih, tetapi kondisi medis yang dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh.

Lemak berlebih yang tersimpan di area perut dan organ-organ dalam dapat memicu gangguan metabolik yang berdampak pada kesehatan hati, jantung, serta pembuluh darah. Oleh sebab itu, penanganan obesitas perlu dilakukan secara menyeluruh dengan tujuan meningkatkan kesehatan metabolik dan kualitas hidup secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung penanganan penyakit kronis dan metabolik di Indonesia, Novo Nordisk Indonesia terus mendorong berbagai program edukasi dan inovasi kesehatan yang membantu masyarakat memahami obesitas serta risiko penyakit yang menyertainya.

Melalui berbagai inisiatif edukasi, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan metabolik, mengenali faktor risiko sejak dini, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.

Momentum Global Fatty Liver Day 2026 menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan hati tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dengan deteksi dini, pola hidup sehat, serta pengelolaan faktor risiko yang tepat, masyarakat dapat mengurangi risiko penyakit hati berlemak dan berbagai komplikasi yang menyertainya.

Pesan “Act Now” yang diusung tahun ini pun menjadi ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mulai bertindak sekarang, menjaga kesehatan hati sejak dini, dan membangun kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.(dhil)

Topik: global fatty liver

TerkaitBerita

Studi Ungkap Anak Muda Alami Penuaan Biologis Lebih Cepat, Risiko Kanker Dini Ikut Meningkat
Kesehatan

Studi Ungkap Anak Muda Alami Penuaan Biologis Lebih Cepat, Risiko Kanker Dini Ikut Meningkat

oleh Editor : Affandy
9 Juli 2026
Festival Workout di 14 Kota Ajak Masyarakat Mulai #NabungOtot demi Kualitas Hidup yang Lebih Baik
Kesehatan

Festival Workout di 14 Kota Ajak Masyarakat Mulai #NabungOtot demi Kualitas Hidup yang Lebih Baik

oleh Editor : Affandy
6 Juli 2026
Gelombang Panas Landa Eropa, WHO Catat 1.300 Kematian Berlebih, BMKG Pastikan Indonesia Kecil Kemungkinan Mengalami Heatwave
Kesehatan

Gelombang Panas Landa Eropa, WHO Catat 1.300 Kematian Berlebih, BMKG Pastikan Indonesia Kecil Kemungkinan Mengalami Heatwave

oleh Editor : Affandy
2 Juli 2026
Bantu Anak Indonesia Tumbuh Sehat dan Percaya Diri, Operasi Kraniofasial Gratis Di Gelar
Kesehatan

Bantu Anak Indonesia Tumbuh Sehat dan Percaya Diri, Operasi Kraniofasial Gratis Di Gelar

oleh Editor : Affandy
1 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Rekomendasi HP Rp6–8 Jutaan: RAM Besar, Kamera Tajam, dan Baterai Tahan Lama

Rekomendasi HP Rp6–8 Jutaan: RAM Besar, Kamera Tajam, dan Baterai Tahan Lama

13 Juli 2026
HNW Ajak BKPRMI Kampanyekan “Jakarta Kota Halal Global” pada Musywil XIII DKI Jakarta

HNW Ajak BKPRMI Kampanyekan “Jakarta Kota Halal Global” pada Musywil XIII DKI Jakarta

13 Juli 2026
Biodiesel B50

Program B50 Dinilai Perkuat Ketahanan Energi, MPR Ingatkan Kesiapan Ekosistem

13 Juli 2026
Polri-Kejagung

Sinergi Polri-Kejagung Diperkuat untuk Tingkatkan Kepastian Hukum bagi Masyarakat

13 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3854 shares
    Share 1542 Tweet 964
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    528 shares
    Share 211 Tweet 132
  • Samsung Siapkan Dua Galaxy Z Series Terbaru, Z Flip 8 dan Z Fold 8 Siap Ramaikan Pasar Ponsel Lipat

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Swiss Siap-Siap Hadapi Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    334 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya