Koranindopos.com, JAKARTA-Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan, Amerika Serikat (AS) melanggar tiga dari 10 klausul Iran dalam menyepakati gencatan senjata. Bahkan, AS telah melanggarnya sebelum negosiasi dimulai pada Rabu (8/4/2026).
”Ketidakpercayaan historis yang mendalam yang kami miliki terhadap Amerika Serikat berakar pada pelanggaran berulang terhadap berbagai bentuk komitmen-sebuah pola yang, sayangnya, kembali terulang,”tulis Ghalibaf di unggahan X-nya pada Rabu (8/4/2026) beberapa jam setelah gencatan AS-Iran diumumkan.
“Kini, ‘dasar yang dapat dijadikan pijakan untuk bernegosiasi’ justru telah dilanggar secara terbuka dan jelas, bahkan sebelum perundingan dimulai. Dalam situasi seperti ini, gencatan senjata bilateral maupun negosiasi menjadi tidak masuk akal,” paparnya, menambahkan.
Berikut tiga poin yang dilanggar oleh AS menurut Ghalibaf:
- Ketidakpatuhan terhadap klausul pertama terkait gencatan senjata turut mencakup wilayah Lebanon. Menurut Ghalibaf, poin ini juga secara tegas dirujuk oleh Perdana Menteri Shehbaz Sharif sebagai mediator, di mana “gencatan senjata segera di seluruh wilayah, termasuk Lebanon dan kawasan lainnya, yang berlaku seketika”
- Masuknya sebuah drone ke wilayah udara Iran, yang kemudian dihancurkan di kota Lar, Provinsi Fars. Menurut Ghalibaf, ini merupakan pelanggaran jelas terhadap klausul yang melarang setiap pelanggaran lebih lanjut atas wilayah udara Iran.
- Penyangkalan AS terhadap hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium, yang menurut Iran sebenarnya tercantum dalam klausul keenam dari 10 tuntutannya dan seharusnya telah disepakati AS sebelum menyatakan gencatan senjata.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, proposal 10 poin Republik Islam Iran merupakan ‘dasar yang dapat dijadikan pijakan untuk bernegosiasi’ sekaligus kerangka utama untuk pembicaraan ini. ”Namun, sejauh ini, tiga klausul dalam proposal tersebut telah dilanggar,” ujar Ghalibaf, menambahkan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gencatan senjata Iran-AS dicapai setelah Presiden Donald Trump pada Rabu (8/4/2026) sepakat menunda serangan terbaru AS ke Iran selama dua pekan. Sebagai balasan, Teheran akan mulai membuka Selat Hormuz yang selama perang diblokade dan memicu kekacauan jalur perdagangan minyak dunia. Iran akhirnya mau memulai perundingan dan membuka Selat Hormuz setelah Trump menyepakati 10 tuntutan Teheran sebagai syarat gencatan senjata. (cnn/mmr)










