KOTA TANGERANG, koranindopos.com – Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengakui, siswa SMP yang positif Covid-19 setelah pembelajaran tatap muka (PTM) terus bertambah. Terdapat 35 sekolah yang siswanya positif Covid-19. ’’Tapi, satu sekolah ya satu, satu sekolah dua, beda kelas,’’ ujar Arief kepada awak media Rabu (6/10/2021).
Arief menyatakan, pihaknya menutup kelas yang siswanya positif. Menurut dia, penularan tersebut tidak membuat klaster baru.
’’Kalau klaster itu satu kelas ada beberapa (siswa terpapar). Itu satu kelas cuma ada satu (siswa terpapar),’’ katanya.
Menurut dia, siswa yang mengalami gejala dapat dihitung jari. Sisanya baik. Sebab, mayoritas siswa telah menerima vaksin Covid-19.
’’Hanya lima orang kalau enggak salah yang belum divaksin. Makanya, kami dorong semua untuk divaksin,’’ ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Dini Anggraeni menyatakan, pihaknya terus mengambil sampel siswa yang menjalani PTM. Saat ini, terdapat 2.638 sampel yang telah diambil. Hasilnya, 69 siswa diketahui positif Covid-19.
’’Ditemukan kasus positif di 35 sekolah. Ada 69 yang positif dari 2.638 sampel,’’ ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Tangerang Jamaluddin mengaku telah menutup sekolah tersebut. Meski banyak siswa yang terpapar, dia mengklaim tidak memengaruhi restu pelaksanaan PTM dari orang tua.
’’Tak ada, kan kita bukan klaster. Dan, yang positif bukan karena sekolah, tapi karena di rumahnya atau di masyarakat,’’ katanya.
Hal itu, kata Jamal, dapat tecermin dari adanya pihak keluarga atau lingkungan siswa yang juga terpapar Covid-19.
’’Iya, masih ada beberapa keluarga yang ini juga (positif). Saya rasa bukan karena sekolah lah,’’ ungkapnya. (fri/brg)










