Kamis, 17 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

PWNU Jatim Pantau Hilal untuk Menentukan Awal Ramadan 1447 H

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
17 Februari 2026
in Nasional
A A
0
PWNU Jatim Pantau Hilal untuk Menentukan Awal Ramadan 1447 H
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melalui Lembaga Falakiyah (LF) saat ini tengah intens melakukan pemantauan hilal guna menentukan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pemantauan terhadap bulan sabit ini dilakukan di 41 titik lokasi di seluruh wilayah Jawa Timur, sebagai bagian dari usaha memastikan penetapan awal Ramadan secara syar’i.

Ketua LF PWNU Jatim, Syamsul Ma’arif, menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama tetap menggunakan metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung di lapangan karena organisasi tersebut memegang teguh tradisi fikih klasik yang mengacu pada perintah eksplisit dalam agama Islam tentang penentuan awal bulan.

Syamsul mengatakan ada kemungkinan tanggal awal Ramadan yang ditetapkan PWNU berbeda dengan kelompok lain. Menurutnya, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisabnya. Namun, PWNU Jatim masih menunggu hasil pengamatan hilal di lapangan sebelum menetapkan tanggal resmi.

Data awal dari observasi menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam, karena ijtima’ (konjungsi bulan) terjadi setelah terbenamnya matahari pada Selasa sore. Dengan posisi hilal yang negatif atau “minus” menurut kaidah ilmu falak, hilal diperkirakan belum bisa terlihat pada malam itu, sehingga umur bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). Jika hasil rukyat tersebut benar, maka **1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Artikel Terkait

DPR Minta Menkeu Suahasil Segera Bereskan Utang Whoosh agar Tak Bebani Fiskal

Menkeu Suahasil Kaji Permintaan Pembatalan Perombakan Pejabat DJP

Prabowo Minta Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 Diusut, Hak Keluarga Korban Dipastikan

Meski demikian, Syamsul menegaskan bahwa PWNU Jatim tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah Republik Indonesia yang merupakan keputusan resmi sebagai ulil amri, selanjutnya diberikan ikhbar melalui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebagai pedoman resmi pelaksanaan puasa wajib dan sholat Tarawih.

Rukyatul hilal atau pengamatan langsung merupakan metode yang dipegang teguh Nahdlatul Ulama dalam menentukan awal bulan hijriah. Metode ini didasarkan pada prinsip bahwa hilal harus benar-benar terlihat setelah matahari terbenam pada tanggal 29 bulan sebelumnya. Jika hilal tidak terlihat, maka bulan tersebut diistikmal atau dilanjutkan hingga 30 hari. Pendekatan ini berbeda dengan metode lain yang lebih mengandalkan hisab semata.

Langkah pemantauan hilal yang dilakukan PWNU Jatim ini sejalan dengan kegiatan pemantauan yang lebih luas, termasuk yang disiapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memantau hilal di ratusan titik di seluruh Indonesia, guna memastikan penetapan awal Ramadan secara ilmiah dan valid.

Dengan demikian, publik di Jawa Timur dan sekitarnya tengah menantikan hasil pemantauan hilal serta keputusan resmi pemerintah terkait awal puasa Ramadan 1447 H, sambil terus mengikuti proses rukyatul hilal yang berlangsung secara serentak di berbagai titik pengamatan.(dhil)

Topik: pwnuramadhan

TerkaitBerita

DPR Minta Menkeu Suahasil Segera Bereskan Utang Whoosh agar Tak Bebani Fiskal
Nasional

DPR Minta Menkeu Suahasil Segera Bereskan Utang Whoosh agar Tak Bebani Fiskal

oleh Editor : Affandy
17 September 2026
WAJAH LAMA: Suahasil Nazara mengucapkan sumpah jabatan saat dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta pada Senin (14/9/2026). (Foto: Dok./Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)
Nasional

Menkeu Suahasil Kaji Permintaan Pembatalan Perombakan Pejabat DJP

oleh Editor : Memoarto
17 September 2026
Prabowo Minta Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 Diusut, Hak Keluarga Korban Dipastikan
Nasional

Prabowo Minta Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 Diusut, Hak Keluarga Korban Dipastikan

oleh Editor : Affandy
17 September 2026
Amnesty Soroti Tragedi KM Virgo Transport 8, Desak Investigasi Transparan
Nasional

Amnesty Soroti Tragedi KM Virgo Transport 8, Desak Investigasi Transparan

oleh Editor : Affandy
16 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Sambut Film Istimewa: Nonton Bareng 7.500 Anak Disabilitas dan Janji 38 Rumah Singgah

Sambut Film Istimewa: Nonton Bareng 7.500 Anak Disabilitas dan Janji 38 Rumah Singgah

17 September 2026
UNIQLO Hijab: Saat Kenyamanan Bertemu Ekspresi Diri

Menyusuri Jejak Hijab Indonesia: Ketika Gaya, Fungsi, dan Kenyamanan Bertemu di UNIQLO

17 September 2026
Aturan Demutualisasi Disiapkan, BEI Bisa IPO dengan Persetujuan OJK

Aturan Demutualisasi Disiapkan, BEI Bisa IPO dengan Persetujuan OJK

17 September 2026
Harga Bitcoin Naik ke Rp 1,35 Miliar Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Harga Bitcoin Naik ke Rp 1,35 Miliar Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

17 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4581 shares
    Share 1832 Tweet 1145
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    892 shares
    Share 357 Tweet 223
  • Keputusan Juventus Lepas Dusan Vlahovic Dipertanyakan

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Gudang Pabrik Stretchline di Tangerang Terbakar, Api Belum Padam Setelah 3 Jam

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Alvaro Arbeloa Diprediksi Jadi Pelatih Premier League Pertama Yang Dipecat

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya