Selasa, 26 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

PWNU Jatim Pantau Hilal untuk Menentukan Awal Ramadan 1447 H

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
17 Februari 2026
in Nasional
A A
0
PWNU Jatim Pantau Hilal untuk Menentukan Awal Ramadan 1447 H
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melalui Lembaga Falakiyah (LF) saat ini tengah intens melakukan pemantauan hilal guna menentukan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pemantauan terhadap bulan sabit ini dilakukan di 41 titik lokasi di seluruh wilayah Jawa Timur, sebagai bagian dari usaha memastikan penetapan awal Ramadan secara syar’i.

Ketua LF PWNU Jatim, Syamsul Ma’arif, menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama tetap menggunakan metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung di lapangan karena organisasi tersebut memegang teguh tradisi fikih klasik yang mengacu pada perintah eksplisit dalam agama Islam tentang penentuan awal bulan.

Syamsul mengatakan ada kemungkinan tanggal awal Ramadan yang ditetapkan PWNU berbeda dengan kelompok lain. Menurutnya, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisabnya. Namun, PWNU Jatim masih menunggu hasil pengamatan hilal di lapangan sebelum menetapkan tanggal resmi.

Data awal dari observasi menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam, karena ijtima’ (konjungsi bulan) terjadi setelah terbenamnya matahari pada Selasa sore. Dengan posisi hilal yang negatif atau “minus” menurut kaidah ilmu falak, hilal diperkirakan belum bisa terlihat pada malam itu, sehingga umur bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). Jika hasil rukyat tersebut benar, maka **1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Artikel Terkait

Bappenas Siap Dukung Penuh Grand Design Vokasi dan Perlindungan Kementerian P2MI

Pemerintah dan DPR Sepakati Rp100,1 Triliun untuk Pulihkan Sumatera Pascabencana

Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung

Meski demikian, Syamsul menegaskan bahwa PWNU Jatim tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah Republik Indonesia yang merupakan keputusan resmi sebagai ulil amri, selanjutnya diberikan ikhbar melalui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebagai pedoman resmi pelaksanaan puasa wajib dan sholat Tarawih.

Rukyatul hilal atau pengamatan langsung merupakan metode yang dipegang teguh Nahdlatul Ulama dalam menentukan awal bulan hijriah. Metode ini didasarkan pada prinsip bahwa hilal harus benar-benar terlihat setelah matahari terbenam pada tanggal 29 bulan sebelumnya. Jika hilal tidak terlihat, maka bulan tersebut diistikmal atau dilanjutkan hingga 30 hari. Pendekatan ini berbeda dengan metode lain yang lebih mengandalkan hisab semata.

Langkah pemantauan hilal yang dilakukan PWNU Jatim ini sejalan dengan kegiatan pemantauan yang lebih luas, termasuk yang disiapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memantau hilal di ratusan titik di seluruh Indonesia, guna memastikan penetapan awal Ramadan secara ilmiah dan valid.

Dengan demikian, publik di Jawa Timur dan sekitarnya tengah menantikan hasil pemantauan hilal serta keputusan resmi pemerintah terkait awal puasa Ramadan 1447 H, sambil terus mengikuti proses rukyatul hilal yang berlangsung secara serentak di berbagai titik pengamatan.(dhil)

Topik: pwnuramadhan

TerkaitBerita

Bappenas Siap Dukung Penuh Grand Design Vokasi dan Perlindungan Kementerian P2MI
Nasional

Bappenas Siap Dukung Penuh Grand Design Vokasi dan Perlindungan Kementerian P2MI

oleh Editor : Doe
26 Mei 2026
Pemerintah dan DPR Sepakati Rp100,1 Triliun untuk Pulihkan Sumatera Pascabencana
Nasional

Pemerintah dan DPR Sepakati Rp100,1 Triliun untuk Pulihkan Sumatera Pascabencana

oleh Editor : Affandy
26 Mei 2026
Museum
Nasional

Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung

oleh Editor : Hairul
26 Mei 2026
Haji
Nasional

Puncak Haji Dimulai, Jemaah Indonesia Bergerak Menuju Arafah

oleh Editor : Hairul
26 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Bappenas Siap Dukung Penuh Grand Design Vokasi dan Perlindungan Kementerian P2MI

Bappenas Siap Dukung Penuh Grand Design Vokasi dan Perlindungan Kementerian P2MI

26 Mei 2026
Bali United Bidik Profit Signifikan 2026 Lewat Pengembangan Sportainment

Bali United Bidik Profit Signifikan 2026 Lewat Pengembangan Sportainment

26 Mei 2026
Gala Premiere Badut Gendong Digelar Meriah, Horor Baru Semesta Qodrat Siap Teror Bioskop Indonesia

Gala Premiere Badut Gendong Digelar Meriah, Horor Baru Semesta Qodrat Siap Teror Bioskop Indonesia

26 Mei 2026
Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Ebola Baru, Siap Masuk Uji Klinis dalam Beberapa Bulan

Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Ebola Baru, Siap Masuk Uji Klinis dalam Beberapa Bulan

26 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3253 shares
    Share 1301 Tweet 813
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max: Desain Baru, Performa Monster, dan Kamera Ala DSLR

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Pledoi Calvin Cahya: Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Dakwaan dan Minta Pembebasan Total

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Arab Saudi Bertambah

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya