Koranindopos.com, Jakarta – Menjelang musim mudik Lebaran 2026, suasana sejumlah titik keberangkatan di Jakarta dan Banten tidak hanya dipenuhi antrean pemudik. Di sela waktu menunggu keberangkatan, anak-anak terlihat duduk membaca buku, mendengarkan dongeng, hingga mengikuti kegiatan mewarnai. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari program literasi Mudik Asyik Baca Buku 2026 yang menghadirkan buku bacaan anak sebagai teman perjalanan mudik.
Program ini didukung oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 24.000 buku bacaan anak dibagikan secara gratis kepada para pemudik di sembilan titik transportasi utama.
Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Stasiun Pasar Senen pada Senin (16/3). Sejumlah pemudik yang membawa anak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengikuti berbagai kegiatan literasi yang disiapkan panitia. Selain menerima buku gratis, anak-anak juga diajak mengikuti sesi membaca bersama dan kegiatan edukatif lainnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai program ini menjadi salah satu upaya untuk mengajak anak-anak kembali dekat dengan buku. Menurutnya, perjalanan mudik yang memakan waktu berjam-jam dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat.
“Karena sekarang ada kecenderungan anak-anak kita ini justru lebih familiar dengan gawai daripada dengan buku,” ungkapnya saat menghadiri kegiatan tersebut.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pembagian buku, tetapi juga sebagai ruang pengalaman literasi bagi anak-anak.
“Tidak hanya membagikan buku, namun juga ada pojok baca, membaca nyaring, mengulas buku, serta mendongeng, dan mewarnai buku,” jelasnya.
Dukungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam program ini diwujudkan melalui penyediaan bahan bacaan serta partisipasi dalam kegiatan literasi di ruang publik. Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi Perpusnas untuk memperluas akses masyarakat terhadap buku, khususnya bagi anak-anak.

Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Adin Bondar mengatakan bahwa momentum mudik dapat menjadi kesempatan mempererat hubungan keluarga sekaligus membangun kebiasaan membaca.
“Konsep ini sangat strategis, di mana ruang publik, dalam suasana mudik ini ada waktu bersama dengan orangtua. Beberapa jam dalam perjalanan ke Solo maupun Jogja, buku ini menjadi satu instrumen. Ibunya membaca, anak-anaknya pun membaca, sehingga dapat mengembangkan minat baca dan kecakapan literasi sejak dini. Ini sangat berkenaan dengan program kami di Perpusnas,” ujarnya.
Apresiasi terhadap program tersebut juga datang dari Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Ia menilai kolaborasi lintas lembaga dalam menghadirkan kegiatan literasi di ruang publik merupakan langkah positif dalam memperkuat budaya membaca di masyarakat.
“Budaya membaca merupakan investasi jangka panjang bagi kita semua, bagi masa depan bangsa, dimulai dari langkah kecil ini,” katanya.
Sebanyak 24.000 buku bacaan anak tersebut didistribusikan di sembilan simpul transportasi utama yang menjadi pusat arus mudik. Lokasinya meliputi Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pakupatan, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak, serta Bandara Halim Perdanakusuma.
Selain pembagian buku, berbagai kegiatan literasi juga digelar sepanjang program berlangsung. Anak-anak dapat mengikuti sesi mendongeng, membaca nyaring, mewarnai, hingga permainan edukatif yang dipandu oleh relawan literasi dan Duta Bahasa.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap budaya membaca dapat semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Kehadiran buku di tengah perjalanan mudik diharapkan menjadi langkah sederhana untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini. (BRG/Kul)









