Koranindopos.com – JAKARTA — Tumpukan sampah rumah tangga dan limbah pasar terlihat meluber hingga ke badan jalan di Jalan Raya Cilincing, tepatnya di depan akses menuju Pasar Waru, Koja, Jakarta Utara, pada Senin (26/10/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan limbah tersebut terdiri dari sisa makanan, kantong plastik, bongkahan kayu, hingga botol kaca. Kondisi ini menimbulkan bau busuk menyengat yang tercium hingga jarak tiga meter dan mengganggu kenyamanan para pengguna jalan serta pengendara yang melintas.
Kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan di titik tersebut masih tergolong rendah. Dalam kurun waktu lima menit, sedikitnya lima orang warga terlihat mendatangi lokasi untuk melempar bungkusan sampah, baik dengan berjalan kaki maupun sembari mengendarai sepeda motor.
Sandi (45), seorang juru parkir di kawasan sekitar, menuturkan bahwa tumpukan sampah biasanya akan melonjak drastis menjelang pagi hari. Menurutnya, volume sampah tidak hanya berasal dari warga sekitar, melainkan dari para petugas gerobak sampah independen.
Hal tersebut terjadi lantaran Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kober yang berada tidak jauh dari lokasi sudah tutup sejak sore hari.
“Warga sekitar dan juga buat yang gerobak-gerobak sampah biasa gitu kan. Karena yang di Kober itu kan jam empat dia tutup sore, jadi dialihkan ke sini mereka semua. Jadi makin banyak ini dari gerobak sampah sebenarnya. Kalau warga kan ketahuan per kantong plastik doang,” jelas Sandi, Senin (26/10/2026).
Luberan sampah yang memakan bahu jalan tersebut kerap dihalau secara swadaya oleh pemulung di lokasi agar tidak makin membahayakan arus lalu lintas kendaraan.
Sementara itu, Putra (27), seorang pengguna jalan yang sering melintasi kawasan tersebut, mengaku pemandangan tumpukan sampah di depan akses Pasar Waru sudah menjadi fenomena yang berulang.
“Saya sih kalau lewat memang hampir selalu lihat numpuk sampah di sini. Tapi kadang, malam sudah diangkut sama truk. Paling parah tuh pernah beberapa bulan lalu,” ungkap Putra.
Warga dan pengguna jalan berharap Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara dapat memberikan solusi jangka panjang, seperti penyesuaian jam operasional TPS resmi maupun pengawasan ketat di titik-titik rawan pembuangan sampah liar demi menjaga kebersihan serta kelancaran lalu lintas di Jalan Raya Cilincing.(dhil/kmps)










